Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Rabu, 29 Maret 2017  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Industri Otomotif Nasional Belum Kompetitif
[Ekonomi dan Keuangan]

Industri Otomotif Nasional Belum Kompetitif

Jakarta, Pelita
Wakil Presiden Boediono mengatakan, industri otomotif nasional hingga saat ini belum kompetitif dibandingkan industri serupa di negar-negara lain.
Ketika membuka Pameran Otomotif Internasional (International Indonesia Motor Show/IIMS) di Jakarta, Jumat (23/7), Boediono menilai industri otomotif, telah lama dikembangkan di Tanah Air. Namun hingga kini industri otomotif nasional belum mampu bersaing dengan pelaku industri otomotif mancanegara, ujarnya.
Wapres menegaskan, pelaku industri otomotif nasional belum mampu menjadi pemain handal di antara pelaku industri otomotif yang telah lama pula keberadaannya.
Boediono menekankan, pemerintah telah bertekad untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang baik dengan menetapkan pertumbuhan tujuh sampai delapan persen per tahun.
Dengan catatan, situasi di dalam dan luar negeri kondusif, maka target pertumbuhan ekonomi sebesar delapan persen per tahun bukan hal yang mustahil, katanya.
Wapres mengemukakan, sebelum krisis multidimensi pada 1998, Indonesia mampu mencapai pertumbuhan ekonomi 7 persen sampai 7,5 persen per tahun selama 32 tahun.
Jarang ada negara dengan pertumbuhan ekonomi seperti itu dalam kurun waktu yang lama. Jadi, Indonesia pasti bisa mencapai pertumbuhan tersebut, katanya.
Pemerintah mengakui, masih banyak hambatan untuk mendorong industri otomotif nasional. Seperti belum memadainya sistem logistik nasional dan infrastruktur yang memadai.
Dengan demikian, tegas Boediono, akan menyulitkan investor untuk membuka jaringan kerjanya di Indonesia, misalnuya untuk relokasi.
Menjadikan industri otomotif nasional yang kompetitif merupakan pekerjaan rumah bagi semua pihak. Pemerintah berkewajiban dalam hal kebijakan menciptakan iklim usaha yang kondusif.
Selain itu, pembangunan sistem logistik nasional dan infrastruktur yang memadai, ketersediaan energi yang akan diperbaharui dan lainnya. Dengan itu semua, tidak ada alasan industri otomotif nasional untuk tidak maju.
Indonesia, lanjut dia, harus mendorong industri otomotif nasional di semua tingkatan, mulai dari rancangan hingga produk akhir.
Wapres berharap melalui pameran tahunan bertaraf internasional, industri otomatif nasional dapat bangkit dan menjadi andalan bagi perekonomian nasional. (ant/iz)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Bank Belum Lirik Potensi Sektor Kelautan dan Perikanan
TDL Baru Naik, Listrik Jakarta Padam
Presiden Perintahkan Kurangi Utang Laur Negeri
PT Jamsostek Santuni Korban KecelakaanKerja Mesin Giling Kayu
Ubud, Jadi Percontohan Penataan Ruang Kota