Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Selasa, 24 Januari 2017  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Kemenangan Menakjubkan bagi Kosovo
[Luar Negeri]

Kemenangan Menakjubkan bagi Kosovo

Den Haag, Pelita
Pengadilan PBB memutuskan deklarasi kemerdekaan Kosovo secara sepihak dinyatakan sah dan tidak bertentangan dengan hukum internasional, meskipun banyak pihak khawatir keputusan ini menjadi inspirasi sejumlah kelompok pemberontak di sejumlah negara untuk meniru langkah Kosovo, Jumat WIB(23/7).
Meskipun keputusan pengadilan PBB yang bermarkas di Den Haag tidak mengikat, namun hal itu cukup menjadi blunder Serbia dan menambah rumit perjuangannya untuk bergabung dalam Uni Eropa.
Dengan keputusan itu, negara-negara lainnya akan dengan leluasa mengikuti langkah AS, Inggris dan 67 negara lainnya yang telah mengakui kemerdekaan Kosovo yang mayoritas dihuni etnis Albania setelah terjadi serangan brutal oleh Serbia yang akhirnya berakhir atas bantuan pasukan NATO.
Keputusan ini dianggap dapat menginspirasi sejumlah pemberontak di banyak negara untuk mengikuti langkah Kosovo menjadi negara merdeka, dan sekaligus mengikuti langkah Republik Bosnia yang telah merdeka pasca runtuhnya Yugoslavia, tulis Reuters.
Sementara itu, dari pihak Serbia yang kehilangan Kosovo setelah serangan bom NATO, tetap berkeyakinan kalau kemerdekaan tersebut tidak sah.
Serbia tidak akan pernah mengakui kemerdekaan Kosovo, kata Presiden Serbia Boris Tadic kepada wartawan di Belgrade.
Tadic, menekankan kalau Serbia tidak akan berupaya untuk melakukan kekerasan dalam menanggapi keputusan tersebut dan lebih memilih untuk bernegosiasi dengan pemimpin etnis Albania.
Dia mengakui kalau keputusan itu merupakan sebuah keputusan yang sulit bagi Serbia tapi Belgrade akan terus melanjutkan upaya untuk mendapatkan resolusi PBB yang bisa mendesak kedua belah pihak untuk berdialog.
Pengadilan telah menganalisa semua hukum internasional dan tidak ada yang melarang deklarasi kemerdekaan, kata presiden pengadilan PBB, Hishashi Owada. Sehingga dapat disimpulkan, deklarasi kemerdekaan pada tanggal 17 Februari 2008 tidak melanggar hukum internasional.
Sementara itu Menteri Luar Negeri Kosovo Skender Hyseni mengatakan tidak ada alternatif lain bagi Belgrade selain bekerja sama dengan Pristina.
Ini adalah waktunya untuk bekerjasama dan melakukan pendekatan yang membangun ketimbang pengrusakan yang sering kami alami, katanya.
Sekutu terdekat Serbia, Russia juga menolak keputusan itu dengan menyatakan keputusan mereka yang tidak mengakui kemerdekaan Kosovo juga tidak pernah berubah.
Negara lain menanggapi isu ini dengan beragam, Spanyol dan Cina mungkin melihatnya dengan kekhawatiran kalau keputusan itu akan menginspirasi perlawanan serupa dari separatis yang menentang kedaulatan mereka.
Meski demikian Spanyol menyatakan tetap menghormati keputusan pengadilan Internasional tersebut walau Spanyol merupakan salah satu negara besar Uni Eropa yang tidak mengakui Kosovo.
Tetapi dalam pernyataan yang disampaikan seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri itu tidak menyatakan dengan jelas apakah keputusan itu akan mengubah sikap Spanyol.
Siprus sementara itu mendukung kedaulatan Serbia, termasuk Kosovo dan provinsi Metohija sebagai bagian negara Serbia
Warga Kosovo menanggapi keputusan itu dengan merayakannya di jalan-jalan, mengibarkan bendera Kosovo dan Albania,tulis BBC.
Pemimpin Nato mengatakan 10.000 anggota pasukan perdamaian di Kosovo bersiap-siap menghadapi kemungkinan kekerasan yang timbul akibat keputusan itu.(rid)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Menggauli Perempuan Yahudi, Warga Palestina Dihukum
Tertinggi Selama 30 Tahun Gelombang Panas Landa Moskow
AS Siapkan Sanksi Terbaru untuk Korut
700 Tewas, 347 Hilang Akibat Banjir di China
2014 Semua Pasukan NATO Ditarik