Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Selasa, 24 Januari 2017  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Presiden Meminta Pendidikan Tak Jauh dari Seni dan Olahraga
[Agama dan Pendidikan]

Presiden Meminta Pendidikan Tak Jauh dari Seni dan Olahraga

Gianyar, Pelita
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta agar pendidikan Indonesia dari tingkat paling awal hingga tinggi tidak jauh dari pengembangan seni budaya dan olahraga.
Itu yang dibangun melalui pendidikan seni dan budaya, katanya. Sedangkan olahraga, kata Presiden, penting untuk menciptakan prestasi bagi bangsa sekaligus membangun sifat ksatria dan sportivitas.
Saya pesan pada Mendiknas agar memberikan atensi sehingga pendidikan dari paling awal hingga tinggi untuk tidak jauh dari pendidikan seni dan budaya, paparnya seperti dilansir Antara.
Pada kesempatan itu Kepala Negara dan Ibu Ani Yudhoyono menyerahkan piala dan penghargaan kepada juara pertama hingga harapan tiga untuk kategori lomba lukis, cipta puisi, cipta lagu dan desain batik.
Sebelumnya, acara pembacaan pemenang lomba tingkat nasional tersebut diwarnai sejumlah insiden. Insiden kedua dinilai cukup fatal karena anak yang telah disebutkan namanya sudah terlanjur berbaris di depan para tamu undangan termasuk Presiden dan para menteri sebelum diralat oleh panitia.
Anak kelas dua SMP itu mula-mula dinyatakan sebagai juara kedua lomba cipta puisi sebelum kemudian namanya diralat.
Sementara itu Menbudpar Jero Wacik berjanji akan memperbaiki kualitas penyelenggaraan lomba itu sehingga kesalahan serupa tidak terulang.
Ia juga mengatakan bahwa kesalahan itu terjadi justru karena panitia mencoba bersikap hati-hati sehingga tidak mencantumkan nama anak dalam karyanya.
Untuk mengobati kekecewaan sang anak, Ibu Ani menyerahkan secara khusus piagam penghargaan keikutsertaannya dalam lomba itu.
Presiden Yudhoyono menilai perlu digelar lomba cipta seni di tingkat pelajar SD dan SMP dengan maksud sebagai sarana untuk membangun dan membentuk karakter bangsa, karena penanaman karakter bangsa akan lebih mudah dilaksanakan bila dimulai dari anak-anak.
Pada lomba di Istana Tampaksiring tahun ini, 33 provinsi di seluruh Indonesia masing-masing mengirimkan tiga wakil siswa SD dan empat siswa SMP terbaik mereka untuk berlomba cipta lukis, cipta puisi, dan cipta lagu untuk tingkat SD dan lomba cipta lukis, puisi, lagu, serta desain motif batik tingkat SMP.
Lomba diselenggarakan oleh Departemen Pariwisata dan Kebudayaan itu untuk memperingati proklamasi kemerdekaan Indonesia ke-65.
Lomba tingkat nasional itu diikuti sekitar 200 siswa dari 33 provinsi itu meliputi lomba gambar, puisi, mencipta lagu serta kreasi batik.
Pada kesempatan itu Kepala Negara beserta rombongan yang mengenakan kaos putih berkerah biru berdialog dan berjabat tangan dengan sejumlah peserta.
Sementara itu Ibu Ani tampak sesekali mengambil gambar para peserta dengan kamera pribadinya.
Pada Senin malam, Presiden Yudhoyono berdialog dengan sejumlah budayawan. Lomba cipta seni anak-anak telah diselenggarakan sejak 2006 atas prakarsa Presiden Yudhoyono. (dik)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Munas VIII MUI Bahas Ganti Kelamin
Daar Al Ifta Salah Satu Pilar Utama Institusi Islam di Mesir
Disdik: Sekolah Kurangi Kegiatan Fisik Saat Puasa
Jumlah Calhaj Lombok Barat Meningkat
Jatim Usul Empat Kriteria Ketua MUI