Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Rabu, 29 Maret 2017  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
MENYAMBUT KELAHIRAN SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS
Laporan: Prof Dr Haryono Suyono

[Swadaya Mandiri]

Selama lima belastahun terakhir pemerintah dan masyarakat di seluruh dunia melaksanakan suatu konsep pembangunan yang diputuskanoleh PBB padatahun 2000 dalam skema Pembangunan Abad Millenium atau Millennium Development Goals (MDGs) melalui delapan sasarannya yang terkenal. Padahari Jumat tanggal 26 September 2015, Program Abad Millennium (MDGs) itu secara resmi dianggap selesai. Melalui keputusan dari tidak kurang 193 negara anggota PBB dalam Sidang Umum di New York minggu lalu, kelanjutan dari Pembangunan Abad Millennium MDGs itu dilanjutkan sebagai Sustainable Development Goals (SDGs) untuk masa lima belas tahun yang mendatang.
Program Pembangunan Abad Millennium (MDGs) memberi pengaruh kepada banyak Negara dalam mengembangkan program pembangunan dalam suatu paket multi sektor yang luar biasa. Paket pembangunan itu memberikan fokus kepada upaya pengentasan kemiskinan, kelaparan, perhatian terhadap masalah kesehatan, pendidikan, ketidaksetaraan gender dan kelestarian lingkungan. Paket MDGs secara sederhana mudah dimengerti sehingga melalui pemetaan keadaan yang dihadapi, para pengambil keputusan dapat dengan mudah memilih prioritas dan mengarahkan pembangunan di wilayahnya dengan tepat. Namun demikian karena berbagai alasan, keberhasilan pembangunan abad Millennium sangat variatif. Banyak Negara dapat mencapai target MDGs, namun banyak pula yang masih mengalami kendala untuk mencapai target pada akhir tahun ini. Berkat keberhasilan pembangunan ekonomi di China misalnya ,angka kemiskinan di Negara berkembang dapat diturunkan separonya. Namun dicatat pula bahwa janji Negara maju untuk memberikan bantuan tidak seluruhnya dapat direlisasikan.
Kegagalan pencapaian target MDGs menjadi bahan diskusi yang menarik pada kalangan perguruan tinggi maupun pada kalangan masyarakat madani. Sebagian menyalahkan tidak adanya kebijakan yang terfokus, sebagian lainnya menyalahkan tidak ditepatinya janji oleh Negara maju untuk membantu Negara berkembang. Sebagian lain menyalahkan adanya perubahan iklim yang menyebbakan terjadinya musibah bencana alam yang merugikan rakyat banyak di Negara-negara berkembang. Namun pengalaman pengembangan program global seperti MDGs itu merangsang banyak Negara tetap berminat mengembangkan skema baru yang kemudian disebutse bagai Sustainable Development Goals (SDGs).
Dari 17 tujuan SDGs 2015 yang menjadi bahan laporan PBB yang diresmikan pada tanggal 26 September lalu, umumnya dapat dibagi secara kasar menjadi tiga kelompok yang sangat penting. Kelompok yang pertama meliputipengentasan kemiskinan, kelaparan dan keamanan pangan; kesehatan; pendidikan; kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan; serta akses terhadap air dan sanitasi, termasuk juga perlindungan sosial.
Pada kelompok kedua difokuskan pada bidang ekonomi danlingkungan hidup yang pada umumnya merupakan penyempurnaan dari sasaran yang tertuang dalam MDGs, utamanya menggarisbawahi peranan yang dapat diberikan oleh sektor-sektor produktif yang dipadukan dengan upaya pembangunan berkelanjutan. Dalam kelompok ini diberikan tekanan pada upaya pembangunan berkelanjutan, kesempatan kerja yang menguntungkan; akses pada sumber energy; infrastruktur; industrialisasi dan inovasi; kota yang aman dan permukiman; perubahaniklim; kelautan, laut dan kekayaannya; serta ekosistem dan keanekaragaman alam.
Kelompok ketiga ditujukan untuk meningkatkan sasaran MDGs dalam hal mengatasi kesenjangan antar dan dalam setiap Negara; kebutuhan untuk memperkenalkan pola konsumsi dan produksi; pengembangan masyarakat yang inklusif dan damai; akses pada keadilan yang efektif untuk semua, serta lembaga yang akuntabel dan inklusif pada semuatingkatan.
Secara khusus dirahkan agar upaya melalui SDGs tersebut dapat menghilangkan atau setidaknya mengurangi kelemahan yang terjadi selama masa pelaksanaan pembangunan Abad Millennium yang lalu. Banyak diamati bahwa kegagalan di masa lalu menjadi sangat berat bagi Negara dengan pendapatan rendah dan gejala kesalahan pada pelaksanaan di tingkat lapangan. Oleh karena itu sebelum dilakukan Sidang PBB pada hari Jumat lalu, telah dilakukan persiapan yang cukup panjang disertai diskusi yang sangatluas.
Sekretaris Jendral PBB Ban Ki-Moon telah mengadakan pertmuan tingkat tinggi sejak tahun 2012 yang menghasilkan laporan khusus tentang SDGs dan sasaran-sasaran yang direkomendasikan. Telah pula dibentuk Panitia tingkat tinggi untuk membahas sasaran SDGs yang akan dijadikan bahasan global yang dipimpin bersama oleh Perdana Menteri Inggris David Cameron, Presiden RI SusiloBambangYudhoyono dan Presiden Liberia Ellen Johnson.
Dengan diterimanya konsep SDGs oleh PBB, yang memberi perhatian pada pembangunan ekonomi, lingkungan dan tujuan-tujuan pembangan sosial dapat dianggap merupakan langkah maju untuk ummat manusia. Langkah itu diharapkan segera diperkenalkan secara luas agar gagasan serta indikator operasionalnya dapat dijadikan pedomanuntuk mengarahkan pembangunan limabelastahun kedepan. Dunia memasuki era baru yang memberi harapan dimana manusia memegang peranan penting untuk suatu pembangunan yang berkelanjutan. Lebih dari itu diperlukan komitmen politik yang sangat tinggi dalam suatu dan antar Negara untuk saling membantu danmenggerakkan partisipasi masyarakat yang luas, dukungan dana serta kearifan lokal yang memberi dukungan pencapaian yang merata dan luas. (Prof.Dr.Haryono Suyono, Ketua Yayasan Damandiri)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
KONSISTEN MEMBANGUN BUDAYA GOTONG ROYONG
MENYEBAR SEMANGAT DAN BERANI MEMULAI
BERKURBAN KARENA ALLAH
AJARAN HIDUP YANG PENUH MAKNA
UNSOED MENGABDI DAN PEDULI