Cetak sekarang!

PWRI MEMBUAT GEBRAKAN DI DESA

Laporan: Prof Dr Haryono Suyono

 Dalam rangkaian menyongsong Hari Lansia Nasional akhir Mei yang akan datang, PWRI di seluruh Indonesia, bekerja sama dengan PT Taspen, Perum Bulog dan Bank BNI Syariah dan beberapa Bank lainnya, mempersiapkan suatu gebrakan yang akan menolong para pensiunan di seluruh Indonesia untuk bekerja keras dan cerdas dengan sungguh-sungguh bersama rakyat di tingkat pedesaan. Rencananya PWRI dan anggotanya akan bersama-sama mendirikan Rumah Pangan Kita (RPK) Sahara-Posdaya yang akan melayani kebutuhan bhan pokok, sembako dan keperluan lainnya, bagi rakyat banyak di pedesaan. Pendirian RPK Sahara-Posdaya itu sekaligus memberi kesempatan kepada anggota Posdaya yang jumlahnya secara nasional telah mencapai lebih dari 55.000 untuk mengembangkan Kios di rumah masing-masing guna melayani sembako yang dibeli dari RPK yang dikembangkan pada setiap RW atau di desa masing-masing.
Dalam rangkaian menyongsong Hari Lansia Nasional akhir Mei yang akan datang, PWRI di seluruh Indonesia, bekerja sama dengan PT Taspen, Perum Bulog dan Bank BNI Syariah dan beberapa Bank lainnya, mempersiapkan suatu gebrakan yang akan menolong para pensiunan di seluruh Indonesia untuk bekerja keras dan cerdas dengan sungguh-sungguh bersama rakyat di tingkat pedesaan. Rencananya PWRI dan anggotanya akan bersama-sama mendirikan Rumah Pangan Kita (RPK) Sahara-Posdaya yang akan melayani kebutuhan bhan pokok, sembako dan keperluan lainnya, bagi rakyat banyak di pedesaan. Pendirian RPK Sahara-Posdaya itu sekaligus memberi kesempatan kepada anggota Posdaya yang jumlahnya secara nasional telah mencapai lebih dari 55.000 untuk mengembangkan Kios di rumah masing-masing guna melayani sembako yang dibeli dari RPK yang dikembangkan pada setiap RW atau di desa masing-masing. Untuk pertama kali, minggu lalu Ketua Pengda PWRI Jawa Timur, Drs. H. Soedjito didampingi oleh Ketua Umum PB PWRI, Prof. Dr. Haryono Suyono dan manajemen RPK, Ir. Sarmila, mengumpulkan semua Ketua Pengurus Cabang PWRI Kabupaten/Kota dari seluruh Jawa Timur untuk mendengarkan penjelasan pengembangan RPK yang bisa dibangun di setiap RW atau desa padat penduduk di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur. Penjelasan itu diikuti oleh peminat yang melimpah, menampung para pensiunan atau ibu-ibu yang siap mendirikan Warung RPK yang melayani sembako di desa masing-masing. Pada pertemuan yang mendapat perhatian sangat tinggi itu hadir Bank-bank penyalur dana pensiun anggota PWRI dari seluruh Jawa Timur yang secara bersama-sama sepakat mengembangkan Silver College sebagai wahana pertemuan para pensiunan guna menyusun dan mempersiapkan para anggota PWRI yang masih ingin mengembangkan karier keduanya membantu pemberdayaan keluarga di kalangan masyarakat luas. Para pensiunan banyak yang bergerak dalam bidang sosial dalam lingkungan RW/RT masing-masing dan banyak yang menjadi sesepuh dari gerakan pemberdayaan keluarga melalui Pos Pemberdayan Keluaga di pedesaan. Tidak jarang anggota PWRI menjadi pengurus atau sesepuh dari Posdaya di desa masing-masing sehingga dengan pendirian Warung RPK tersebut setiap anggota PWRI bisa mengambil kredit dan menyediakan fasilitas grosir untuk keluarga yang membutuhkan pelayanan supply sembako yang berkualitas dan harganya terjangkau. Proses pengembangan Silver College diarahkan sebagai wahana kegiatan yang mendapat dukungan dari PT Taspen sebagai penyalur dana pensiun pegawai negeri dan pegawai BUMN melalui Bank dan PT Pos Indonesia. Melalui Silver College setiap bulan para pensiunan dapat berkumpul untuk mendapatkan berbagai bentuk penyegaran agar mampu membaur dengan masyarakat dan berbagi ilmu dan ketrampilan yang terakumulasi selama lebih dari 30 tahun mengabdi kepada negara atau ilmu dan keterampilan baru yang dipelajarinya dari pertemuan bulanan di Silver College. Para anggota PWRI tidak lagi tinggal diam di rumah menunggu panggilan Allah SWT, tetapi tetap aktif membantu upaya pembangunan bangsa sesuai dengan kemampuan dan keterampilan yang dimilikinya. Para pensiunan di masa depan akan tetap menjadi kekuatan pembangunan yang harus diperhitungkan karena jumlah dan ketrampilannya bisa melebihi anak muda yang baru tamat sekolah menengah atas atau tamat perguruan tinggi. Para pensiunan sudah jauh lebih matang dan siap menghadapi tantangan sekaligus memiliki kemampuan inovasi yang sudah diuji sepanjang sejarah hidupnya mengabdi kepada nusa dan bangsanya. Pengabdian mereka tidak saja dilandasi dengan kekayaan ilmu pengetahuan dan pengalaman, tetapi pada bagian yang lebih penting dari itu, disertai juga dengan pemberian modal bagi generasi muda di bawahnya karena para pensiunan bisa mengambil kredit dari bank dengan agunan Surat Keputusan Pensiunnya. Kesempatan membangun itu muncul dengan adanya opsi membuka Warung RPK yang menyediakan kebutuhan bahan pokok penduduk kampung dengan kualitas tinggi dan harga terjangkau. Penyediaan bahan pokok itu dijamin oleh Perum Bulog yang menyediakan kebutuhan bahan pokok yang dibeli dalam jumlah besar dan dengan sendirinya dengan harga yang terjangkau. Bahan pokok itu dijamin dengan kualitas tinggi sehingga rakyat di desa akan memperoleh bahan pokok dengan kualitas prima tetapi harganya terjangkau. Pada pertemuan di Surabaya minggu lalu, syarat-syarat yang sederhana dari upaya pembukaan warung RPK itu dibeberkan dengan jelas, agar setiap warung bisa melayani sekitar 2000 Kepala Keluarga, berada di tempat strategis yang bisa dimasuki oleh sebuah kendaraan untuk membawa supply bahan baku yang akan dijual serta memiliki modal sekitar Rp. 250 juta – Rp. 500 juta atau bersedia mengambil kredit dalam jumlah tersebut. Syarat-syarat kredit sangat diperingan dan diberikan bunga yang ringan. Karena itu setiap jenis sembako tidak boleh dijual dengan harga dan keuntungan yang berlebihan tetapi harus tunduk pada harga eceran tertinggi yang ditetapkan. Setiap Warung boleh membuat “agen” yang terdiri dari anggota Posdaya atau penduduk perempuan di desa yang berdekatan dengan warungnya. Setiap agen atau kios bisa mengambil barang jualan dari warung dan dijual dengan harga yang telah ditetapkan. Suatu sinergi yang menguntungkan rakyat banyak di pedesaan dan jaminan bahwa keperluan sembako untuk kehidupan yang sejahtera dijamin dengan baik. Program ini kecuali memenuhi kebutuhan rakyat banyak diharapkan rakyat tidak terombang ambing oleh fluktuasi harga sembako yang menghambat rakyat untuk berkiprah dalam pembangunan dengan baik. Semoga membawa hasil yang positif dan menolong kalangan yang sangat luas. (Prof. Dr. Haryono Suyono, Sosiolog mantan Menko Kesra dan Taskin).


Sumber: http://103.247.8.89//artikel/97769.shtml