Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Minggu, 19 Februari 2017  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
PT Jamsostek Siap Beli Jika Inalum Terbitkan Obligasi
[Ekonomi dan Keuangan]

PT Jamsostek Siap Beli Jika Inalum Terbitkan Obligasi

Jakarta, Pelita
Dirut PT Jamsostek (Persero) Hotbonar Sinaga mengatakan, pihaknya siap untuk ikut mendanai akusisi saham PT Indonesia Asahan Aluminiun (Inalum).
Kesiapan itu, jelas Hotbonar di Jakarta, kemarin, dapat dilakukan jika nantinya ditawarkan instrumen berupa obligasi atau surat utang agar PT Jamsostek bisa masuk.
Bisa saja Jamsostek ikut masuk, tapi nanti kalau ditawari. Karena sampai sekarang belum ditawari, ujarnya.
Menurutnya, PT Jamsostek dapat masuk ke PT Inalum melalui cara membeli surat utang jika diterbitkan oleh perusahaan yang ditunjuk untuk mengakuisisi PT Inalum.
Jadi, kalaupun Jamsostek masuk ke Inalum tidak bisa langsung, harus dengan membeli surat utang atau instrumen lainlah, kata Hotbonar.
Namun, pihaknya terlebih dahulu akan melakukan kajian sebelum ikut masuk membiayai akuisis Inalum. Nantilah, sebelum masuk kan kita lakukan kajian terlebih dahulu. Karena porsinya direct investment yang ditentukan hanya lima persen. Jadi, harus dipilah-pilah penempatan dananya, tuturnya.
Seperti diberitakan, PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) mengajak PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) untuk mendanai akuisi 58,88 persen saham PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam).
Bahana merupakan salah satu perusahaan pembiayaan milik pemerintah yang ditunjuk oleh Kementerian BUMN untuk membiayai akuisi senilai 700 juta dolar AS hingga 800 juta dolar AS tersebut.
Selain Bahana, BUMN juga menunjuk PT Danareksa dan perusahaan Pengelola Aset (PPA). Sementara itu, PT Antam Tbk (ANTM) hanya bertindak sebagai eksekutor dan operator Inalum nantinya.
Namun, Antam diharapkan dapat membantu pendanaan akuisi. Saat ini, pemerintah Indonesia menguasai 41,12 persen saham Inalum, sedangkan Nippon Asahan Aluminium Co Ltd dari Jepang menguasai 58,88 persen saham. (iz)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Akhir Pekan IHSG Tetap Menguat
Industri Otomotif Nasional Belum Kompetitif
Bank Belum Lirik Potensi Sektor Kelautan dan Perikanan
TDL Baru Naik, Listrik Jakarta Padam
Presiden Perintahkan Kurangi Utang Laur Negeri