Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Minggu, 19 Februari 2017  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Menkeu: 2010, Rasio Utang Turun
[Ekonomi dan Keuangan]

Menkeu: 2010, Rasio Utang Turun

Jakarta, Pelita
Menteri Keuangan (Menkeu) Agus Martowardojo memperkirakan rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) akhir tahun 2010 akan turun 1 persen lebih, menjadi 27 persen dari 28,3 persen pada 2009.
Ia menyampaikan hal tersebut dalam rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR antara lain membahas realisasi pelaksanaan APBN 2010 semester I dan prognosis semester II di Jakarta, Senin (26/7).
Mengenai realisasi pembiayaan APBN selama 2010, Menkeu menyebutkan, realisasi pembiayaan melalui penarikan utang lebih rendah dari target awal.
Perkiraan realisasi pembiayaan dari utang lebih rendah Rp16,7 triliun, ujarnya.
Penurunan jumlah utang itu, disebabkan oleh pengurangan utang Rp15,5 triliun, pembayaran cicilan pokok utang yang turun, dan penarikan pinjaman luar negeri bruto yang lebih rendah.
Agus menambahkan, mengenai realisasi utang selama semester I/2010 lebih tinggi Rp5 triliun dibanding semester I/2009. Hal itu antara lain karena pencairan pinjaman program lebih tinggi dan pembayaran cicilan pokok utang luar negeri yang lebih rendah.
Sedangkan realisasi pembiayaan anggaran dari nonutang selama semester I/2010 lebih tinggi Rp1,9 triliun dari realisasi semester I/2009. Hal ini antara lain karena realisasi rekening dana investasi (RDI) yang lebih tinggi, dan hasil pengelolaan aset yang lebih tinggi.
Selama 2010, lanjut Agus, diperkirakan relisasi pembiayaan nonutang lebih rendah Rp22 triliun. Antara lain karena pengurangan penggunaan sisa anggaran lebih (SAL) dari target APBNP 2010 menjadi Rp17,3 triliun.
Surplus
Menkeu juga mengatakan, kondisi kas pemerintah di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) mengalami surplus Rp47,9 triliun akibat rendahnya penyerapan. Pada realisasi tahun lalu, APBN-P defisit sebanyak 0,2 persen atau Rp2,4 triliun.
Ini tandanya kondisi budget surplus 1,6 persen PDB sedangkan di APBN-P dianggarkan defisit 2,1 persen atau sebesar Rp133,7 triliun, ungkap Agus.
Hingga periode yang sama realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,8 persen, sementara perkiraan pertumbuhan ekonomi di semester II sebesar 6 persen. Dalam APBN-P 2010, ditargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,9 persen, tahun 2009 realisasinya hanya 4,3 persen.
Tingkat inflasi paro pertama tahun 2010 sebesar 5,5 persen, lebih tinggi jika dibandingkan tahun lalu pada periode yang sama 3,7 persen.
Menurut Agus, perkiraan inflasi di semester II di tingkat 5,3 persen, jadi total inflasi di akhir tahun ditaksir pada 5 persen plus minus 1 persen.
Tingkat bunga SBI 3 bulan terealisasi 6,6 persen di semester II, dengan perkiraaan di semester II sebesar 6,4 persen sehingga total di akhir tahun sebanyak 6,5 persen.
Posisi nilai tukar rupiah di semester I bertengger di posisi Rp9.193 per dolar AS, sementara di semester II diperkirakan berada di posisi Rp9.207. Hingga akhir tahun secara total, nilai tukar rupiah diperkirakan berada di level Rp9.200 per dolar AS.
Angka ini jauh lebih menguat dibandingkan realisasi semester I/2009 yang mencapai Rp11.082, ujarnya.
Ia menambahkan, realisasi harga minyak di enam bulan pertama tahun 2010 berada di posisi 78 dolar AS per barel, sedangkan semester II nanti diperkirakan pada posisi 82 dolar AS per barel. Sehingga posisi di akhir tahun 2010 di level 80 dolar AS per barel.
Lifing minyak di semester I mencapai 0,959 mbcd, dengan target di APBN-P sebesar 0,965 mbcd, maka di semester II nanti diperkirakan 0,972 mbcd.
Menurut Agus, realisasi penerimaan dan hibah di semester I sebanyak Rp443,7 triliun atau 44,7 persen dari target dalam APBN-P. Sementara prognosa di semester II sebesar Rp551 triliun. Sehingga total di tahun 2010 sebanyak Rp994,7 triliun.
Sedangkan untuk belanja negara di semester I mencapai Rp395,8 triliun atau 35,1 persen dari target APBN. Perkiraan semester II sebanyak Rp694 triliun.
Jadi, perkiraan akhir tahun 2010 sebesar Rp1.089,8 triliun atau 96,8 persen dari target APBNP yang berjumlah Rp1.126,1 triliun. Penyerapan belanja ini memang lebih rendah, tuturnya.
Agus juga memperkirakan pada semester II/2010 realisasi defisit akan mencapai 3,1 persen atau Rp74,6 triliun. Sehingga jika diakumulasikan dengan semester I, total defisit hanya akan mencapai 1,5 persen. (ant/iz)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Pemerintah Rombak Manajemen Tiga BUMN Transportasi
PT Jamsostek Siap Beli Jika Inalum Terbitkan Obligasi
Akhir Pekan IHSG Tetap Menguat
Industri Otomotif Nasional Belum Kompetitif
Bank Belum Lirik Potensi Sektor Kelautan dan Perikanan