Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Selasa, 28 Maret 2017  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Masyarakat Peduli Energi Desak Regulasi Energi Terbarukan
[Politik dan Keamanan]

Masyarakat Peduli Energi Desak Regulasi Energi Terbarukan

Jakarta-Pelita
Masyarakat Mandiri Energi desak pemerintah dan DPR
mengeluarkan regulasi yang memberikan penguatan untuk mengubah
dominasi pasar bahan bakar fosil, dengan memperbesar penggunaan
energi baru terbarukan di Indonesia.
Antara lain dengan pengaturan program corporate social
responsibility (CSR) ke dalam peraturan menteri untuk membantu
pemenuhan listrik masyarakat dengan pemanfaatan energi
alternatif terbarukan, seperti energi surya bagi industri
ekstraktif atau perusahaan-perusahaan pemegang Kontrak Karya
(KK), Perjanjian Karya Pengusahaan Batubara (PKB2B), Kontrak
Kerjasama Migas (PSC) dan Kontrak Jual-Beli Listrik (PPA).
Hal itu menjadi salah satu rekomenasi seminar Optimalisasi
Program CSR Menuju Masyarakat Mandiri Energi yang
diselanggarakan Masyarakat Peduli Energi di Hotel Aston Primera
Pasteur, Bandung, Kamis-Jumat (22-23/7).
Hadir sebagai pembicara Ketua Komisi VII DPR RI Riefki
Harsya, anggota DPR yang juga Ketua Kaukus Energi dan Perubahann
Iklim DPR Iqbal Alan Abdullah, Ditjen Minerba Pabum, BP Migas,
Pertamina, Direktur Energi Primer PLN, Aneka Tambang, Freeport,
anggota Dewan Energi Nasional Prof Dr Widjajono Partowidagdo,
Vice President PT Sanyo Sales Indonesia Donny Korompis, Walhi dan
Jatam.
Menurut Ketua Umum Masyarakat Peduli Energi Ir Abdul Kadir,
MT mengatakan, keterlibatan perusahaan esktraktif untuk terlibat
dalam pemenuhan listrik masyarakat dengan memanfaatkan energi
alternatif sangat dibutuhkan untuk ikut memecahkan persoalan
keterbatasan pemenuhan listrik sekaligus ikut aktif dalam
pelestarian lingkungan.
Sejumlah perusahaan seperti PLN, Pertamina,Antam,
Freeport dan lainnya sudah mulai merintis pemenuhan listrik
melalui tenaga surya maupun hidromikro, tapi masih sangat kecil.
Ini harus menjadi gerakan bersama, katanya.
Iqbal Alan Abdullah mengatakan, gagasan Masyarakat Peduli
Energi ini perlu mendapat apresiasi dan sangat wajar jika diatur
dalam regulasi, mulai dari peraturan perundang-undangan,
peraturan pemerintah maupun peraturan menteri.
Dalam waktu pendek ini, Kementerian ESDM perlu
menuntaskan peraturan menteri yang mengatur CSR karena sesuai
tuntutan peraturan pemerintah yang sudah ada, kata Iqbal, yang
adalah Ketua Kaukus Energi dan Perubahan Iklim DPR RI.
Harus ada kontribusi konkrit dari BUMN atau perusahaan-
perusahaan ekstraktif untuk membantu penyediaan listrik rakyat,
karena masih cukup banyak masyarakat yang tidak memperoleh akses
kepada listrik di berbagai pedesaan, tambahnya.
Direktur Energi PT PLN Persero Nur Pamudji menjelaskan,
kebutuhan listrik Indonesia sangat besar dari tahun ke tahun,
sehingga sangat dibutuhkan sumber energi altenatif. Apalagi
mengingat terbatasnya energi fosil.
Potensi pengembangan energi surya, hidromikro, panas bumi
sangat besar di Indonesia. Angin mungkin agak susah karena tidak
normal, tidak seperti di Eropa, tapi yang lain sangat besar,
katanya. (jon)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Menpora Lepas Peserta Lintas Nusantara Bahari
Anggota Paskibraka Model Ideal Bagi Pemuda
JAM Was Belum Temukan Pelanggaran dari JAM Pidsus
Satu Lagi Pengunggah Video Porno Ariel Ditangkap
Komisi III DPR Melihat Sisminbakum Korban Rivalitas Marwan-Amari