Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Selasa, 28 Maret 2017  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Rusia Nilai Sanksi Tidak Dapat Diterima
[Luar Negeri]

Iran Abaikan Sanksi Baru Uni Eropa
Rusia Nilai Sanksi Tidak Dapat Diterima


Teheran, Pelita
Iran bersikukuh akan meneruskan program nuklirnya meskipun berada di bawah tekanan sanksi keras Uni Eropa, namun pihaknya menyatakan siap setiap saat untuk melanjutkan perundingan nuklir, Selasa (27/7).
Uni Eropa menjatuhkan sanksi keras terhadap Iran untuk menghentikan pengayaan uraniumnya Senin, meskipun Iran dan Rusia mengecam sanksi itu.
Kanada mengikuti langkah Uni Eropa itu dan AS sebagai penggagas dihentikannya nuklir itu akan menerapkan sanksi lebih keras lagi.
Menlu Rusia menyatakan, sanksi yang dijatuhkan kepada Iran tidak dapat diterima.
Dalam sebuah wawancara dengan Press TV, Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad menyatakan, Iran akan melanjutkan perundingan terkait nuklirnya pada September.
Brazil dan Turki yang menjadi anggota tetap DK-PBB menolak untuk memberikan sanksi terhadap Teheran melalui forum itu pada Juni.
Menlu Iran Ramin Mehmanparast menyatakan, Iran sangat kecewa dan mengecam sanksi itu, dia menilai sanksi itu justri tidak akan memuluskan perundingan, tulis AFP.
Sanksi yang dijatuhkan kepada Iran itu tidak akan meluluhkan keinginan Iran untuk mempertahankan haknya mengembangkan nuklir untuk tujuan damai, kata Mehmanparast seperti dikutip IRNA.
Sanksi kras yang dijatuhkan Uni Eropa ini mengikuti langkah usulan AS di sidang DK-PBB yang memberikan empat paket sanksi yang dijatuhkan pada 9 Juni.
Sanksi tersebut termasuk penghentian penjualan peralatan, tekhnologi, dan pelayanan sektor energi untuk Iran dan eksplorasi dan produksi gas, kata salah seorang diplomat Uni Eropa. Investasi baru di sektor energi juga sudah dihentikan.
Sekutu dekat Iran, Rusia menyatakan bahwa sanksi Uni Eropa itu tidak dapat diterima dan memperlihatkan mereka telah mengabaikan koordinasi terhadap ketentuan PBB yang mestinya dilakukan secara hati-hati.
Iran merupakan produser ke empat terbesar dalam hal eksplorasi minyak, namun negara itu masih harus mengimpor minyak jadi sebesar 40 persen, disamping itu, negara itu juga sebagai negara penghasil gas alam terbesar kedua dunia. Beberapa negara telah menghentikan transaksi dengan Iran setelah jatuhnya sanksi PBB.
Disamping itu, sanksi Uni Eropa ini akan berdampak pada sektor perbankan Iran, dalam regulasi baru ini, transaksi di atas 52.000 dolar AS akan diperiksa oleh Uni Eropa.
Dalam sebuah kesempatan, Presiden Ahmadinejad mengatakan, Amerika Serikat kini berencana melancarkan dua perang di Timur Tengah untuk menekan Teheran, tulis Press TV, Selasa.
Kami memiliki informasi tepat bahwa Amerika merancang rencana ... mereka berencana akan menyerang sedikit-dikitnya dua negara di kawasan ini dalam tiga bulan mendatang, kata Ahmadinejad.
Ahmadinejad mengatakan, AS sedang berupaya melakukan dua sasaran utama dari perang-perang itu.
Pertama, mereka ingin menghantam kemajuan dan perkembangan Iran sejak mereka menentang pertumbuhan kami, dan kedua, mereka ingin menyelamatkan rezim Zionis karena rezim itu telah mencapai akhir dan bisa diselamatkan melalui konfrontasi militer, katanya merujuk kepada Israel.
Negara Yahudi itu dipercaya sebagai satu-satu negara Timur Tengah yang memiliki senjata nuklir, meskipun tidak pernah diungkapkan.
Israel menjadi sasaran kemarahan masyarakat internasional baru-baru ini setelah tentaranya menyerbu kapal bantuan kemanusiaan internasional untuk rakyat Gaza, wilayah Palestina yang mereka caplok sejak perang 1967.
Pemimpin Iran menganggap Holocaust hanyalah mitos dan pernah menyatakan akan menghapus Israel dari peta dunia. (rid)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Karpet Merah India untuk Junta Militer
Blair: Keberadaan Hamas Justru Membantu
Intelijen Pakistan Dituding Dukung Taliban
Duch Hanya Diganjar 19 Tahun Setelah Siksa 16.000 Orang
Banjir Besar di China 52 Tewas dan 20 Hilang