Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Sabtu, 25 Februari 2017  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Menggauli Perempuan Yahudi, Warga Palestina Dihukum
[Luar Negeri]

Menggauli Perempuan Yahudi, Warga Palestina Dihukum

Yerusalem, Pelita

Seorang pria Palestina divonis bersalah atas dakwaan menipu dengan tujuan memerkosa perempuan Yahudi, tulis harian the Guardian.

Kasus ini bergulir ketika pria tersebut berhubungan seks atas dasar suka sama suka dengan seorang gadis Yahudi .

Si pria bernama Sabbar Kashur (30) memperkenalkan dirinya dengan nama Daniel, nama tradisional Yahudi, sehingga si gadis mengira lelaki tersebut Yahudi.

Masalah jadi runyam ketika gadis itu akhirnya tahu bahwa Kashur ternyata bangsa Arab. Dia mengadu ke polisi sebagai korban perkosaan dan kesewenang-wenangan.

Sidang bergulir dan pengadilan di Yerusalem membuat sejarah menakjubkan karena memvonis Kashur (30) dengan hukuman penjara 18 bulan.

Pengadilan mengaku bahwa kasus tersebut bukan pemerkosaan klasik dengan cara pemaksaan tapi hukuman tetap dijatuhkan pada Kashur.

Hubungan intim antara Yahudi dengan Arab adalah sesuatu yang dianggap tabu.

Di dalam persidangan, terungkap bahwa Kashur memperkenalkan diri sebagai Daniel kepada korban saat mereka bertemu di Jerusalem tahun 2008.

Kashur tinggal di sektor Arab di Jerusalem Timur dan kepada gadis itu dia mengaku sebagai seorang lulusan sarjana yang sedang mencari pasangan serius.

Setelah berkenalan, tak lama kemudian Kashur dan gadis Yahudi itu terlibat seks dan setelahnya Kashur pergi sedangkan si perempuan belum sempat mengenakan pakaian.

Perempuan itu, yang namanya tidak diungkap, akhirnya tahu Daniel
bukan Yahudi. Dia kemudian melapor ke polisi.

Terdakwa pada awalnya dituduh dengan pasal pemerkosaan namun setelah ada kesepakatan di pengadilan, tuduhan diganti menjadi penipuan demi memerkosa.

Anggota majelis hakim, Tzvi Segal, berpendapat bahwa kasus itu tidak terjadi jika si gadis sejak awal tahu bahwa Kashur bukan Yahudi.

Seks itu terjadi karena keliru menduga, kata jaksa. Kalau saja korban tahu bahwa pelaku bukanlah seorang Yahudi sarjana yang sedang mencari pasangan serius, tentu korban tak mau berhubungan, kata majelis hakim dalam keputusannya.Kashur mengajukan banding atas putusan tersebut.

Keputusan pengadilan itu membuat marah aktivis HAM dan kalangan Israel liberal.

Cuma satu pertanyaan buat hakim. bagaimana kalau pelaku adalah seorang Yahudi yang mengaku sebagai Muslim demi mendapatkan perempuan Muslim? Apa dia akan diberi dakwaan yang sama? jawabannya jelas : tidak, kata aktivis Gideon Levy.

20 persen penduduk Israel adalah bangsa Arab namun hubungan intim antar anggota dua bangsa itu jarang ada.

Hanya ada sedikit pemukiman campuran dan bangsa Arab sering menjadi korban diskriminasi. (guar/ant/rid)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Tertinggi Selama 30 Tahun Gelombang Panas Landa Moskow
AS Siapkan Sanksi Terbaru untuk Korut
700 Tewas, 347 Hilang Akibat Banjir di China
2014 Semua Pasukan NATO Ditarik
Spanyol Cendurung Melarang, Inggris Membebaskan