Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Sabtu, 21 Januari 2017  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Eggi Sujana Protes Keras Jika Kejagung Tidak Tahan Hartono
[Politik dan Keamanan]

Eggi Sujana Protes Keras Jika Kejagung Tidak Tahan Hartono
Jakarta, Pelita
Eggi Sudjana pengacara terpidana kasus korupsi Sisminbakum, Yohanes Waworuntu mantan Dirut PT Sarana Rekatama Dinamina (SRD) menegaskan akan mengajukan protes jika Kejaksaan Agung tidak juga menahan tersangka Hartono Tanoesoedibyo.
Menurut Eggi kepada Pelita di Jakarta, Senin (26/7), tak ada alasan apapun bagi Kejagung untuk tidak menahan tersangka Hartono
seperti yang dialami kliennya maupun Romli Atmasasmita Cs ketika
masih menjadi tersangka.
Tapi kalau kalau Kejagung tetap juga tidak menahan Hartono, saya akan protes keras. Karena kenapa saat pertama kali diperiksa selaku tersangka, klien saya Yohanes langsung ditahan, kata dia ketika ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Eggi bahkan menuding Jaksa Agung Hendarman Supandji bersikap diskriminatif dan tidak adil terhadap kliennya dan Romli Cs yang sudah dihukum dalam kasus Sisminbakum.
Eggi juga melihat ada rasa ketakutan dari Jaksa Agung untuk menahan Hartono Tanoe. Saya lihat ada rasa ketakutan dari Jaksa Agung yang tidak pada tempatnya sehingga dia tidak berani untuk
menahan Hartono, ujarnya.
Rencananya hari Selasa (27/7) ini penyidik Kejaksaan Agung akan memeriksa kembali Hartono Tanoe dan mantan Menteri Hukum dan HAM, Yusril Ihza Mahendra dalam kapasitas tersangka.
Menguntungkan kliennya
Dibagian lain Eggi mengakui, dengan adanya pertemuan antara JAM Pidsus dengan Harry Tanoesoedibyo adik kandung Hartono, yang membahas rencana pengembalian kerugian negara, bisa menguntungkan kliennya Yohanes Waworuntu.
Karena membuktikan klien kami tidak pernah menerima aliran dana dari Sisminbakum. Padahal pengadilan tingkat pertama hingga Mahkamah Agung memerintahkan Yohanes harus mengembalikan kerugian negara termasuk gaji yang diterimanya, kata Eggi.
Oleh karena itu dia menilai, MA seharusnya malu hati. SebabMA membuat putusan yang tidak agung, ucap dia seraya menyebutkan pertemuan antara JAM Pidsus dengan Harry Taneo juga membuktikan siapa sesungguhnya tersangka kasus Sismimbakum.
Ini juga dapat jadi alat bukti dan fakta hukum bagi jaksa, bahwa yang memakai uang hasil Sisminbakum adalah Hartono maupun Harry Tanoe. Kalau nggak, ngapain mereka mau kembalikan uang pada negara melalui Kejagung, kata Eggi.(did)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Dadang Kafrawi Kembali Ajukan Penangguhan Penahanan
PT DKI Jakarta Bantah Putus Bebas Kasus Korupsi Nursyaf Effendi
Sisminbakum dan Blok M Square
Kepolisian: Kematian Wartawan Kompas Akibat Hipertensi
Demokrat Minta KPK dan Kejagung Tutup Kasus Century