Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Selasa, 24 Januari 2017  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
PT DKI Jakarta Bantah Putus Bebas Kasus Korupsi Nursyaf Effendi
[Politik dan Keamanan]

PT DKI Jakarta Bantah Putus Bebas Kasus Korupsi Nursyaf Effendi

Jakarta, Pelita
Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta membantah telah memutus perkara korupsi dengan terdakwa Nursyaf Effendi dan Ivone Koe Koe masing-masing Komisaris dan Dirut PT Kirana Persada Abadi Line (KPAL).
Berkas perkara korupsi senilai Rp24 miliar tersebut baru tahap akan dikirim ke PT Jakarta dari Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat.
Hal itu dikatakan Humas PT Jakarta Andi Samsan Nganro kepada wartawan, Senin (22/7) menanggapi kabar perkara Nursyaf effendi Cs dalam kasus korupsi penyelewengan kredit dari Bank Mandiri sudah diputus bebas PT Jakarta.
Tidak benar sudah ada putusan apalagi disebut-sebut putusan bebas. Itu tidak mungkin. Berkasnya saja belum ada, tegas Andi Samsan.
Dia mengatakan, bagian pidana PT Jakarta sudah cek di dalam register perkara, dan belum ada berkas atas nama Nursyaf dan Ivone. Kami cek kembali ternyata berkas perkara mereka baru tahap akan dikirim pihak PN Jakpus ke PT Jakarta, ungkap mantan Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Andi Samsan juga menegaskan, sampai sejauh ini untuk perkara korupsi tidak ada terdakwanya yang diputus bebas pada tingkat banding di PT Jakarta. Semua dihukum, kata calon kandidat doktor ini.
Terdakwa Nursyaf Effendi dan Ivone Koe Koe sebelumnya sudah dijatuhi hukuman masing-masing satu tahun enam bulan penjara oleh hakim di PN Jakpus. Tapi hakim tidak memerintahkan keduanya untuk
membayar uang penggantiRp24 miliar.
Vonis di tingkat PN Jakpus itu dinilai sejumlah kalangan sebagai menciderai keadilan publik, karena perkara korupsi dengan nilai besar seperti itu layak dihukum sangat berat. Dipertanyakan pula keistimewaan yang diberikan antara lain dengan pemberiaan status tahanan kota yang membuat Nursyaf Effendi bebas berkeliaran kemana saja.
Padahal jaksa penuntut umum (JPU) Victor Antonius sebelumnya menuntut keduanya masing-masing empat tahun penjara, dan perintah untuk membayar uang pengganti.
Nursyaf dan Ivone Koe Koe yang kini tidak ditahan oleh jaksa didakwa melakukan korupsi dengan cara PT KPAL mengajukan kredit ke Bank Mandiri untuk membeli tiga kapal. Setelah kreditnya cair ternyata hanya satu kapal yang dibeli. Akibatnya negara dirugikan Rp24 miliar. (did/jon)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Sisminbakum dan Blok M Square
Kepolisian: Kematian Wartawan Kompas Akibat Hipertensi
Demokrat Minta KPK dan Kejagung Tutup Kasus Century
Masyarakat Peduli Energi Desak Regulasi Energi Terbarukan
Menpora Lepas Peserta Lintas Nusantara Bahari