Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Selasa, 24 Januari 2017  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Daar Al Ifta Salah Satu Pilar Utama Institusi Islam di Mesir
[Agama dan Pendidikan]

Studi Banding Tentang Penerapan Hukum Syariah ke Mesir
Daar Al Ifta Salah Satu Pilar Utama Institusi Islam di Mesir

LEMBAGA fatwa Mesir (Daar Al Ifta ) merupakan salah satu pilar utama institusi Islam di Mesir. Institusi Islam ini sangat berperan dalam memberikan fatwa kepada masyarakat umum. Keberadaan dan eksistensinya ditopang oleh empat lembaga keagamaan, yaitu Al-Azhar asy-Syarif, Universitas Al-Azhar, Kementerian Wakaf dan Lembaga Fatwa Mesir.
Daar Al Ifta inilah yang merupakan salah satu tujuan studi banding delegasi dari Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama pada 24-28 Juni 2010, berkaitan upaya penerapan hukum syariah. Delegasi juga melakukan pembinaan pencatatan nikah rujuk di KBRI Kairo, serta mengunjungi situs-situs sejarah dan perpustakaan modern Alexandria.
Delegasi terdiri dari Direktur Penerangan Agama Islam (Pjs Sekretaris Ditjen Bimas Islam) sebagai pimpinan delegasi Drs H Ahmad Jauhari, MSi; Kasubag TU Dit Urais H Sarisman; Kasi Pemberdayaan KUA Drs H Anwar, MA; Kasi Penilaian Kinerja Penghulu H Trie Satyaris R, SH; dan Kasi Perencanaan Dra Nur Afwa Sofia.
Diantara misi Kementerian Agama Republik Indonesia adalah meningkatkan kualitas kehidupan beragama dan meningkatkan kualitas kerukunan umat beragama.
Untuk mewujudkan misi tersebut diperlukan upaya-upaya peningkatkan kualitas aparat kementerian agama yang memiliki wawasan keagamaan yang luas bukan hanya untuk ukuran dalam negeri tapi juga wawasan internasional, kata H Ahmad Jauhari, MSi. Oleh karena itu diperlukan kegiatan studi banding bagi pelaksana-pelaksana teknis di lingkungan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam.
Menurut Jauhari, lembaga fatwa Mesir ini salah satu lembaga di bawah Departemen Kehakiman. Mufti Agung Mesir selalu di minta pendapatnya dalam pelaksanaan keputusan vonis mati dan lainnya.
Namun, dalam peran tugas dan peran Lembaga Fatwa Mesir tidak terbatas pada hal itu saja, jangkauan pun tidak hanya pada wilayah Mesir Saja, akan tetapi melauas pada dunia Islam secara umum. Hal itu dapat diketahui melalui daftar fatwa yang telah dikeluarkan oleh Lembaga Fatwa Mesir sejak didirikan hingga saat sekarang yang mencatat pertanyaan-pertanyaan dari berbagai Negara Islam.
Selain itu Lembaga Fatwa Mesir juga menjadi tujuan delegasi yang terdiri dari para mahasiswa fakultas-fakultas Islam yang bersal dari berbagai Negara untuk belajar dan berlatih menyampaikan fatwa agar mampu melaksanakan tugas tersebut di Negara mereka masing-masing.
Peran penting Lembaga Fatwa Mesir ini berangkat dari posisinya sebagai referensi hukum (marjaiyyah) dan karena manhaj moderat (wasathiyah) yang dipilihnya dalam memahami hukum-hukum syariah dengan menyelaraskan antara pandangan syariah dengan kebutuhan masyarakat. Hal ini agar tugas menyampaikan fatwa dapat dilaksanakan secara teratur dan tidak asal-asalan.
Mengingat perkembangan media telekomunikasi dan pesatnya teknologi yang sangat pesat diseluruh dunia, maka Lembaga Fatwa Mesir selalu berusaha untuk mengikuti semua perkembangan itu. Oleh karena itu, Lembaga Fatwa Mesir memikul tanggung jawab besar akibat perkembangan teknologi telekomunikasi tersebut. Selain itu karena semakin banyaknya masalah baru dalam berbagai bidang pengetahuan.
Berbagai isu penting yang ditanyakan ke Daar Al-Ifta adalah: Pertama, tentang penetapan awal bulan. Kedua, tentang pernikahan melalui media teleconference. Ketiga, tentang otoritas penetapan produk halal.
Daar Al Ifta berupaya memberikan penjelasan mengenai permulaan awal bulan hijriah, karena hal itu berkaitan dengan waktu-waktu peribadatan kaum muslimin. Untuk itu, Lembaga Fatwa Mesir membentuk sejumlah tim yang terdiri dari para ulama dan para pakar astronomi. Mereka tidak hanya melakukan rukyat hilal pada awal bulan Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah yang ketiganya berkaitan dengan ibadah tertentu. Namun, mereka juga melakukan rukyat untuk semua bulan sehingga hasilnya dapat membantu menentukan awal ketiga bulan penting tersebut secara tepat dan terhindar dari kesalahan.
Tim ini dikirim ke seluruh pelosok Mesir di tempat-tempat tertentu dengan rekomendasi dari Badan Survei Wilayah serta Badan Meteorologi dan Geofisika berdasarkan tingkat kekeringan, tidak adanya debu dan tidak adanya penghalang lainnya bagi proses peneropongan hilal (bulan sabit).
Penetapan awal bulan hijriyah berdasarkan rukyat ini dilandaskan pada keputusan lembaga-lembaga fikih Islam yang menyatakan bahwa penentuan awal bulan harus dilakukan dengan rukyat yang memenuhi kriteria yang ditetapkan syariat. Adapun perhitungan melalui hisab hanyalah digunakan untuk menafikan atau menolak suatu klaim rukyat, bukan untuk menetapkan rukyat itu sendiri. Hasil rukyat ini kemudian diumumkan oleh Mufti Agung Mesir dalam sebuah acara resmi yang dihadiri oleh para tokoh dan pejabat negara.
Selain itu, Lembaga Fatwa Mesir bersama Universitas Kairo dan beberapa negara Arab dan Islam lainnya bekerjasama untuk meluncurkan satelit Islam yang salah satu tugasnya adalah mengamati dan menentukan permulaan setiap awal bulan hijriyah yang dapat membantu untuk menyatukan kaum muslimin dalam ibadah mereka. (sidik m nasir)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Disdik: Sekolah Kurangi Kegiatan Fisik Saat Puasa
Jumlah Calhaj Lombok Barat Meningkat
Jatim Usul Empat Kriteria Ketua MUI
Presiden SBY: Pendidikan di Rumah Penentu Prilaku Anak
Mendongkrak Minat Baca Saat Harga Buku Mahal