Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Senin, 27 Februari 2017  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Disdik Kabupaten Cirebon Dinilai Tak Mampu Kelola Bantuan Gubernur
[Nusantara]

Disdik Kabupaten Cirebon Dinilai Tak Mampu Kelola Bantuan Gubernur

Kabupaten Cirebon, Pelita
Pemerintah Kabupaten Cirebon khususnya Dinas Pendidikan (Disdik) setempat, dinilai tidak mampu mengelola Bantuan Gubernur (bangub) Jawa Barat untuk pembangunan sarana pendidikan tahun 2009. Ini terjadi khususnya bagi peningkatan mutu sarana dan prasarana SMAN maupun SMKN.
Salah satu Kepala Sekolah SMAN penerima bangub 2009, yang namanya enggan ditulis mengungkapkan, hingga kini meski dana dari provinsi sudah masuk ke setiap rekening masing-masing sekolah sejak Mei 2010 namun sampai sekarang pelaksanaannya belum juga terealisasi.
Sumber tadi menyebutkan, ada sebanyak 15 sekolah SMAN/SMKN di Kabupaten Cirebon tahun 2009 lalu menerima bantuan Gubernur Jawa Barat, masin masing sekolah menerima Rp250 juta sampai Rp325 jutaan.
Bantuan Gubernur itu dialokasikan untuk pengadaan alat peraga dan alat laboratorium, kata sumber tadi kepada Pelita, Kamis (22/7).
Di dalam pelaksanaannya, entah karena kebijakan apa, pengadaan kebutuhan tiap sekolah dalam pemanfaatan bangub tersebut didrop Disdik, dan tidak ditangani langsung oleh masing-masing sekolah. Waktu itu, sepakat jika barang dikirim, sekolah baru bayar, kata kepala sekolah tadi.
Namun sampai sekarang, hingga sampai di bulan Juli 2010 bantuan tersebut belum juga diterima masing-masing sekolah. Sampai kapan kami harus menunggu dengan kepastian yang tidak jelas, kata sumber kepala sekolah tadi.
Sementara itu, ketika hal ini dikonfirmasikan kepada pejabat yang berkompeten di Disdik Kabupaten Cirebon menyatakan, permasalahan lambannya pelaksanaan panyaluran bantuan gubernur untuk SMAN/SMKN tahun 2009 di Kabupaten Cirebon terkendala pada administrasi saja.
Kendalanya hanya administrasi saja. Tapi tidak benar jika semuanya belum tersalurkan, sebab ada juga yang sudah disalurkan, kata Edi.
Ketika ditanya soal adanya rekening nyasar, Edi pun mengakui. Namun lucunya, ia malah balik bertanya kepada wartawan mengenai tidak lanjut masalah rekening nyasar tersebut. Iya, gimana tuh kelanjutannya, tanya Edi.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Kabid Dikmen Dra Hj Dewi Nurhuela, masih belum bisa dikonfirmasi. Beberapa kali ketika hendak dikonfirmasi selalu saja tidak pernah ada di ruang kerjanya.
Mengomentari permasalahan ini, Koordinator Forum Mahasiswa Reformasi (FMR) Endin mengatakan, pemerintah daerah harus lebih bijak dan kooperatif dengan persoalan tersebut. Sebab kata dia, ini menyangkut kebutuhan dunia pendidikan.
Jangan sampai dana yang sudah ada tidak bisa dipergunakan sebagaimana mestinya, sebagaimana waktu yang telah ditentukan, tukasnya. (ck-38)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Paduan Suara Anak Vocalista Angels
Dibalik Berbagai Isu yang Silih Berganti
Bansos Bermasalah, KONI Sumut Mendapat Rp16 M
Provinsi Banten dan Kabupaten Agar Koordinasi
Harga TBS Petani Turun Rp43,40/kg Indek K Naik