Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Kamis, 23 Maret 2017  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Disdik: Sekolah Kurangi Kegiatan Fisik Saat Puasa
[Agama dan Pendidikan]

Disdik: Sekolah Kurangi Kegiatan Fisik Saat Puasa

Semarang, Pelita
Dinas Pendidikan Kota Semarang mengimbau sekolah untuk mengurangi kegiatan fisik saat bulan puasa, agar tidak memengaruhi stamina siswa yang menjalankan ibadah puasa.
Kami akan mengeluarkan instruksi terkait pengaturan kegiatan sekolah selama bulan puasa, kata Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah Dinas Pendidikan Kota Semarang, Soedjono, di Semarang, Senin (26/7).
Menurut dia, kegiatan fisik yang biasanya banyak terdapat dalam pelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan (penjaskes) untuk sementara ditiadakan, dan diganti materi non-kegiatan fisik.
Materi pelajaran penjaskes tetap diberikan kepada siswa, kata dia, namun diperbanyak dengan pemberian materi yang tidak mengarah pada kegiatan fisik, misalnya tayangan simulasi teori olahraga.
Tidak bijaksana kalau kegiatan-kegiatan fisik tetap dilakukan seperti hari-hari biasa, sebab dikhawatirkan akan memengaruhi stamina siswa yang tengah menjalankan ibadah puasa, katanya.
Namun, kata dia, kalau kegiatan lain yang tidak menguras tenaga kemungkinan masih boleh dilakukan, misalnya seperti praktikum dan kesenian, tetapi tetap harus mempertimbangkan berbagai hal.
Hal itu berlaku untuk seluruh jenjang sekolah, mulai dari SD hingga SMA dan sederajat. Kami akan membuat surat edaran (SE) terkait hal itu, termasuk pengurangan jam pelajaran, katanya.
Ia mengatakan standar lama setiap jam pelajaran di setiap jenjang sekolah berbeda, di antaranya SD yang setiap jam pelajarannya berlangsung selama 35 menit, SMP selama 40 menit, dan SMA selama 45 menit.
Saat bulan puasa, lama setiap jam pelajaran akan dikurangi, namun akumulasi waktunya sampai saat ini belum ditentukan. Kemungkinan setiap jam pelajaran hanya akan berlangsung selama 30-35 menit, katanya.
Setiap sekolah, kata dia, memiliki pertimbangan dan otonomi sendiri dalam penyelenggaraan kegiatan belajar-mengajar, tetapi pihaknya tetap akan mengawasi dan memberikan patokan bagi sekolah.
Mungkin untuk RSBI kegiatan belajar-mengajarnya memang lebih lama dibandingkan sekolah biasa karena materinya yang lebih padat, tetapi tetap lebih singkat jika dibandingkan hari-hari biasa, katanya.
Ditanya tentang libur sekolah menyambut puasa, ia menyebutkan kegiatan belajar-mengajar di sekolah akan diliburkan selama tiga hari, mulai tanggal 10-12 Agustus 2010 menyambut puasa.
Selain mengurangi kegiatan fisik, kata dia, pihaknya mengimbau sekolah untuk memperbanyak pelaksanaan kegiatan yang bersifat kerohanian untuk memperkuat siswa secara mental dan spiritual.
Kami mengharapkan sekolah memperbanyak pelaksanaan kegiatan-kegiatan kerohanian, termasuk untuk para siswa beragama non-Islam, agar imbang dengan kegiatan bagi siswa beragama Islam, kata Soedjono. (ant/dik)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Jumlah Calhaj Lombok Barat Meningkat
Jatim Usul Empat Kriteria Ketua MUI
Presiden SBY: Pendidikan di Rumah Penentu Prilaku Anak
Mendongkrak Minat Baca Saat Harga Buku Mahal
Produk Bersertifikasi Halal Kurang dari 50 Persen