Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Sabtu, 21 Januari 2017  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Rumah Singgah untuk Anak dari Keluarga Miskin
[Hallo Bogor]

Rumah Singgah untuk Anak dari Keluarga Miskin

Bogor, Pelita
Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri mengemukakan bahwa para orang tua dari golongan kurang mampu atau miskin bisa memanfaatkan rumah singgah untuk menitipkan anaknya selama bekerja.
Orang tua perlu memperhatikan anaknya, khususnya bila (anak)
bertindak aneh. Kalau bisa dititipkan ke rumah singgah, karena ada pekerja sosial yang membina, katanya seperti disampaikan Tenaga Ahli Bidang Hubungan Media dan Tata Kelola Pemerintahan Mensos Drs Sapto Waluyo, MSc seperti diberitakan Antara, di Bogor, kemarin.
Pernyataan itu disampaikan Mensos saat berkunjung ke terminal Pasar Minggu, Jakarta Sabtu (24/7) tengah malam untuk bertemu Ny Cut Sri Sariah, ibu dari Mohammad Basir (11) yang meninggal dunia dengan menggantung diri.
Kami prihatin dengan kepergian Basir. Mungkin maksudnya baik meringankan beban orang tua, tapi caranya keliru, katanya saat berdialog dengan Sariah di warungnya.
Dalam kesempatan itu, Sariah juga menyampaikan rasa sedihnya kepada Mensos. Saya dan suami sangat sedih, kami berusaha mencukupi kebutuhan sehari-hari, tapi Basir memang ingin sekolah, sedangkan kami tak punya biaya, kata Sariah saat menerima bantuan modal dari Mensos.
Mensos sebelumnya mengunjungi rumah singgah Akur Kurnia dekat Pasar Kramat Jati dan melepas Mimin, gadis asal Kabupaten Indramayu yang ditemukan terlantar di terminal Pulogadung oleh tim reaksi cepat (TRC) Kemensos.
TRC bersikap responsif bekerja sama dengan dinas sosial (Dinsos) setempat untuk mengembalikan dia kepada keluarga, kata Mensos.
Menurut Sapto Waluyo, Mensos dalam beberapa kesempatan sering mengunjungi berbagai kelompok masyarakat pada tengah malam untuk berdialog dengan mereka, seperti yang dilakukan dengan anak jalanan.
Pada Mei lalu, katanya, Mensos bermalam minggu dengan anak-anak jalanan di rel kereta api Pejompongan, kawasan Jakarta Pusat. Dalam acara malam mingguan itu, Mensos ditemani Dirjen Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Makmur Sunusi, staf khusus Drs Musholi, Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) DKI Jakarta Budiharjo dan TRC anak jalanan Kementerian Sosial.
Mensos mengatakan, kedatangannya untuk begadang bersama anak jalanan itu adalah untuk mengecek kondisi riil anak jalanan di waktu malam, serta melihat langsung bagaimana mereka menjalani kehidupan yang keras.
Selain itu, juga melihat para pekerja sosial yang mengelola rumah singgah sejauh mana kemampuan mereka melayani kebutuhan anak, katanya.
Seorang anak jalanan bernama Iqbal (9) mengaku terkejut dengan kedatangan Mensos ke tempat mereka. Kami tak sangka pak menteri mau datang malam-malam, kata Iqbal mewakili teman-temannya saat menyambut kedatangan Mensos usai belajar bersama 25 kawannya di PKBM Bina Mandiri.
Dialog spontan antara Mensos dan anak jalanan itu berlangsung hingga tengah malam pukul hingga menjelang Minggu dinihari.
Salim Segaf Al Jufri menambahkan bahwa kegiatan dimaksud merupakan implementasi Inpres Nomor 3 tahun 2010 tentang program justice for all, terutama kelompok marjinal seperti Nining, gadis 18 tahun yang lulus sekolah menengah kejuruan (SMK) tapi belum punya akta kelahiran.
Tolong orang tua atau koordinator di sini lapor ke sub dinas sosial Jakarta Pusat, nanti akan segera diselesaikan, kata Kadinsos DKI Jakarta Budiharjo.
Mengutip Mensos, Sapto Waluyo menambahkan bahwa anak terlantar di Indonesia yang usianya di bawah 18 tahun terus bertambah, dan kini jumlahnya telah mencapai 5,4 juta orang.
Tingkat pertumbuhan anak-anak terlantar itu jelas tidak sehat karena tidak di rumah, dan kurang mendapat perlindungan seperti akses belajar, kesehatan dan lain-lain, katanya.
Ia mengatakan, dari 5,4 juta anak terlantar itu, sebanyak 232 ribu di antaranya merupakan anak jalanan yang terbagi atas tiga kelompok anak-anak yang seluruh hidupnya di jalan, kelompok anak yang 4-5 jam di jalanan, dan kelompok anak yang mendekati jalanan.
Khusus di Jakarta, jumlah anak jalanan telah mencapai 12 ribu orang, sesuai hasil pendataan dinas sosial setempat, katanya.
Dalam satu kunjungan ke rumah perlindungan anak di Jakarta Mensos mengakui jumlah anak jalanan terus bertambah, karena itu Kemensos akan bekerja keras untuk penanggulangannya dengan membina mereka di rumah perlindungan anak, dan orangtuanyapun diberdayakan.
Ia mengatakan, melakukan program pemberdayaan keluarga/masyarakat secara efektif dapat menanggulangi masalah kemiskinan yang umumnya masih menjadi penyebab keberadaan anak-anak jalanan.
Karena itu, ia menegaskan, perlunya kerja keras dalam upaya
menurunkan jumlah anak jalanan yang terus bertambah di mana salah

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Beasiswa S1 dari Rabobank
Jelang Ramadhan Pedagang Kembang Api Marak
Bogor Segera Lakukan Operasi Pasar Beras Murah
Indonesia Belum Miliki Pengusaha Berjiwa Technopreneur
Disdik Pemkab Bogor Rawan Ranmor