Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Kamis, 23 Maret 2017  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Munas VIII MUI Bahas Ganti Kelamin
[Agama dan Pendidikan]

Munas VIII MUI Bahas Ganti Kelamin

Jakarta, Pelita
Musyawarah Nasional (Munas) VIII Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan membahas tujuh permasalahan yang akan menjadi fatwa bagi masyarakat muslim di Indonesia.
Ada empat komisi dalam Munas ini, salah satunya komisi fatwa yang akan membahas tujuh permasalahan, kata Sekretaris Panitia Munas, Asrorun Niam Sholeh di Jakarta, Senin (26/7).
Ketujuh permasalahan yang akan difatwakan yaitu mengenai azas pembuktian terbalik, bank ASI, operasi penggantian dan penyempurnaan kelamin, cangkok organ tubuh, puasa bagi penerbang, nikah wisata dan tanggung jawab negara dalam memberikan jaminan sosial kepada masyarakat.
Mengenai bank ASI, terkait konsekuensinya dengan hukum ke depan karena dalam Islam jika dua orang menyusu pada satu orang yang sama menjadi saudara sesusuan sehingga tidak boleh menikah. Perlu dibahas bank ASI karena ASI tidak jelas dari siapa dan apa upaya hukum ASI jika diperjualbelikan.
Sedangkan mengenai cangkok organ tubuh, boleh atau tidak pendonor menerima imbalan, atau boleh tidaknya menerima donor organ dari orang yang masih hidup.
Mengenai penggantian kelamin dan menyempurnakan kelamin, bagaimana hukum bagi pelakunya dan bagaimana hukum bagi orang yang membantu melakukan perubahan. Juga bagaimana akibat hukumnya secara perdata bagi penentuan status kelamin.
Terkait nikah wisata juga perlu dibahas untuk akibat hukumnya. Sedangkan pembahasan fatwa mengenai puasa bagi penerbang dilatarbelakangi permintaan dari pihak Garuda Indonesia dan Kementerian Perhubungan sebab dikatakan puasa bisa mengganggu stamina penerbang.
Kesemua permasalahan tersebut dinilai perlu dibahas dan difatwakan karena menjangkau ke depan yang bisa dijadikan pegangan oleh muslim di Indonesia.
Munas MUI kali ini dengan tema Memantapkan Peran ulama dalam Perbaikan Akhlak dan Pemberdayaan Ekonomi Umat berlangsung selama tiga hari hingga Rabu (28/7). (dik)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Daar Al Ifta Salah Satu Pilar Utama Institusi Islam di Mesir
Disdik: Sekolah Kurangi Kegiatan Fisik Saat Puasa
Jumlah Calhaj Lombok Barat Meningkat
Jatim Usul Empat Kriteria Ketua MUI
Presiden SBY: Pendidikan di Rumah Penentu Prilaku Anak