Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Selasa, 24 Januari 2017  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Intelijen Pakistan Dituding Dukung Taliban
[Luar Negeri]

Intelijen Pakistan Dituding Dukung Taliban

Islamabad, Pelita
Badan Intelijen Pakistan (ISI) menolak tuduhan sebuah laporan yang menyebutkan hubungan antara institusi tersebut dengan Taliban dan menyebut tuduhan itu tindakan jahat dan tidak berdasar, Senin (26/7).
Laporan tersebut diposkan secara online melalui Wikileaks sehingga memunculkan pertanyaan besar apakah AS dapat meyakinkan Pakistan untuk memutus hubungan bersejarahnya dengan Taliban.
Pemerintah AS telah mengucurkan miliaran dolar bantuan militer untuk Pakistan sejak 2001 untuk memperkuat kerjasama.
Laporan intelijen itu ditulis mulai Januari 2004 hingga Desember 2009 menunjukkan pejabat intelijen Pakistan dan bekas pejabatnya telah bertemu secara langsung dengan pemimpin Taliban untuk merancang serangan di Afghanistan.
Seorang pejabat tinggi ISI membantah tuduhan itu, data intelijen tersebut masih mentah dan belum diverifikasi dan hanya ditujukan untuk merusak citra badan intelijen Pakistan, katanya tanpa mau disebut identitasnya.
Jubir tentara Pakistan Mayjen Athar Abbas tidak dapat dibungi AP terkait masalah ini. Badan intelijen tersebut berada dibawah naungan tentara nasional.
Dalam laporan Maret 2008, ISI diduga memerintahkan seorang pemimpin militan yang berbasis di provinsi NWFP, Siraj Haqqani untuk membunuh pekerja asal India yang membangun jalan-jalan di Afghanistan. Sebelumnya, pada Maret 2007, ISI juga telah memberikan seribu sepeda motor kepada Jalaluddin Haqqani (Ayah Siraj) untuk melakukan bom bunuh diri di Afghanistan.
Laporan lainnya juga menyebutkan, bekas kepala ISI akhir tahun 1980an, Hamid Gul ketika mereka bekerjasama dengan AS mendukung militan Taliban.
Dalam laporan itu, Gul juga menyebutkan dirinya pendukung Taliban dan diduga memerintahkan tiga orang pada Desembar 2006 untuk melancarkan serangan di Kabul.
Gul yang banyak disebut-sebut dalam laporan itu, menolak tudingan itu dan menyebut, tuduhan itu sebagai fiksi belaka.
Wikileaks juga meluncurkan dokumen yang yang membuat sejumlah klasifikasi keterlibatan pejabat militer dan diplomat dalam situsnya, Minggu. The New York Times, the Guardian dan Der Spigel menjadi media pertama yang mendapatkan akses dokumen itu.
The Guardian menyatakan ragu-ragu atas laporan dalam dokumen itu dan menyebutkan, mereka gagal menyuguhkan bukti-bukti kuat terkait hubungan antara Taliban dan ISI, tulis AP.
Laporan itu menyebutkan ISI menyuplai, mempersenjatai dan melatih para pemberontak sejak 2004. Salah satu laporan itu juga menyebutkan rencana pembunuhan terhadap Presiden Afghan Hamid Karzai.
Dubes Pakistan untuk AS Husein Haqqani menyatakan dokumen tersebut tidak mencerminkan realitas di lapangan.
Penasehat pertahanan Gedung Putih, Jen. Jim Jones membela kerjasama AS dan Pakistan dan menambahkan kerjasama melawan terorisme telah menghasilkan capaian penting melawan pemimpin al-Qaeda, Meskipun demikian, dia mengajak Pakistan untuk melakukan langkah strategis dalam melawan kelompok pemberontak. (rid)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Duch Hanya Diganjar 19 Tahun Setelah Siksa 16.000 Orang
Banjir Besar di China 52 Tewas dan 20 Hilang
Velezuela Bekukan Hubungan Diplomatik dengan Kolumbia
Kemenangan Menakjubkan bagi Kosovo
Menggauli Perempuan Yahudi, Warga Palestina Dihukum