Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Sabtu, 21 Januari 2017  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Kantin Kejujuran Tidak Hanya di Sekolah
[Metropolitan]

Kantin Kejujuran Tidak Hanya di Sekolah

Jakarta, Pelita
Kantin kejujuran di sekolah-sekolah merupakan upaya untuk mendidik akhlak siswa agar berperilaku jujur. Selain mengembangkan budaya malu pada diri siswa.
Pembentukan moral yang menjunjung tinggi kejujuran harus dikenalkan sejak usia dini, kata Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Soedibyo, ketika meresmikan Kantin Kejujuran di SMA Negeri 78 Jakarta Barat, Selasa (27/7).
Kajati, menyadari efek keberadaan kantin ini tidak bisa langsung dirasakan. Tapi diharapkan dapat menanamkan moral yang nantinya bisa membuat mereka menjadi aparatur pemerintah yang jujur.
Apalagi, jika dikaitkan dengan upaya pemberantasan korupsi yang sudah menjadi konsumsi publik. Ia menganggap pemberantasannya tidak bisa ditangani dalam aspek hukum semata, tetapi juga pembentukkan moral.
Konsep kantin kejujuran berbeda dengan kantin umumnya yang menjual makanan kecil dan minuman, hanya saja kantin ini tidak memiliki penjual dan tidak dijaga. Hanya tersedia makanan, daftar harga, dan kotak untuk membayar dan mengambil uang kembalian.
Siswa jajan pun, mereka melayani diri sendiri dan membayar sesuai harga yang tertera. Kalaupun ada kembalian, mereka dituntut mengambil uang yang seharusnya, jelasnya.
Kepala Dinas Pendidikan, Taufik Yudi Mulyanto didampingi Ka Sudin Dikmen Drs.H.A.Hamid menjelaskan kantin kejujuran ini bukan semata milik sekolah negeri, tetapi juga sekolah swasta. Di Jakarta Barat akan memiliki kantin kejujuran 50 sekolah di 33 SMP, 12 SMA, dan 5 SMK. Sedang di Indonesia sudah ada sekitar 10 ribu kantin serupa.
Tidak hanya di sekolah
Sedangkan H. Budhi orang tua siswa mengakatan nilai kejujuran tidak hanya diterapkan di sekolah-sekolah, tapi semua elemen masyarakat. Terutama di intitusi hukum karena sementara ini orang sudah ketidak percayaan terhadap penegakan hukum. Kalau siswa sekolah atau rakyat akan mengikuti para pemimpin baik pejabat negara termasuk legislatifnya. Tunjukan dahulu bahwa penegakan hukum benar-benar dilaksanakan secara jujur, kata H.Budhi oarng tua siswa di SMA Negeri 78 Jakarta Barat.
H.Budhi mengambil contoh seperti di tempat tinggalnya di Meruya Selatan, rakyat yang memperoleh haknya secara prosedur dan benar diperlakukan tidak adil karena perlakukan aparat intitusi hukum terkait dengan eksekusi lahan di Meruya Selatan seluas 78 Ha.
Putusan Mahkamah Agung (MA) yang tidak bisa diterima dengan akal pikiran dibiarkan sudah tiga tahun ini MA bungkam. Tidak mau memperbaiki kekeliriuannya. Apalah artinya kalau kantin kejujuran didirikan di sekolah sementara aparat intitusi hukumnya tidak jujur, ujar H.Budhi. (owy)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Ganti Rugi Lahan BKT Jakut Segera Dibayar
Polda Metro Dukung Pembatasan Sepeda Motor
Asrama Polisi Terbakar 1 Tewas, 30 Rumah Ludes
Orangtua Murid Dipukul Guru Lapor Polisi dan Komnas HAM
Pesepeda Tagih Janji Lahan Parkir dan Jalur Sepeda