Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Senin, 27 Februari 2017  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Bogor Segera Lakukan Operasi Pasar Beras Murah
[Hallo Bogor]

Bogor Segera Lakukan Operasi Pasar Beras Murah

Bogor, Pelita
Kepala Kantor Ketahanan Pangan Kota Bogor Lucy Angela mengatakan, pihaknya telah mengajukan permohonan kepada Pemerintah Kota Bogor untuk segera melakukan operasi pasar murah meski kenaikan harga beras belum mencapai 15 persen.
Pada rapat Selasa pekan lalu, kami telah mengajukan permohonan kepada wali kota Bogor untuk segera melakukan operasi pasar murah, mengingat kenaikan harga menjelang bulan Ramadhan sudah cukup signifikan, dan dikhawatirkan akan memberatkan masyarakat, katanya seperti diberitakan Antara, di Bogor, Senin (26/7).
Ia mengatakan, kenaikan harga beras di Bogor terjadi setiap hari. Kenaikan yang secara perlahan-lahan ini dikhawatirkan ada permainan spekulan yang mencari keuntungan di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu.
Operasi pasar murah itu dilakukan untuk mengendalikan harga di pasaran, sehingga kenaikan harga tidak terlalu tinggi. Kita khawatir dengan adanya kenaikan harga beras yang hampir setiap hari terjadi itu disebabkan adanya permainan spekulan, katanya.
Pihaknya telah berkoodinasi dengan Bulog dan Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindakop) Kota Bogor. Bulog telah menyatakan kesiapannya untuk menggelar operasi pasar murah.
Kota Bogor mendapat cadangan pangan dari pemerintah pusat sebanyak 100 ton yang diberikan setiap tahun, cadangan pangan ini yang nantinya akan dijadikan untuk operasi murah murah, kata Lucy.
Sementara itu, Kepala Bidang Disperindakop Kota Bogor M Sinaga mengatakan, operasi pasar murah akan digelar bila kenaikan harga beras telah mencapai 15 persen. Pekan lalu kenaikan harga beras baru 8,5 persen, katanya.
Saat ini, kata Sinaga, pihaknya sedang menunggu hasil pengamatan kenaikan harga pada pekan ini untuk memastikan kenaikan harga barang dan beras.
Jika terjadi kenaikan dari 8,5 persen ke level 10 persen, pihaknya akan melakukan pertimbangan untuk melakukan operasi pasar murah.
Sinaga menjelaskan, untuk menggelar operasi pasar murah diperlukan beberapa pertimbangan. Jika terlalu dini berdampak tidak baik untuk para pedagang dan pelaksanaanya tidak efektif.
Kita ingin pelaksanaan operasi pasar efektif dan tepat sasaran. Jika saat ini kita lakukan, sementara kenaikan belum mencapai sasaran dan waktunya terlalu cepat, khawatirnya yang akan membeli bukan masyarakat tapi malah pedagang, katanya.
Pertimbangan untuk melakukan OPM akan dilakukan dalam sepekan ini. Jika hasil pengamatan menunjukkan kenaikan harga beras belum 15 persen tapi meningkat dari 8,5 persen, pihaknya akan menurunkan tim ke pasar mengawasi harga pasar, dan melacak adanya spekulan. Tujuannya adalah sebagai dampak psikologi bagi para pedagang yang mencoba bermain di pasaran.
Dadang salah seorang pedagang beras di Pasar Anyar Bogor menyebutkan, kenaikan harga beras hampir setiap hari terjadi. Kondisi ini sudah terjadi sebulan sebelum memasuki bulan Ramadhan.
Rata-rata setiap hari naik Rp100 rupiah untuk setiap jenis beras, saat ini beras paling murah dijual Rp5.500 jenis IR biasa, katanya.
Pantauan harga di pasar kenaikan terjadi hampir di semua jenis barang, seperti telur ayam naik dari Rp15.000 menjadi Rp15.500, gula dari Rp8.000 kini menjadi Rp10.000 per kilogram. Sementara harga tepung masih bertahan Rp7.500. (djo)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Indonesia Belum Miliki Pengusaha Berjiwa Technopreneur
Disdik Pemkab Bogor Rawan Ranmor
Gapensi Komitmen Tingkatkan Kualitas
Pemkab Tetap Akan Bongkar Bangunan Tanpa Izin di TNGHS
Kecamatan Cariu Jadi Bengkel Pengembangan Kerajinan Perhiasan