Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Rabu, 29 Maret 2017  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
BERKURBAN KARENA ALLAH
Laporan: Prof Dr Haryono Suyono

[Swadaya Mandiri]

Minggu depan, ummat Islam di seluruh dunia akan memperingati Hari Raya Idul Adha 1436 H. Peringatah Hari Raya Idul Adha selalu mengharukan karena kita semua diingatkan cerita yang saangat menyentuh karena seorang ayah, Nabi Ibrahim AS, atas dasar keimanan dan ketaqwaannya kepada Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa, siap, sanggup dan dengan ikhlas mengorbankan anaknya. Nabi Ibrahim adalah putera Aazar (Tarih) bin Tahur bin Rau’ bin Falij bin Syalih bin Arfakhsyad bin Saam bin Nuh AS. Perintah dan cerita untuk memenggal anak beliau yang mengharukan itu kita ambil hikmahnya karena ternyata perintah dari Allah kepada Nabi Ibrahim AS diganti dengan memotong seekor kambing yang siap disembelih. Rupanya kembing itu setelah dipotong ada perintah berikutnya bahwa dagingnya dibagikan kepada fakir miskin, suatu ajaran mendalam yang kini diikuti oleh ummat Islam dari seluruh dunia. Suatu ajaran menyembelih hewan kurban dan dagingnya dibagikan dengan ikhlas kepada seluruh keluarga miskin yang dianggap berhak menerimanya.

Sesungguhnya sikap dan tingkah laku hidup di dunia ini, khususnya bagi ummat Islam, telah digariskan dalam kitab suci Al Qur’an. Andaikan seluruh tuntunan dilaksanakan dengan ikhlas, petunjuk filosofis dan operasionalnya sudah jelas dan dianut sebagai tuntunan seluruh ummat Islam se dunia, hidup ini akan sangat tenteram. Kita tidak harus menghafal petunjuk itu, tetapi harus tanpa ragu-ragu dan sungguh-sungguh menghindari larangan dan melaksanakan petunjuk itu dengan sebenar-benarnya.

Ajaran yang utama adalah bahwa sesama ummat Islam adalah bersaudara. Oleh karena itu, melalui pengembangan Posdaya di semua desa, kita tegaskan bahwa persaudaraan diantara keluarga yang berdekatan kita segarkan. Tidak boleh ada anak dari sesama saudara dibiarkan sakit tanpa ada usaha untuk menyembuhkannya. Siapapun yang sakit harus segera dibawa ke tempat pelayanan kesehatan, kita wajib ihtiar agar ummat manusia yang diciptakannya tidak dibiarkan menderita karena sakit.

Promis berikutnya adalah pesan khusus yang dituangkan pertama dalam kitab suci Al Qur’an yaitu : “bacalah”, yang dalam artian modern tidak sekedar membaca tetapi mengirim seluruh anak-anak usia sekolah bersekolah setinggi-tingginya. Nenek moyang dan ahli agama di masa lalu bahkan memberi contoh untuk belajar sampai ke luar negeri mengaji kepada para ulama dan non ulama yang dianggap mempertajam daya pikir dan kemampuan analitis agar segera sebesar-besarnya diabdikan kepada rakyat banyak. Secara ekstrim dianjurkan, kalau perlu belajarlah ke negeri Cina, yang sejak jaman dahulu maju dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Dari petunjuk itu nyata-nyata tidak ada larangan belajar dari siapapun yang dianggap mampu dan menambah khasanah ilmu yang kita miliki.

Dalam bidang bisnis, kita diberi contoh bahwa usaha bisnis harus menjadi bagian dari hidup setiap keluarga. Nabi Besar Muhammad SAW memberikan contoh bahwa di sekitar Masjid didirikan pasar dan tempat pertukaran barang produksi dari segala penjuru desa. Masyarakat luas dengan tekun berusaha berdagang dan menukarkan produksi yang dikerjakan di desa dan di tempat tinggalnya dengan keperluan lain yang diproduksi oleh masyarakat luas. Masyarakat bukan hanya diajari mengolah bahan baku yang ada di sekitarnya, tetapi juga mengolah sisa-sisa dari suatu olahan, misalnya kulit kambing diubah menjadi produk berharga seperti kursi-kursi tempat duduk yang dihias gambar indah dijual dan dijadikan pendapatan yang membawa kemakmuran. Tidak ada yang boleh dibiarkan berlalu tanpa guna begitu saja, ummat sejak jaman Nabi Besar kita diajari untuk berhemat atas segala ciptaan dan pemberian Tuhan Yang Maha Kuasa.

Nabi Besar Muhammad SAW mengajarkan pemeliharaan lingkungan. Memelihara dan menghemat air agar padang pasir yang mengembang luas dengan diselimutinya dengan pohon rindang agar tetap berfungsi sebagai sumber air yang mengalir tiada henti. Air zam-zam dijadikan contoh bahwa air yang dihormati, dicintai dan dipelihara kebersihannya dengan sepenuh hati bisa dinikmati oleh ummat dari seluruh dunia tanpa ada hentinya. Air menjadi sumber kehidupan bagi ummat manusia dan justru ummat manusia tidak bisa hidup tanpa air. Diajarkan pula bahwa air selalu hidup berdampingan dengan tumbuh-tumbuhan yang saling bersimbiose saling melindungi dan saling tolong menolong. Saudi Arabia sebagai pusat Agama Islam yang tandus telah memberi contoh bahwa padang pasirpun bisa dirubah menjadi taman yang mempesona penuh pohon dan bunga-bunga yang indah. Pohon dan bunga tumbuh subur karena dicintai dan dipelihara oleh manusia yang beriman sangat tinggi kepada Allah yang menciptakannya. Mudah-mudahan Hari Raya Idul Adha tahun ini membawa tuntunan kepada kita untuk makin Iman dan Taqwa kepadaNya. Amin. (Prof. Dr. Haryono Suyono, Mantan Menko Kesra dan Taskin, www.haryono.com).

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
AJARAN HIDUP YANG PENUH MAKNA
UNSOED MENGABDI DAN PEDULI
LANSIA MENJADI KEKUATAN PEMBANGUNAN
KELUARGA PRASEJAHTERA MEMBANGUN BISNIS
MEMAKMURKAN MASJID MENSEJAHTERAKAN RAKYAT