Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Minggu, 19 Februari 2017  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Orangtua Murid Dipukul Guru Lapor Polisi dan Komnas HAM
[Metropolitan]

Orangtua Murid Dipukul Guru Lapor Polisi dan Komnas HAM

Jakarta, Pelita
Ny Dewi Soesanty SP warga Jalan Peninggaran Barat II/108 RT 011/011, Kebayoran Lama Utara, Jakarta Selatan melapor ke Polres Metro Jaksel karena dipukul seorang guru di SDN Selong 01 Pagi Kebayoran Baru bernama Ny Sr. Akibat perlakuan itu, Ny Dewi juga melaporkan kasus tersebut ke Komnas HAM. Melalui laporan yang diterima No LP/1130/SK/VII/2010/PMJ/Restro Jaksel ia berharap agar kasusnya diusut tuntas.
Peristiwa pemukulan itu terjadi pada Selasa (20/7) lalu, ketika bertandang ke sekolah tersebut untuk menanyakan kenapa anaknya tidak diberikan kesempatan bersekolah di SDN Selong 01, padahal anaknya tidak mempunyai kesalahan.
Setelah diusut, suami Dewi bernama Suk, yang memiliki dua isteri itu, ternyata ada seorang anak isteri tertua Suk juga bersekolah di SDN Selong 01, sedangkan Dewi isteri kedua dari Suk.
Saya melapor ke polisi karena tindak pidana perbuatan tidak menyenangkan yang dilakukan bu Sr, seorang guru di sekolah itu, kata Ny Dewi Soesanty SP kepada wartawan di balai wartawan kantor Walikota Jaksel, Senin (26/7).
Menurut Ny Dewi, kejadian berawal ketika Ny Dewi Soesanty mendatangi SDN Selong 01 Pagi untuk mengambil berkas anaknya karena anak Dewi sudah tidak mau bersekolah lagi di SDN Selong 01.
Setelah lama menunggu, Dewi bertemu Ny Sr dan Ny Yan, isteri pertama Suk, di ruangan Dewan Guru sekolah tersebut. Namun ketika Ny Dewi menegur agar keduanya pindah ke ruang lain, malah Ny Sr tidak menerima teguran Ny Dewi.
Saya malah di pukul membabi buta kemudian dilempar sepatu. Saya akhirnya melawan, tapi tetap saja Ny Sr memukuli saya, sambil memaki saya. Saya sekarang terpojok oleh tekanan para guru di sana, ujar Ny Dewi, yang juga pernah mengajar di SDN Selong 01, tapi pindah ke sekolah lain di Jaksel.
Atas perlakukan itu Ny Dewi Soesanty SP merasa dirugikan secara moril dan hingga kini keluarganya mendapatkan teror. Saya tidak lagi tenang tinggal di rumah, mereka sering meneror saya, tutur Ny Dewi.
Ny Dewi mengaku kalau dirinya kini sebagai isteri kedua dari suaminya Suk, dan mempunyai seorang anak, yang saat ini tidak diperbolehkan bersekolah di SDN Selong 01. Jadi anak saya tidak boleh bersekolah di sana karena ada anak Suk dari isteri pertama yang bersekolah juga di SDN Selong 01, kata Ny Dewi.
Ny Dewi mengaku akan melaporkan kasus tersebut ke Walikota Jaksel agar perbuatan semena-mena yang dilakukan para pendidik itu tidak terjadi lagi. Cukup saya dan anak saya menjadi korban penindasan kemanusiaan, tegas Ny Dewi Soesanty SP.(naz)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Pesepeda Tagih Janji Lahan Parkir dan Jalur Sepeda
Jakarta Kewalahan Hadapi Pengemis
Walikota Jaktim Saksikan Pembayaran Perdana BKT
Gubernur Fauzi Bowo Juri Kehormatan Art Award 2010
Gelandangan dan Pengemis Serbu Jakarta