Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Jum'at, 24 Februari 2017  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
<<<<<<1 - 2 - 3 - 4 - 5 - 6 - 7 - 8 - 9 - 10 >>>>>>
21. KELUARGA PRASEJAHTERA MEMBANGUN BISNIS
Berkat berkah bulan suci Ramadhan, suatu pertemuan antara berbagai kalangan yang telah membantu keluarga prasejahtera melalui berbagai upaya mengantar mereka menjadi keluarga tidak miskin dan mandiri, mulai menemukan model jaringan bisnis yang akan segera dipraktekan sebagai upaya ekonomi kerakyatan di lapangan. Gagasan itu dimulai dengan membaca keberhasilan pengalaman pengetrapan sistem tabungan dan kredit Tabur Puja yang dipraktekan selama tiga tahun ini. Sistem itu mewajibkan keluarga peserta bersedia menabung dan mengambil kredit maksimum Rp. 2 juta dengan dukungan tanggung renteng tanpa agunan. ....
22. MEMAKMURKAN MASJID MENSEJAHTERAKAN RAKYAT
Selama bulan Ramadhan, sebanyak 175 dosen pembimbing lapangan (DPL) dan 55 relawan mempersiapkan diri dengan pelatihan khusus untuk mengantar 2.847 mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, diterjunkan ke 23 Kecamatan, 191 desa dan 279 masjid di Malang dan kabupaten sekitarnya. Dalam persiapan itu, para dosen pembimbing lapangan (DPL) mengadakan persiapan menyangkut penelitian keadaan kecamatan, desa dan Masjid dimana mahasiswa akan diterjunkan. ....
23. MEMPERSIAPKAN TENAGA PROFESIONAL
Di sela-sela acara pertemuan untuk membahas Bonus Demografi dan Implikasinya bagi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Menteri sempat diajak meninjau prototype dari duapuluh dua Mobil Unit yang dipersiapkan jajarannya untuk mempersiapkan tenaga professional dalam bidang tugas-tugas pengembangan dan pembangunan infrastruktur di Indonesia. Ke duapuluh dua mobil unit itu dalam waktu singkat akan ditambah lagi dengan limabelas Mobil Unit agar penyebarannya lebih merata ke setiap Provinsi dan Kabupaten/Kota yang membutuhkan. Disamping tigapuluh tujuh Mobil Unit itu sesungguhnya Kementerian PUPR telah memiliki Pusat Pembinaan Kompetensi dan Pelatihan Konstruksi di berbagai tempat di Indonesia. ....
24. GERAKAN KELUARGA BERJAMBAN
Salah satu target MDGs adalah kesehatan keluarga, utamanya bagaimana mencegah kematian anak, kematian ibu hamil dan melahirkan yang ditujukan kepada usaha untuk meningkatkan usia harapan hidup. Salah satu penyakit yang mudah melanda anak-anak adalah pencemaran yang terjadi di lingkungan sekitar rumah kita, baik karena udara atau terutama karena keadaan lingkungan yang tidak terpelihara kebersihannya. Lingkungan yang tidak terpelihara kebersihannya itu ada kalanya disebabkan karena pencemaran yang disebabkan kebiasaan membuang kotoran secara sembarangan di kebun di belakang rumah, di sungai yang letaknya tidak jauh dari rumah, atau di tempat pembuangan kotoran yang tidak tertutup. ....
25. MEMBANGUN BUDAYA BEROLAHRAGA
Minggu depan, tepatnya tanggal 9 September 2015, bangsa Indonesia dengan jumlah penduduk lebih dari 250 juta, akan memperingati Hari Olahraga Nasional. Ada baiknya momentum ini tidak diperingati sebagai hari caci-maki karena berbagai kegagalan bangsa mengantar kontingennya selalu kalah dalam laga dunia. Hari penting itu perlu dimanfaatkan sebagai komitmen politik untuk dengan sungguh-sungguh mengembangkan budaya berolahraga secara massal dan tersistem. Melalui rancangan dan program aksi tersistem itu diharapkan lahir calon-calon jago olahraga yang tidak saja menghargai sportifitas, tetapi memiliki kemauan tinggi untuk berlatih secara sungguh-sungguh dan berkelanjutan, menghargai kemenangan tetapi tidak memandang rendah rekan yang kalah dalam pertandingan yang penuh keakraban. ....
26. PRESTASI REMAJA DISABILITAS
Dua hari menjelang Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal 1436 H, di sore yang cerah, sekitar sebulan menjelang Hari Olahraga Nasional 9 September lusa, Presiden RI, Bapak Ir. Joko Widodo didampingi Menko PMK, Menteri Olahraga, Menteri Sosial serta Ketua SOIna Ibu Dr. Pujiastuty, Ketua Umum dan Sekjen DNIKS, Ketua PORMI, Deputi Menpora, Dirjen Kemensos dan pendamping lain menerima atlit disabilitas di Istana Negara Jakarta. Para atlit remaja itu adalah penyandang disabilitas yang akan berlaga di Olympiade Penyandang Disabilitas Dunia di Los Angeles, Amerika Serikat. Para atlit itu berpamitan mohon restu berangkat mempertahankan reputasinya yang unggul di tahun-tahun sebelumnya pada berbagai laga Olympiade Dunia. ....
27. KALAU BERSATU INDONESIA BISA BANGKIT
Dua minggu lalu kita merayakan Hari Raya Idulfitri 1346 H. Kita bersyukur bahwa dalam keadaan menghadapi gejolak alam dan ekonomi yang berat, seluruh rakyat tetap melaksanakan ibadah dengan khusuk dan menyediakan waktu bersilaturahmi kepada sanak keluarga dengan ceria. Banyak yang menangis dalam keharuan karena seluruh keluarga hanya bisa melihat kemenangan pada Hari Raya Idul Fitri sebagai impian karena tidak seluruhnya merasakan kemenangan. Bagi banyak kalangan, keadaan dianggap bertambah menyedihkan, karena melihat tetangganya bergembira, padahal keluarganya sendiri dalam kesedihan yang mendalam. ....
28. KOWANI PEDULI BONUS DEMOGRAFI
Bonus Demografi yang secara umum disalah artikan baru akan terjadi pada tahun 2020 atau tahun 2030, sesungguhnya bagi Indonesia sudah masuk dalam Era Bonus itu sejak tahun 1990-an. Kalau dilihat pada tingkat Provinsi, daerah-daerah seperti DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Sulawesi Utara dan Riau, karena keberhasilan program KB, Kesehatan, pembangunan ekonomi, tersedianya fasilitas pendidikan tinggi, sudah terlebih dulu memasuki Era Bonus Demografi. ....
29. MEMPERSIAPKAN SDM TERAMPIL
Detik-detik menjelang Hari Kemerdekaan RI 2015, kita merenung kembali betapa nenek moyang berjuang keras mengantar bangsa ini menuju ke pintu gerbang kemerdekaan dengan tujuan luhur untuk sebesar-besar kesejahteraan seluruh anak bangsanya. Belum lama ini kita membaca berita adanya kesepakatan pemerintah Indonesia dan Cina untuk saling tukar menukar tenaga antar bangsa untuk pembangunan. Belum kering berita itu, belum kita buang surat kabar yang memuat berita itu, sudah kita baca berita tentang ribuan pekerja Cina yang sudah berada dan bekerja di Banten dan Papua. ....
30. MENGIRIM PEJUANG KE MEDAN BAKTI
Mulai bulan Agustus, sebagai salah satu karya simbolis mengisi kemerdekaan bangsa, banyak sekali perguruan tinggi, mitra Yayasan Damandiri, mengirimkan ribuan mahasiswa untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik Posdaya ke lapangan. Sebelum dikirm ke desa mereka menerima pembekalan dari para dosen pembimbingnya selama lebih satu minggu mengenai tujuan, sasaran dan hasil akhir yang diharapkan. Para peserta KKN tematik Posdaya akan tinggal, bergaul dan bekerja bersama keluarga desa dimana mereka diterjunkan. ....
31. PEMBERDAYAAN BUKAN BELAS KASIHAN
Keluarga yang dinamik di Sumatera Barat yang tergabung dalam berbagai Posdaya di Jorong dan Nagari, setelah beberapa waktu dengan tekun melaksanakan petunjuk Gubernurnya, Prof. Dr. H. Irwan Prayitno, SPsi, MSc merasakan bahwa gerakan pemberdayaan keluarga yang dicanangkan beberapa waktu lalu bukanlah belas kasihan. Keluarga yang hanya bersifat menunggu uluran tangan dan sedekah tidak akan langgeng menikmati kebahagiaan dan kesejahteraannya. Pada waktu menerima dana hibah sekedarnya bisa senang dan membeli apa yang dapat dibeli dengan dana hibah itu. ....
32. MEMAKMURKAN MASJID MENSEJAHTERAKAN RAKYAT
Selama bulan Ramadhan, sebanyak 175 dosen pembimbing lapangan (DPL) dan 55 relawan mempersiapkan diri dengan pelatihan khusus untuk mengantar 2.847 mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, diterjunkan ke 23 Kecamatan, 191 desa dan 279 masjid di Malang dan kabupaten sekitarnya. Dalam persiapan itu, para dosen pembimbing lapangan (DPL) mengadakan persiapan menyangkut penelitian keadaan kecamatan, desa dan Masjid dimana mahasiswa akan diterjunkan. ....
33. MEMBANGUN SDM MENEMPATKAN LAUT SEBAGAI SUMBER KEJAYAAN BANGSA
Dalam suasana perhatian yang meningkat terhadap pembangunan kelautan dan perikanan dewasa ini, kita bersyukur Dr. Ir. Suseno Sukoyono, MM, Kepala Badan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan (BPSDM KP) meluncurkan buku yang sangat penting. Buku itu diberinya judul : Membangun Laut, Membangun Manusia”. Judul itu menarik karena isinya lebih memberikan gambaran betapa Dr. Suseno Sukoyono, sebagai ahli dalam bidang kelautan dan perikanan, bersama rekan - rekan meyakinkan publik bahwa melalui penguatan sumber daya manusia yang professional dan tangguh dalam bidang kelautan dan perikanan, dapat dikembangkan laut, lingkungan dan kekayaannya yang melimpah, menjadi sumber pendukung kemakmuran dan kejayaan bangsa. ....
34. MENGIRIM MAHASISWA PEJUANG KE DESA
Pengalaman menarik yang dinikmati oleh mahasiswa maupun masyarakat yang mendapat kunjungan dari mahasiswa KKN tematik Posdaya merangsang berbagai perguruan tinggi, biarpun pada bulan Ramadhan, tetap mempersiapkan mahasiswa untuk melakukan KKN tematik Posdaya. Ditengah bulan Ramadhan, Universitas Muhammadiyah Bengkulu, melalui kerja keras tiga Srikandinya, Ketua LPPM, Dr. Ir. Eva Oktavidiati, MSi, Kabag Pengabdian, Ir. Wismalinda Rita, MP, dan Kabag Penelitian, Dr. Nurhaita, MP, mempersiapkan sekitar 1.204 mahasiswa untuk melakksanakan KKN di semua Kabupaten/Kota di provinsi Bengkulu. ....
35. JAWA TIMUR MENGGEBRAK
Kemajuan program pembangunan di Provinsi Jawa Timur telah menunjukkan hasil yang menggembirakan. Ditandai dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Namun besar dengan penduduk sekitar 38,3 juta jiwa, salah satu tiga provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia, masih menghadapi tantangan arus bonus demografi yang terjadi sejak tahun 1990-an dari berbagai jurus. Secara internasl provinsi ini sangat berhasil dengan program KB, Kesehatan dan pengendalian penduduknya sehingga terjadi pengurangan kelahiran, meledaknya penduduk muda dan makin melimpahnya penduduk lansia. ....
36. KELUARGA PRASEJAHTERA MEMBANGUN BISNIS
Berkat berkah bulan suci Ramadhan, suatu pertemuan antara berbagai kalangan yang telah membantu keluarga prasejahtera melalui berbagai upaya mengantar mereka menjadi keluarga tidak miskin dan mandiri, mulai menemukan model jaringan bisnis yang akan segera dipraktekan sebagai upaya ekonomi kerakyatan di lapangan. Gagasan itu dimulai dengan membaca keberhasilan pengalaman pengetrapan sistem tabungan dan kredit Tabur Puja yang dipraktekan selama tiga tahun ini. Sistem itu mewajibkan keluarga peserta bersedia menabung dan mengambil kredit maksimum Rp. 2 juta dengan dukungan tanggung renteng tanpa agunan. Peserta yang berhak adalah keluarga prasejahtera yang bermitra keluarga yang lebih sejahtera dalam suatu Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya). ....
37. MEMPERINGATI HARI KELUARGA NASIONAL
Hari Senin minggu depan, tepatnya tanggal 29 Juni 2015, adalah Hari Keluarga Nasional (Harganas). Hari Keluarga Nasional diperingati sebagai simbul peristiwa kembalinya keluarga Indonesia berkumpul kembali dengan seluruh anggotanya tatkala untuk beberapa bulan mereka dipisah-pisah oleh adanya penjajah Belanda yang ingin kembali merebut Indonesia setelah kita menyatakan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945. Beberapa tahun yang lalu Hari Keluarga Nasional diperingati bersama dengan Hari Koperasi dan Hari Pertanian karena sebagian besar keluarga Indonesia adalah keluarga petani dengan kegiatan utama dalam bidang pertanian. Untuk maju dalam bidang ekonomi, keluarga Indonesia dianjurkan agar dalam bidang ekonomi bergabung bersama keluarga lain dalam koperasi. ....
38. KELUARGA INDONESIA BERDOA
Hari ini, 29 Juni 2015 adalah Hari Keluarga Nasional 2015. Sebelum tahun 2000 Hari Keluarga Nasional diperingati bersama Hari Koperasi dan Hari Pertanian sebagai peringatan terpadu “Hari Pertasi Kencana”. Banyak Kabupaten/Kota dan Provinsi yang penduduk umumnya berprofesi sebagai petani menggelar upacara yang menonjolkan hasil-hasil pertanian dan kegiatan ekonomi kerakyatan melalui gerakan koperasi. Gelar peringatan secara nasional selalu dihadiri oleh Kepala Negara sebagai simbul niat bersama mempercepat proses pemberdayaan keluarga, peningkatan usaha pertanian dan kerja keras dalam bidang ekonomi mikro dengan melibatkan rakyat banyak melalui koperasi. Upaya pemberdayaan keluarga secara resmi yang dimulai pada tahun 1970 mengajak jutaan pasangan usia subur ber-KB mengerem tingkat kelahiran dan pertumbuhan penduduk dipadukan upaya memperkuat usaha pertanian dan usaha ekonomi mikro melalui koperasi. ....
39. MELALUI POSDAYA MEMBERDAYAKAN KELUARGA
Akhir bulan lalu, untuk kesekian kalinya sejak menggalang kerjasama dengan Posdaya di Cilacap, Jawa Tengah, General Manager PT Holcim Indonesia Tbk, Bapak Ir. Sidik Darusulistyo, MBA, menggandeng para dosen ilmu-ilmu sosial, mahasiswa dari Universitas Airlangga Surabaya dan Rektor Universitas Ronggolawe Tuban untuk membantu pengembangan Posdaya di sekitar pabrik semennya di Tuban. Kesepakatan itu digelar dimuka Wakil Bupati Tuban, Ir. H. Noor Nahar Husain, M.Si, seluruh perangkat SKPD, Camat dan Lurah/Kepala Desa serta dosen dan mahasiswa Unirow dalam suatu Gebyar Posdaya di Pendopo Kabupaten Tuban. Gebyar Posdaya itu disiarkan oleh TVRI Jawa Timur akhir bulan Juni 2015 untuk mengabarkan komitmen PT Holcim Indonesia Tbk dan Pemerintah Kabupaten Tuban dalam membangun keluarga sejahtera secara gotong royong. ....
40. MEMBANGUN KOPERASI POSDAYA
Pada hari Minggu tanggal 12 Juli 2015, satu minggu lagi, bangsa Indonesia akan memperingati Hari Koperasi 2015. Dalam awal pemerintahan Jokowi-JK, yang ingin menempatkan rakyat banyak sebagai pemeran pembangunan, ada baiknya peringatan Hari Koperasi kali ini dijadikan momentum untuk mengukuhkan tekad bangsa membangun ekonomi kerakyatan, ekonomi yang tidak saja pro rakyat banyak tetapi benar-benar meningkatkan kemakmuran rakyat. Karena itu komitmen itu harus benar-benar memberi peran kepada rakyat untuk bergerak dan berpartisipasi secara masif dalam bidang ekonomi. Komitmen itu berati menempatkan rakyat banyak sebagai pemeran aktif dalam bidang ekonomi yang melayani keluarga mereka dan sekaligus menjadi kebanggaan karena pelayanannya tidak kalah dibandingkan pelayanan yang diberikan oleh usaha besar yang berkembang mekar dewasa ini. ....
<<<<<<1 - 2 - 3 - 4 - 5 - 6 - 7 - 8 - 9 - 10 >>>>>>