Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Selasa, 17 Januari 2017  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
<<<<<<1 - 2 - 3 - 4 - 5 - 6 - 7 - 8 - 9 - 10 >>>>>>
161. KELUARGA DUKUH TIGA MEMBENTUK POSDAYA NUSA INDAH
Minggu lalu kami sempat melihat dengan kekaguman yang luar biasa keluarga dan masyarakat Dukuh III yang beranggotakan sekitar 119 keluarga telah membentuk sebuah Posdaya dengan diberi nama Nusa Indah. Masyarakat Dukuh III yang terdiri dari 16 keluarga pra sejahtera, 50 keluarga sejahtera I, 15 keluarga sejahtera II, 22 keluarga sejahtera III, dan 16 keluarga sejahtera III Plus itu telah sepakat mengangkat Ibu Sugirah sebagai Penanggung Jawab Posdaya. ....
162. KKN TEMATIK POSDAYA MAKIN MARAK
Diawali oleh KKN Tematik Posdaya oleh Universitas Negeri Jenderal Soedirman di Purwokerto dan IPB di Bogor, dewasa ini banyak perguruan tinggi lain mulai rajin melaksanakan KKN Tematik Posdaya. Beberapa perguruan tinggi yang sangat aktip tercatat antara lain Univeristas Negeri Semarang (UNNES), Universitas Diponegoro, keduanya di Semarang, Universitas Sebelas Maret dan Universitas Muhamadiyah Surakarta keduanya di Solo, Universitas Gajah Mada dan UST Taman Siswa di Yogyakarta, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di Bandung, Universitas Merdeka, Universitas Muhammadiyah dan beberapa Universitas lainnya di Malang, Universitas Airlangga di Surabaya serta beberapa lainnya di luar pulau Jawa. ....
163. RAKYAT CIKARAWANG MERANGSANG KKS DI GORONTALO
Minggu lalu para petinggi dari Provinsi Gorontalo yang terdiri dari Asisten Pemberdayaan Pemda Provinsi Gorontalo, Ir. Boni Ointoe, Rektor Universitas Negeri Gorontalo, Prof. Dr. Ir. Nelson Pomalingo MPd, Kepala BKKBN Provinsi Gorontalo Nufrijal, Sp. MA, para Wakil Rektor dan jajaran pemerintah lainnya, termasuk Bupati dan Ketua DPRD Kabupaten Boalemo, Drs. Iwan Bokings dan Drs. Hardi Mopangga, penghubung Yayasan Damandiri, Rivani Luawo, MA, dan staf, telah berkunjung ke Desa Cikarawang, kabupaten Bogor. Desa Cikarawang adalah salah satu desa di kabupaten Bogor yang selama hampir dua tahun dibina oleh P2SDM IPB Bogor membentuk dan mengisi Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) dengan kegiatan pembangunan dan pengentasan kemiskinan berbasis MDGs. ....
164. BOALEMO MEMBANGUN DENGAN KASIH SAYANG
Beberapa minggu ini kita tulis beberapa artikel tentang Boalemo, salah satu kabupaten provinsi Gorontalo yang relatip menonjol dan dipimpin oleh Bupati Iwan Bokings yang dihadapan jajaran pimpinan di daerahnya beberapa waktu lalu kami sebut sebagai “Bupati nakal”. Bupati Iwan Bokings memang “nakal” karena berani mendahului banyak rekan-rekan lain membangun bersama rakyat, bukan sekedar pro rakyat, tetapi membaur bersama rakyat dan membangun seakan membiarkan rakyatnya, memberi kepercayaan kepada rakyatnya menjadi pemimpin proyek dan pelaksana proyek yang bertanggung jawab. Padahal Kabupaten Boalemo termasuk kabupaten yang rakyatnya miskin, tingkat pendidikannya rendah, tetapi dengan diberikan kepercayaan dan pendampingan yang intensip rakyat kabupaten ini bangkit membangun dengan penuh tanggung jawab dan ceria. ....
165. UNIVERSITAS KONSERVASI MENJAWAB TANTANGAN MASA DEPAN
Minggu lalu Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang dipimpin oleh Rektor Prof. Dr. Sudijono Sastroatmodjo, MSi, yang dewasa ini mempunyai 25.333 orang mahasiswa, dimana 16.326 orang adalah mahasiswa program kependidikan, 7.778 orang mahasiswa program non kependidikan, serta 1.229 orang mahasiswa Program Pascasarjana, memperingati Ulang Tahun atau Dies Natalisnya yang ke 45. Universitas yang memperingati lustrumnya yang kesembilan itu, pada tahun 2009, meluluskan 4.194 orang mahasiswa, 306 orang diantaranya berasal dari Program Pascasarjana, 3.359 dari Program Sarjana dan 529 orang dari Program D3 dan D2 yang kemudian menyebar ke seluruh pelosok di Indonesia. Beberapa hari sebelum Dies Natalisnya yang ke 45, Universitas yang makin menonjol kualitasnya itu, disaksikan oleh Menteri Pendidikan Nasional, Prof. Dr. Ir. Muh Nuh, DEA, mendeklarasinya dirinya menjadi Universitas Konservasi disertai cita-cita menjadi universitas unggulan dunia. ....
166. MEMBANGUN JALAN SEJAHTERAKAN RAKYAT
Bupati Tuban Dra. Haeny Relawati Rini Widyastuti, MSi, yang cerdas dan cantik selama delapan tahun ini telah membangun jalan hotmix sampai ke kampung-kampung di seluruh daerahnya. Pada tahun 2001 panjang jalan hotmix tingkat kabupaten di Tuban, Provinsi Jawa Timur, yang berbatasan dengan Jawa Tengah, hanya sekitar 365 km, atau 58 persen seluruh panjang jalan di daerah itu. Pada tahun 2008 seluruh jalan poros penghubung kabupaten itu sepanjang 726 km telah berlapis hotmix mulus. Sejalan dengan itu Bupati yang sangat mencintai rakyatnya merasa prihatin karena pada tahun 2004 poros jalan desa yang berhotmix hanya 3 persen atau 24 km. Pada tahun 2005 Bupati menyulap separo jalan di pedesaan itu menjadi berhotmix mulus. ....
167. Menggusur kemiskinan bukan menggusur penduduk miskin
Bupati Boalemo Iwan Bokings yang cerdik itu pantas diacungi jempol. Kritik sering dilontarkan bahwa pejabat merancang program pengentasan kemiskinan, nyatanya bukan menggusur kemiskinan tetapi merobah suatu wilayah kumuh menjadi wilayah baru yang cemerlang. Karena tempatnya strategi, semua penduduk miksinnya digusur. Penghuni tanah strategis yang terkesan kumuh, dengan “sangat manusiawi” digusur ke luar kota. Semula mereka “happy” karena mendadak terima pesangon. Akhirnya menyesal karena kehilangan pekerjaan. Hidupnya bertambah sengsara karena di tempat barunya tidak ada kesempatan kerja yang memadai. ....
168. Gotong royong selesaikan gizi buruk
Bupati Boalemo Iwan Bokings mempunyai akal yang luar biasa, yang dalam gagasan luhur Almarhmum Ki Hadjar Dewantoro disebut “ing ngarso sun tulodo”. Dalam istilah keren yang dianggap ilmiah dan bersifat global disebut “Reinventing Government”. Gagasan “nakal” luar biasa itu adalah perintah kepada seluruh aparatnya untuk mencari penduduk, utamanya usia balita, yang terkena gizi buruk atau gizi setengah buruk. ....
169. SEPAKAT POSDAYA TITIK SENTRAL PEMBANGUNAN DI PEDESAAN
Dalam Rakernas DNIKS yang diadakan minggu lalu di Surabaya, yang antara lain dihadiri dan diberikan pencerahan oleh Sekjen Kementerian Sosial, Drs. Chazali H. Situmorang, Apt, MSc. dan Sekda Provinsi Jatim yang mewakili Gubernur, Dr. Sakiyo, wakil-wakil BK3S dari seluruh Indonesia, wakil-wakil K3S dari seluruh Jawa Timur dan organisasi sosial kemasyarakatan seluruh Jawa Timur, telah menyepakati Pos Pemberdayaan Keluarga di pedukuhan dan pedesaan sebagai titik sentral silaturahmi dan pusat koordinasi pembangunan keluarga. ....
170. AKU TIDAK MENDENGAR TETAPI HATIKU MENARI
Awal minggu ini, dalam acara malam silaturahmi diantara peserta Rapat Kerja Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS), yang diselenggarakan oleh Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BK3S) Jawa Timur, disajikan tarian massal yang menarik. Pada saat penari mulai memasuki ruang, mempersiapkan diri untuk naik panggung, pembawa acara mengumumkan bahwa lebih dari duapuluh lima penari centil yang cantik-cantik dan berusia antara 7 sampai 15 tahun itu adalah anak-anak dan remaja penyandang tuna rungu. ....
171. MEMBANGUN EKONOMI KEBERSAMAAN
Jumlah penduduk yang besar sekali, yang dalam tahun-tahun mendatang bisa memperoleh keuntungan demografis karena beban tanggungan atas anak-anak dan orang tua menjadi sangat minimal, nampaknya akan menjadi sia-sia karena upaya pemberdayaan belum seluruhnya diarahkan pada penanganan pembangunan yang bertumpu pada penduduknya. Banyak kegiatan dituntut hasil produknya yang melimpah, kualitas yang tinggi, dan segera bisa dijual ke berbagai penjuru tanah dunia dengan keuntungan yang besar. ....
172. ORANG BUTA MEMBACA KOMPUTER
Minggu lalu, Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) yang dipimpin oleh Dr. Didi Tarsidi, MPd., dengan sekretaris yang dipegang oleh Bayu Iwan Yulianto, kedua-duanya penyandang cacat mata, akan menyelenggarakan kursus Pelatihan Komputer secara nasional di Jakarta. Organisasi para penyandang tunanetra yang didirikan pada awal tahun 1966 di kota Solo tersebut kantor pusatnya dipindahkan ke Jakarta pada tahun 1971. ....
173. MEMBANGUN KEPEDULIAN SOSIAL BERSAMA PENGUSAHA
Pada jaman Order Baru, Presiden RI, Almarhum HM Soeharto, oleh beberapa kalangan dituduh seakan memaksa para pengusaha untuk bersama pemerintah dan masyarakat peduli terhadap pembangunan sosial bangsa ini secara gotong royong. Anggapan bahwa upaya itu dilakukan secara terpaksa, atau dipaksa, atau diperintahkan, sering menyakitkan hati para pengusaha yang sebenarnya dengan tulus ingin membantu tetapi terbentur persyaratan administratip perusahaannya. Mereka memerlukan petunjuk jelas sebagai dasar hukum agar uang yang dikeluarkan perusahaan dapat dipertanggung jawabkan. Tanpa petunjuk atau aturan yang jelas dan dapat dipertanggung jawabkan, bantuan yang diberikan kepada usaha sosial bisa dipertanyakan atau dianggap sebagai penyelewengan korupsi. ....
174. MEMBANGUN KEJAYAAN TAMAN SISWA
Pada tanggal 17 Februari lalu Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Taman Siswa seluruh Indonesia mengadakan Rapat Kerja di Jakarta. Raker yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa, Jenderal TNI (Purn) Tyasno Sudarto tersebut mendengarkan pengarahan Wakil Menteri Pendidikan Nasional, Prof. Dr. Fasli Jalal, PhD. yang memberi semangat kepada perguruan tinggi itu meraih kemajuan agar peninggalan Ki Hadjar Dewantoro tersebut kian meningkat mutunya dan dicintai rakyat banyak. Disamping itu didengarkan pula sambutan singkat Ketua Yayasan Damandiri Prof. Dr. Haryono Suyono .mengajak Perguruan Tinggi itu mereformasi .menjadi perguruan tinggi idola nasional. ....
175. Gerakan sadar menabung
Minggu lalu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan Gerakan Indonesia Menabung melalui “Tabunganku” bagi seluruh rakyat Indonesia. Beliau menekankan bahwa ajakan itu tidak hanya kepada mereka yang kaya, tetapi juga yang miskin ikut menabung biarpun tidak dalam jumlah besar. Ajakan menabung yang biasanya tidak populer itu pernah diperkenalkan oleh mantan Presiden HM Soeharto kepada rakyat Indonesia pada tanggal 2 Oktober 1995. Gerakan itu sebenarnya akan dimulai pada tanggal 1 Oktober 1995, bertepatan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila, tetapi karena tanggal 1 Oktober jatuh pada hari Minggu, maka upacara peluncuran Gerakan yang gegap gempita itu dilakukan pada hari Senin, tanggal 2 Oktober 1995. ....
176. Memanfaatkan barang bekas membangun
Minggu lalu kami sempat, biarpun terlambat, menyaksikan kesibukan Ibu-ibu dari Rw 05, Perumahan Bekasi Baru, di kota Bekasi. Ibu-ibu yang tergabung dalam kesatuan gerak PKK di RW itu sejak satu tahun lalu membangun Pendidikan Anak Usia Dini, PAUD Bunga Bangsa, yang dipimpin oleh Ibu Ani Resmiyati, dan Ibu Zulfatul Nafillah selaku Sekretaris PAUD, serta anggota PKK lainnya. Para pengurus bersama-sama membimbing anak-anak dibawah usia lima tahun yang berasal dari RT dan RW sekitarnya. Mereka beruntung mendapat dukungan dari seorang penduduk dermawan di kampung itu, Bapak Ir. H. Kosasih, yang dengan baik hati merelakan separo rumahnya untuk kegiatan pendidikan PAUD. ....
177. Menyebar luaskan pengunaan NIK
Minggu lalu Dewan Perwakilan Daerah (DPD) mengundang para Pakar Kependudukan untuk mengikuti Hearing tentang Penggunaan Nomor Induk Kependudukan (NIK) untuk penduduk Indonesia. Seperti diketahui NIK semula dicetuskan oleh Menteri Kependudukan RI atas dasar UU nomor 10 tahun 1992 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Sejahtera pada masa pemerintahan Presiden RI Almarhum Bapak HM. Soeharto. Gagasan itu dianggap penting karena dengan adanya NIK setiap penduduk Indonesia diakui dan dilindungi secara hukum sebagai warga negara sejak dilahirkan di bumi Indonesia yang sangat indah dan subur ini. Gagasan itu disambut baik oleh banyak kalangan, bahkan telah dijanjikan oleh UNFPA PBB untuk dibantu dalam rangka pengembangan Sistem Registrasi Penduduk di Indonesia. ....
178. Membangun anak muda peduli sesama...
Upaya pendidikan politik yang berlangsung di tanah air berjalan dengan cepat. Pelajaran demokratisasi berlangsung dengan irama yang gegap gempita dan menjalar pada bagian-bagian masyarakat, yang seumpama sedang sekolah, belum waktunya mengikuti pelajaran yang melalui sistem komukasi modern langsung memasuki kelas-kelas yang belum siap. Para siswa, tua muda, taman kanak-kanak sampai kelas SD seumpamanya, menerima bahan pelajaran yang sulit dicerna. Mereka terpana dan tidak tahu apa yang harus dikerjakannya. Pelajaran teori yang tidak relevan muncul seakan seperti pertunjukkan film asing tanpa teks untuk orang awam yang mengikuti gerak tanpa tahu apa maknanya. ....
179. MEMBANGUN BUDAYA BARU
Minggu lalu Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BK3S) Jawa Barat mengadakan Musyawarah Daerah yang marak. Dalam kesempatan itu seluruh organisasi sosial kemasyarakatan dan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) kabupaten/kota dari seluruh Jawa Barat diharapkan hadir dan memberikan dukungan yang gegap gempita terhadap usaha sosial di Jawa Barat. Musyawarah ini sangat penting berhubung disyahkannya UU nomor 11 tahun 2009, DNIKS sedang gencar-gencarnya menyegarkan budaya “cinta kasih terhadap sesama anak bangsa”. ....
180. MEMBANGUN KELUARGA MASA DEPAN YANG SEJAHTERA
Dalam sepuluh tahun terakhir ada kesan bahwa pembangunan keluarga yang dimasa lalu dipadukan bersama program KB terasa mandeg. Kegiatan Program KB lebih diutamakan pada dukungan kontrasepsi untuk keluarga miskin. Upaya membangun keluarga dengan memadukan kekuatan institusi atau keluarga yang lebih mampu kurang mendapat perhatian. Karena itu dengan prakarsa DPR RI akhirnya, empat bulan lalu, tepatnya tanggal 29 Oktober 2009, ditetapkan UU no 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga. UU ini merupakan penyempurnaan UU no 10 tahun 1992 tentang masalah yang sama. Dikeluarkannya UU ini memperkuat usaha yang dilakukan oleh BKKBN dengan gigih untuk menyegarkan program kependudukan dan keluarga berencana. UU ini akan menjadi landasan yang kuat bagi BKKBN untuk lebih mantab mendorong semangat dan memberikan darah segar demi kepentingan masa depan bangsa. ....
<<<<<<1 - 2 - 3 - 4 - 5 - 6 - 7 - 8 - 9 - 10 >>>>>>