Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Sabtu, 25 Februari 2017  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Indonesia Belum Miliki Pengusaha Berjiwa Technopreneur
[Hallo Bogor]

Indonesia Belum Miliki Pengusaha Berjiwa Technopreneur

Bogor, Pelita
Direktur Recognition and Mentoring Program (RAMP) Institut Pertanian Bogor Dr Ir Aji Hermawan MM mengatakan Indonesia belum memiliki sosok pengusaha yang berjiwa technopreneur atau yang memiliki kemampuan mengembangkan inovasi teknologi dalam dunia usaha.
Aji mengatakan di Bogor, Jawa Barat, Senin (26/7) saat ini yang dimiliki Indonesia baru pedagang atau pengusaha yang hanya berorientasi pada pasar semata.
Indonesia belum memiliki satupun pengusaha yang berjiwa technopreneur. Yang sudah dimiliki baru pengusaha biasa. Technopreneur adalah pengusaha luar biasa, karena bukan hanya bicara soal kemampuan berdagang namun berinovasi dan mengembangkan teknologi untuk menjawab kebutuhan masyarakat, ujar Aji di sela-sela pembukaan pelatihan Technopreneurship atau insentive - Student Technopreneurship Program (i-STEP) 2010 di Kota Bogor.
Pembukaan pelatihan i-STEP dipusatkan di CICO Resort, Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, oleh Wakil Rektor bidang bisnis dan komunikasi IPB, Dr Arif Imam Suroso.
Menurut Aji, sulitnya mencari sosok pengusaha yang berkarakter technopreneurship karena lemahnya faktor akses atau penguasaan inovasi teknologi.
Dia memastikan, para pengusaha yang saat ini berkiprah di pentas nasional belum ada yang bisa mengembangkan teknologi dalam usahanya. Pengusaha manufaktur yang kita miliki, mengimpor teknologi dari luar negeri. Indonesia belum memiliki satupun pengusaha yang sekaligus ahli technopreneur, papar Aji yang juga menjabat sebagai Wakil Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Dikatakannya, usaha atau bisnis bukan melulu bicara soal pasar. Bisnis juga berbicara mengenai teknologi, guna menjawab berbagai kebutuhan yang dihadapi oleh masyarakat.
Ia mengaku tidak sependapat dengan pengusaha nasional Bob Sadino yang bersikukuh bahwa memasuki dunia usaha tidak mesti harus belajar tinggi tetapi yang terpenting akses pasar dan kemampuan menangkap peluang yang ada.
Jika Indonesia bisa mencetak technopreneur dalam jumlah banyak, hal itu akan sangat membantu menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi dalam kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, RAMP IPB yang merupakan perwakilan dari lembaga penemu di dunia yang berpusat di AS setiap tahun menyelenggarakan kegiatan i-STEP. Kali ini merupakan event yang kelima kali digelar RAMP.
Pelatihan i-STEP bertujuan untuk mendukung mahasiswa agar mampu menciptakan inovasi teknologi yang dapat memberikan dampak positif kepada masyarakat khususnya bagi kalangan marginal, ujar dia.
Aji melanjutkan, acara ini merupakan nilai tambah bagi IPB sebagai satu-satunya perguruan tinggi yang dipilih untuk mengembangkan generasi mahasiswa yang merupakan sumber inovasi dan calon entrepreneur masa depan.
Pelatihan i-STEP akan dilangsungkan hingga 9 Agustus mendatang. Acara tersebut diikuti 50 mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi terkemuka di Jawa dan Indonesia bagian timur.
Dibuka rektor
Dari Bogor Antara juga memberitakan Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Dr Ir Herry Suhardiyanto MSc, membuka pelatihan Technopreneurship yang berlangsung hingga 9 Agustus 2010. Pembukaan dipusatkan di CICO Resort, Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat.
Program i-STEP merupakan kegiatan tahunan yang digagas oleh RAMP IPB sejak tiga tahun lalu, dan i-STEP tahun 2010 merupakan yang keempat diselenggarakan RAMP.
Mereka yang disertakan dalam program ini adalah para mahasiswa terbaik dari berbagai perguruan tinggi (PT) terkemuka di Tanah Air, yang memiliki minat untuk pengembangan invensi, inovasi serta memiliki ide atau solusi teknologi untuk menyelesaikan permasalahan dalam bidang air, energi, kesehatan, pertanian, atau keanekaragaman hayati.
Pelatihan i-STEP diselenggarakan di dua tempat yaitu di CICO Resort Cimahpar dan kampus IPB Bogor. Peserta yang mengikuti pelatihan technopreneurship merupakan hasil rangkaian seleksi yang dilakukan secara ketat oleh RAMP IPB. Persyaratan yang harus dipenuhi peserta antara lain memiliki temuan yang berkaitan dengan bidang air, kesehatan, energi, pertanian dan keanekaragaman hayati, kata Aji Hermawan.
Pelatihan cuma-cuma alias gratis selama dua minggu. Selain itu, para peserta juga diberi pengganti biaya transportasi pulang-pergi, akomodasi (penginapan), makan, snak, dan lainnya selama pelatihan, termasuk seluruh materi.
Inti pelatihan adalah bagaimana menumbuhkan ide inovasi teknologi dan membawanya sampai menjadi suatu bisnis atau usaha yang bermanfaat bagi masyarakat. Kami mengistilahkannya sebagai from idea to impact, katanya.
Hari pertama pelatihan i-STEP sejumlah pakar dipastikan mengisi materi yaitu Rektor IPB Herry Suhardiyanto, Direktur Utama CV Cihanjuang Inti Teknik Eddy Permadi, Direktur Majestik Buana Group Eddy Permadi, dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB serta penerima fasilitas program RAMP Prof Dr Aro Purbayanto serta Nicp Daniar Atmaja yang tak lain merupakan alumni i-STEP 2008 dan penerima fasilitas mentoring RAMP. (djo)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Disdik Pemkab Bogor Rawan Ranmor
Gapensi Komitmen Tingkatkan Kualitas
Pemkab Tetap Akan Bongkar Bangunan Tanpa Izin di TNGHS
Kecamatan Cariu Jadi Bengkel Pengembangan Kerajinan Perhiasan
PWI Perwakilan Kabupaten Bogor Meradang