Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Selasa, 28 Maret 2017  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
<<<<<<11 - 12 - 13 - 14 - 15 - 16 - 17 - 18 - 19 - 20 >>>>>>
201. Negara Banyak Menjadi Negara Besar
Selama berabad-abad negara dan bangsa kita, Republik Indonesia, selalu disebut-sebut sebagai negara besar. Sebutan ini disebabkan karena sejak proklamasi, yang baru saja kita peringati, Indonesia langsung mencuat sebagai negara yang penduduknya nomor lima di dunia. Karena Rusia terpecah, maka “kebesaran RI” naik menjadi nomor empat di dunia. Ancaman memecah belah bangsa selalu datang bertubi-tubi. Apabila tidak waspada bangsa kitapun dengan mudah terpecah menjadi negara-negara kecil. Kita harus bersatu dan bekerja keras agar sebutan sebagai negara besar itu betul-betul terwujud sebagai negara yang subur makmur dan sejahtera. ....
202. PESTA SUDAH USAI, MARI MULAI BEKERJA KERAS
Minggu ini kita harus yakin bahwa pesta sudah usai. Sejak keputusan MK dikeluarkan minggu lalu, Pesta Demokrasi yang menghabiskan tenaga dan pikiran sudah harus kita anggap usai. Para calon Anggota Legislatif yang siap-siap dilantik, harus mulai membaca lebih banyak UU dan berbagai perangkat peraturan untuk dibandingkan dengan kemajuan dan tuntutan yang lebih maju di tanah air. Alangkah baiknya kalau para calon itu membaca juga perjuangan negara-negara tetangganya yang lebih maju. ....
203. CUCUKU MENJADI PASUKAN PENGIBAR BENDERA MERAH PUTIH
Setelah lebih dari empatpuluh lima tahun saya selalu memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan ri bersama Presiden RI di Istana Negara, hari ini saya dan keluarga memperingati Hari Kemerdekaan RI bersama cucu di sekolahnya. Pada waktu muda saya berdesar-desak di depan Istana untuk mendengarkan pidato Bung Karno membakar rakyat untuk bersatu dan membangun bangsa. Sejak itu saya bercita-cita untuk belajar giat dan segera bekerja keras agar bangsa ini terbebas dari kebodohan dan kemiskinan. ....
204. Jaringan Pemuda Penggerak Posdaya
Minggu lalu Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Dr. dr. Susilo Wibowo, MS, Med, Sp. And., menggelar pertemuan penggerak Posdaya di Jawa Tengah. Hadir dalam pertemuan itu koordinator Posdaya dari lingkungan Universitas Diponegoro, wakil-wakil Kepala SMA yang bergabung dalam kegiatan pemberdayaan, anak-anak keluarga kurang mampu yang bergabung dalam proses pemberdayaan, tenaga-tenaga sukarela, bank, serta lembaga keuangan lain dan asuransi yang selama ini memberi dukungan pada upaya yang dikoordinasikan melalui Posdaya. ....
205. Membangun Karakter Anak Bangsa
Perubahan sosial dewasa ini berlangsung dengan sangat cepat. Proses yang dimasa lalu berlangsung dengan pelahan, baik dalam tatanan keluarga maupun sifat-sifat demografi penduduknya, sekarang berlangsung sangat super cepat. Manusia dan karakternya tidak lagi diciptakan melalui proses tumbuh kembang dalam keluarga melalui proses sosialisasi yang disertai belaian kasih sayang, kedamaian, dan berlangsaung dalam tatanan etika yang luhur dan keberlanjutan, tetapi diolah oleh berbagai sistem dan mesin manufaktur dunia yang tidak lagi bisa dikendalikan oleh setiap keluarga. Bahkan tidak juga bisa dibendung oleh pemerintah yang dipercaya rakyatnya membentengi anak bangsanya dari serangan budaya tersebut. Sistem dan advokasi serta siraman komunikasi massal yang global itu datang selama 24 jam setiap hari. ....
206. Universitas Negeri Semarang Siapkan...
Tahun lalu Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Yogi Sugito, yang disertai para dekan dan guru besar serta dosen dan mahawiswanya, mengadakan temu wicara interaktif melalui Program Semanggi di Surabaya. Program kerjasama antara Yayasan Damandiri dan TVRI Surabaya itu disiarkan secara langsung dan luas. Setelah program itu Universitas Brawijaya bersama Yayasan Damandiri mengembangkan koperasi sekaligus sebagai pusat pemberdayaan keluarga (Posdaya). Tahun ini pengembangan bergeser juga ke Jawa Tengah melalui Universitas Negeri Semarang (UNNES). Rektor UNNES, Prof. Dr. Sudijono Sastroatmodjo, secara dinamis mengembangkan universitasnya menjadi perguruan tinggi akrab lingkungan melalui dukungan yang kuat terhadap upaya pemberdayaan sumber daya keluarga menjadi kekuatan masyarakat mandiri melalui koperasi dalam lingkungan Posdaya. ....
207. MEMBANGUN KEBERSAMAAN KELUARGA
Kita sangat bersyukur para sesepuh bangsa mewariskan pendidikan budaya dengan menciptakan hari-hari besar yang penuh makna. Pada tanggal 17 Agustus kita memproklamasikan kemerdekaan sebagai jembatan emas untuk memindahkan keluarga dari lembah penjajahan, kebodohan dan kemiskinan kepada dunia baru yang merdeka dan berdaulat. Dalam dunia baru yang merdeka dan berdaulat tersebut setiap orang dan keluarganya diajak melestariskan budaya bangsa yang mengedepankan sifat gotong royong melalui pembekalan Pancasila dan UU Dasar 1945. Pembekalan yang sangat bermakna dan sangat tegas itu tercantum sebagai tujuan kemerdekaan yaitu mencerdaskan kehidupan serta memelihara budaya bangsa yang menganut azas ke-Tuhanan Yang Maha Esa, kehidupan yang beradab, demokratis, mengedapankan musyawarah untuk mufakat dan bekerja keras untuk sebesar-besar kesejahteraan bersama. ....
208. KKN TEMATIK POSDAYA MULAI DARI IPB
Setelah Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto berhasil dengan gemilang menggelar KKN Tematik Posdaya di tujuh kabupaten dan kota di Jawa Tengah, minggu lalu Rektor IPB di Bogor melepas 282 mahasiswa rombongan pertama untuk melaksanakan KKN di daerah Kabupaten Bogor, Kota di Bogor dan Kabupaten Sukabumi. Rektor memberi petunjuk agar KKN yang akan berlangsung selama lebih dari satu bulan itu mengisi gagasan dan niat IPB untuk “go to field” mendampingi masyarakat membangun secara mandiri. ....
209. BELAJAR KE NEGERI JEPANG
Sejak beberapa tahun ini pemerintah kota Surabaya telah bekerja sama dengan Asian Urban Information Center of Kobe (AUICK) di Jepang dalam berbagai kegiatan pemberdayaan keluarga dan masyarakat, utamanya dalam pembangunan kegiatan yang akrab dengan pemberdayaan keluarga dan lingkungan. Banyak pejabat-pejabat tingkat teras dari Kota Surabaya dan dari kalangan perguruan tinggi telah berkunjung ke Kobe yang indah dan pernah mengalami musibah gempa yang dahsyat itu untuk saling bertukar pengalaman, melihat bagaimana pemerintah kota secara efisien membangun kembali kotanya yang hancur. Mereka juga menyaksikan betapa musibah membuat warganya makin sayang pada kotanya dan bekerja keras membangun ekonomi yang tumbuh dan mekar dengan sangat luar biasa. ....
210. KKN TEMATIK POSDAYA MULAI DARI IPB
Setelah Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto berhasil dengan gemilang menggelar KKN Tematik Posdaya di tujuh kabupaten dan kota di Jawa Tengah, minggu lalu Rektor IPB di Bogor melepas 282 mahasiswa rombongan pertama untuk melaksanakan KKN di daerah Kabupaten Bogor, Kota di Bogor dan Kabupaten Sukabumi. Rektor memberi petunjuk agar KKN yang akan berlangsung selama lebih dari satu bulan itu mengisi gagasan dan niat IPB untuk “go to field” mendampingi masyarakat membangun secara mandiri. ....
211. Anak Indonesia Perlu Pemerataan Kreatifitas
Minggu depan, tepatnya tanggal 23 Juli 2009, kita akan memperingati Hari Anak Nasional. ....
212. EKONOMI KERAKYATAN, MEMBERDAYAKAN RAKYAT UNTUK MAJU
Hari ini adalah Hari Kependudukan Dunia, artinya peringatan bagi kita agar penduduk betul-betul diberdayakan menjadi kekuatan pembangunan yang maha dahsyat, bukan penghambat kemajuan. Besuk pagi adalah Hari Koperasi, yang perlu menjadi pedoman kerjasama gotong royong untuk kesejahteraan melalui usaha dengan tanggung jawab renteng yang ikhlas. Untuk itu ada baiknya kita simak kampanye Pilpres dan PilWapres tentang Ekonomi Kerakyatan. Prof. Dr. M. Dawam Rahardjo dalam catatannya berjudul Paradigma Ekonomi Kerakyatan (Juli, 2009) menyatakan bahwa Ekonomi Kerakyatan merupakan istilah yang relatif baru dan diperkenalkan oleh Prof. Sarbini Sumawinata, Gurubesar FE UI dalam tulisannya pada majalah “Prisma” sekitar tahun 1980-an. Dalam tulisan itu, Ekonomi Kerakyatan disebutkan bukan sebagai ideologi atau konsep, melainkan suatu gagasan mengenai cara, sifat dan tujuan pembangunan dengan sasaran utama perbaikan nasib rakyat di pedesaan. ....
213. MEMBERDAYAKAN RAKYAT DENGAN TANGGUNG JAWAB RENTENG
Kemarin kita memperingati Hari Koperasi. Usaha Koperasi merupakan upaya bersama yang kekuatannya terletak pada tanggung jawab secara gotong royong anggotanya. Artinya, koperasi memerlukan pendekatan tanggung jawab yang ikhlas dari seluruh anggota dalam budaya gotong royong, budaya yang menurut Bung Karno merupakan jati diri bangsa, merupakan modal sosial bangsa yang tidak boleh luntur, apalagi digantikan oleh budaya asing yang mementingkan diri sendiri. Gotong royong menempatkan kepentingan bersama diatas kepentingan individu yang biasanya sangat dekat dan justru sukar digantikan oleh kepentingan bersama. ....
214. MEMBERDAYAKAN RAKYAT DENGAN TANGGUNG JAWAB RENTENG
Kemarin kita memperingati Hari Koperasi. Usaha Koperasi merupakan upaya bersama yang kekuatannya terletak pada tanggung jawab secara gotong royong anggotanya. Artinya, koperasi memerlukan pendekatan tanggung jawab yang ikhlas dari seluruh anggota dalam budaya gotong royong, budaya yang menurut Bung Karno merupakan jati diri bangsa, merupakan modal sosial bangsa yang tidak boleh luntur, apalagi digantikan oleh budaya asing yang mementingkan diri sendiri. Gotong royong menempatkan kepentingan bersama diatas kepentingan individu yang biasanya sangat dekat dan justru sukar digantikan oleh kepentingan bersama. ....
215. NYESEL MASALAH KEPENDUDUKAN DIABAIKAN
Biarpun tidak terlalu menyolok Calon Presiden SBY, yang selama lima tahun ini menjabat sebagai Presiden RI, dan Calon Presiden JK, yang selama ini mendampingi SBY sebagai Wakil Presiden RI, nampaknya menyesal karena selama lima tahun terakhir ini “agak” mengabaikan penanganan masalah kependudukan di Indonesia. Dalam tayangan acara Debat Capres keduanya nampak “mengaku bersalah” mengabaikan penanganan kebutuhan penduduk, utamanya melalui program KB, yang semestinya menjadi awal dari proses pemberdayaan penduduk menuju keluarga bahagia dan sejahtera. SBY, kalau terpilih kembali, berjanji akan meningkatkan penanganan masalah kependudukan tersebut. JK, kalau terpilih menjadi Presiden, juga berjanji akan mengembangkan kelembagaan yang lebih berbobot di tingkat daerah agar penanganan masalah kependudukan dapat dilakukan dengan baik. ....
216. TANTANGAN PEMBANGUNAN MASA DEPAN
Dua hari lagi pemilihan Presiden dan Wakil Presiden tahap pertama akan dilaksanakan di seluruh Indonesia. Apakah akan menjadi pemilihan satu putaran atau dua putaran tergantung pada keputusan yang diambil oleh penduduk Indonesia yang selama beberapa hari terakhir ini disuguhi pameran “impian” atau “cita-cita” yang dikemas indah dalam bentuk visi, misi atau rencana program dan kegiatan pembangunan yang umumnya ditawarkan sebagai program pro rakyat. Pengertian pro rakyat bisa dientepretasi berbeda-beda. Ada yang dengan lantang penuh percaya diri berusaha menawarkan pendidikan, kesehatan, dan pemenuhan kebutuhan pokok lainnya secara “gratis”. Artinya, kalau rakyat tidak mampu, segalanya akan dicukupi atau dibayar oleh pemerintah, apakah dari pendapatan pajak, penghasilan BUMN, atau dari pinjaman luar negeri yang harus dibayar oleh anak cucu bangsa ini. ....
217. MAU DIBAWA KEMANA KELUARGA INDONESIA?
Seluruh keluarga Indonesia pada hari Senin 29 Juni 2009 diharapkan beramai-ramai merayakan Hari Keluarga Nasional atau Hari Keluarga yang ke 16. Hari Keluarga Nasional ditetapkan oleh pemerintah pada tahun 1993 berdasarkan UU nomor 10 tahun 1992 yang menyatakan bahwa keluarga adalah suatu lembaga masyarakat yang terdiri dari seorang bapak dan ibu dengan anak-anaknya, atau seorang bapak dengan anak-anaknya, atau seorang ibu dengan anak-anaknya, yang didasarkan atas hasil perkawinan yang sah. Pemilihan tanggal 29 Juni didasarkan peristiwa penting berkumpulnya kembali anggota keluarga yang selama berbulan-bulan sebagian besar mengungsi ke desa dan gunung-gunung berjuang mempertahankan kemerdekaan. Mereka berkumpul kembali pada tanggal 29 Juni 1949 dengan seluruh anggota keluarganya setelah Ibukota RI pada waktu itu, Yogyakarta, direbut kembali dari cengkeraman penjajah Belanda melalui perjuangan yang heroik dan pengorbanan yang maha dahsyat. ....
218. HARI KELUARGA DAN PEMBANGUNAN KELUARGA
Hari ini seyogyanya seluruh keluarga Indonesia beramai-ramai mensyukuri keberhasilan keluarga masing-masing dalam rangka Peringatan Hari Keluarga Nasional atau Hari Keluarga yang ke 16. Secara nasional peringatan resmi HKN itu diadakan di Istana Negara bersama Presiden RI dan tokoh-tokoh pejuang pemberdayaan keluarga yang berasal dari seluruh penjuru tanah air. Melalui Kepala BKKBN mereka melaporkan apa saja yang telah diperjuangkan dalam rangka pemberdayaan keluarga untuk melepaskan anggotanya dari kebodohan dan kemiskinan. Seperti nenek moyangnya kita berharap keluarga Indonesia tetap bersatu dan damai untuk bersama-sama mempertahankan dan mengisi kemerdekaan negara RI yang tercinta. ....
219. JANGAN NYESEL KALAU BELUM KEDAFTAR LAGI
Sekitar empat minggu lagi kita akan berbondong-bondong menuju ke tempat pemungutan suara untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden yang akan kita percaya untuk masa bakti lima tahun mendatang. Salah satu syarat penting agar kita boleh ikut memilih bukan karena kita dewasa dan sudah berumur pantas untuk bertanggung jawab dan pilihan kita dapat dipertanggung jawabkan, tetapi adalah nama kita berada dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang ada pada setiap tempat pemungutan suara. Kalau nama kita tidak tercantum disitu, apapun alasannya, maka kita tidak berhak memberikan sumbangan suara kepada calon yang kita anggap pantas. ....
220. LANSIA SEBAGAI KEKUATAN PEMBANGUNAN
Tahun ini Hari Lansia Nasional diperingati oleh berbagai organisasi sosial kemasyarakatan dalam waktu yang tidak serentak. Kebijaksanaan itu sengaja dilakukan. Ada alasan yang menarik untuk itu. Tahun ini secara bergiliran Menteri Sosial RI menyerahkan pimpinan pelaksana Peringatan Hari Lansia Nasional itu kepada salah seorang anggota Pengurus Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejatheraan Sosial (DNIKS), yaitu dr. Damanhuri dan menempatkan Ketua Umum DNIKS sebagai Penasehat Panitia. Dalam suatu pertemuan, dengan kesadaran akan kenyataan bahwa perhatian terhadap masalah lansia masih sangat rendah, dan dianjurkan agar perhatian terhadap masalah lanjut usia dapat didongkrak. Acara peringatan dipergunakan untuk mengembangkan kesadaran dan perhatian terhadap potensi lansia. Karena itu perlu ditingkatkan kesadaran oleh berbagai organisasi sosial dalam rangkaian peringatan Hari Lansia Nasional tahun ini. Pengembangan komitmen itu merupakan modal untuk membangun budaya cinta lansia serta workfare community yang menghargai partisipasi lansia dalam pembangunan. ....
<<<<<<11 - 12 - 13 - 14 - 15 - 16 - 17 - 18 - 19 - 20 >>>>>>