Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Senin, 23 Januari 2017  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Menpora Serahkan 12 Perangkat Cabang Panahan
[Olah Raga]

Menpora Serahkan 12 Perangkat Cabang Panahan
Berharap ada Arjuna dari Markas Kopassus

Jakarta, Pelita
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Mallarangeng mengharapkan munculnya arjuna dari markas Kopassus dalam satu hingga tiga tahun ke depan, yang mempunyai keahlian sebagai pemanah tangguh.
Harapan tersebut dikatakan Menpora, saat menyerahkan bantuan 12 perangkat olahraga panahan kepada Kopassus (Komando Pasukan Khusus) TNI AD, sekaligus meresmikan Program Panahan Kopassus di Markas Besar Kopassus Cijantung, Jakarta Timur, Jumat (23/7) sore.
Hadir dalam acara tersebut antara lain Komandan Jenderal Kopassus, Mayjen TNI Lodewijk F. Paulus, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Letjen TNI Agus Suryo Prabowo, Ketua Umum PB Perpani Titiek Soeharto serta para Deputi dan Staf Ahli Menpora.
Saya diberitahu Presiden SBY, panahan juga Nabitepi (napas, bidik, tekan dan picu) seperti halnya menembak. Cabang olahraga panahan juga dengan keahlian anggota militer. Jika dibina dengan baik, saya yakin akan muncul para pemanah handal dari markas Kopassus ini, paparnya.
Selain itu, lanjutnya, para anggota Kopassus juga perlu mampu menggunakan panahan sebagai salah satu senjata andalan seperti Rambo. Selain bermanfaat dalam pertempuran, program panahan di Kopassus juga dapat memperluas lingkup perekrutan atlet nasional panahan yang saat ini dinilai masih sangat sempit.
Kalau kita lihat Rambo di film First Blood, seorang pasukan komando harus menguasai peperangan di hutan termasuk menguasai memanah sebagai pengganti senjata api, tutur Andi.
Selain memasukan program panahan di lingkungan TNI, Menpora juga berencana membawa program panahan ke Timika, Papua, yang masih menjadi bagian hidup masyarakat sehari-hari.
Sayangnya, panahan sebagai cabang olahraga belum dikenal disana, justru seringkali digunakan secara negatif dengan aksi saling panah. Energi negatif ini mungkin dapat diubah menjadi energi positif dan melahirkan atlet-atlet panahan andalan, ungkapnya.
Sementara itu Komandan Jenderal Kopassus, Mayjen TNI Lodewijk F. Paulus menuturkan, potensi lahirnya atlet panahan di lingkungan Kopassus cukup besar.
Pada dasarnya tidak ada perbedaan besar antara menembak dan memanah. Para petembak tepat yang ada di lingkungan Kopassus dapat diarahkan untuk memanah ungkapnya.
Demikian halnya yang dikatakan Ketua Umum PB Perpani, Titiek Soeharto yang berharap, bantuan perangkat dan program panahan di Kopassus bisa melahirkan Arjuna atau pemanah-pemanah putra andalan yang bisa membawa nama bangsa di kancah internasional.
Dalam sejarah panahan, kita mempunyai Trio Srikandi yang mencetak sejarah merebut perak pertama di Olimpiade 1988. Jika wanita saja bisa, masa Kopassus tidak, kata Titiek. (har)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Raul ke Schalke, Chelsea dan City Rebutan Ramires
Persija Selatan Tersisih di Divisi II
Ivan Kolev Resmi Tangan Sriwijaya FC
Persitara Butuh Manajer Baru
KONI/KOI Pusat Minta Bantuan Thailand