Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Senin, 20 Februari 2017  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Duch Hanya Diganjar 19 Tahun Setelah Siksa 16.000 Orang
[Luar Negeri]

Duch Hanya Diganjar 19 Tahun Setelah Siksa 16.000 Orang


Phnom Penh, Pelita
Pengadilan khusus yang digelar PBB memvonis bersalah seorang bekas kepala penjara Khmer Merah atas sejumlah kejahatan melawan kemanusiaan dan menjatuhkan vonis 19 tahun penjara, Senin (26/7).
Sejumlah korban dan keluarganya meneteskan air mata setelah putusan yang dijatuhkan kepada Kaing Guek Eav yang juga dikenal Duch yang hanya menjalani hukuman 19 tahun penjara akibat kekejamannya melawan kemanusiaan .
Dengan putusan itu, masih dimungkinan pria berumur 67 tahun itu menghirup udara segar, harapan itulah yang membuat kecewa sejumlah keluarga yang menjadi korban tindakan sewenang-wenangnya yang menewaskan 1,7 juta orang dari tahun 1975-1979. Saya tidak bisa menerima ini, kata Sadi Ouch (46) kepada AP, keluargaku tewas..kakak perempuanku tewas, kakak laki-laku juga tewas…dan sayalah satu-satunya yang masih hidup.
Penuntut sebelumnya meminta 40 tahun penjara bagi mantan kepala penjara Kaing Guek Eav, atau yang dikenal sebagai Duch. Tetapi pengadilan menjatuhkan vonis 35 tahun dan lalu menguranginya menjadi 19 tahun, mengingat beberapa hal meringankan seperti ekspresi penyesalan, kerjasama dengan pengadilan dan masa tahanan.
Dia dinyatakan bersalah atas perannya dalam kematian setidaknya 16.000 orang sebagai pimpinan penyiksa Khmer Merah tiga dasawarsa lalu.
Ratusan korban rezim Khmer Merah yang berkumpul diluar ruang pengadilan menanggapi vonis dengan emosional. Vonis ini merupakan yang pertama oleh pengadilan kejahatan perang itu.
Duch adalah yang pertama dari lima pemimpin senior Khmer Merah yang diadili atas perannya dalam genosida di tahun 1970an. Lebih dari 1,7 juta orang – seperempat populasi Kamboja – meninggal akibat kelaparan, penyakit, penyiksaan dan pembunuhan.
Empat bekas pemimpin Khmer Merah lainnya masih menunggu proses. Yaitu mantan pemimpin negara Khieu Samphan, mantan menteri luar negeri Ieng Sary dan istrinya Ieng Thirith, yang dulu menjadi menteri sosial, serta pemimpin ideologi Khmer Merah Nuon Chea, yang dikenal dengan sebutan saudara nomor dua. Sementara yang disebut saudara nomor satu adalah Pol Pot, yang dilaporkan meinggal dunia tahun 1998 di Kamboja utara. Sekitar dua juta warga Kamboja, yaitu sekitar seperempat dari jumlah rakyat, tewas selama Khmer Merah berkuasa. Mereka dieksekusi, atau meninggal akibat kerja paksa, kelaparan serta kurangnya fasilitas kesehatan.(rid)


 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Banjir Besar di China 52 Tewas dan 20 Hilang
Velezuela Bekukan Hubungan Diplomatik dengan Kolumbia
Kemenangan Menakjubkan bagi Kosovo
Menggauli Perempuan Yahudi, Warga Palestina Dihukum
Tertinggi Selama 30 Tahun Gelombang Panas Landa Moskow