Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Senin, 23 Januari 2017  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Presiden SBY: Pendidikan di Rumah Penentu Prilaku Anak
[Agama dan Pendidikan]

Presiden SBY: Pendidikan di Rumah Penentu Prilaku Anak

Jakarta, Pelita
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan awal mula anak mendapatkan pendidikan adalah di rumah. Rumah merupakan tempat anak menimba pendidikan berperilaku serta kecerdasan. Untuk itu, para orang tua agar memahami masalah ini.
Saya ingin mengingatkan pendidikan anak bermula di rumah. Yang menjadi tugas orang tua berupa pengasuhan, pembimbingan dan pemberian arah untuk masa depan yang benar, kata Presiden dalam peringatan Hari Anak Nasional 2010 di Taman Mini Indonesia Indah, Jumat (23/7).
Presiden mengatakan pendidikan mencakup tiga yaitu pendidikan di rumah, di sekolah dan pendidikan yang di dapat anak dilingkungan sekitar tempat tinggalnya. Jadi pendidikan anak bukan semata-mata tanggung jawab sekolah dan guru namun juga orang tua dan masyarakat.
Di rumah, diawali pembangunan kecerdasan dan rasa ingin tahu. Dalam konteks ini meski di era modern banyak kesibukan orang tua tetap dijaga kualitas pembimbingan dan pengasuhan, kualitas harus bertambah,kata Presiden.
Setelah dari rumah, maka pendidikan anak selanjutnya dilakukan di bangku sekolah. Dimana guru dan pendidik memiliki peran yang besar, tidak hanya iptek, namun juga mendidik untuk memiliki mental yang baik, fisik yang baik dan intelektualitas, jelasnya. Namun pendidikan tersebut tidak berhenti begitu saja tapi akan berlanjut, dengan pendidikan dilingkungan sekitar, pendidikan yang di dapat dari masyarakat. Anak nantinya akan membandingkan dengan apa yang didapat di rumah, di sekolah dengan di masyarakat, jika tidak sama anak akan frustasi, bahkan tidak percaya lagi (miss trust),jelasnya.
Oleh sebab itu menurutnya pendidikan anak dilingkungan masyarakat menjadi penting, sebab anak akan melihat apakah yang diajarkan oleh orang tuanya, itu pula yang dilihat dalam kehidupan sehari-hari.
Maka Presiden meminta agar selain orang tua menyiapkan anak untuk tidak kaget apabila dalam kehidupan masyarakat ada penyimpangan dari nilai yang diajarkan sehingga anak mengetahui bahwa penyimpangan itu salah.
Di sisi lain Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh mengatakan dalam memperingati Hari Anak Nasional 2010 diawali dengan berbagai kegiatan positip, seperti bhakti sosial, pargelaran seni, prestasi anak Indonesia, nonto bareng Obama Anak Menteng.
Sedangkan peringatan Hari Anak Nasional 2010 yang diadakan di TMII turut hadir dihadir Ibu Herawati Boediono, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amelia Sari, Wakil Gubernur DKI Prijanto dan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu. (mth)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Mendongkrak Minat Baca Saat Harga Buku Mahal
Produk Bersertifikasi Halal Kurang dari 50 Persen
Perkembangan Zaman Pengaruhi Psikologi Anak
Rektor UI Dapat Anugerah Doktor HC dari Inggris
Mendongkrak Minat Baca Saat Harga Buku Mahal