Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Jum'at, 24 Maret 2017  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Perkembangan Zaman Pengaruhi Psikologi Anak
[Agama dan Pendidikan]

Perkembangan Zaman Pengaruhi Psikologi Anak

Yogyakarta, Pelita
Perlindungan kepada anak harus optimal dan terarah, karena perkembangan zaman sangat berpengaruh terhadap psikologi anak, kata pengamat sosial dari Universitas Gadjah Mada Ari Sudjito.
Oleh karena itu, pemerintah melalui kementerian terkait harus lebih menjabarkan visi yang jelas dari Undang-undang (UU) tentang Perlindungan Anak, begitu pula yang dilakukan lembaga pendidikan terhadap hal tersebut, katanya, di Yogyakarta, Jumat (23/7).
Ia mengatakan saat ini memang sudah banyak lembaga nonpemerintah yang menaruh perhatian atau peduli terhadap upaya perlindungan anak. Termasuk adanya komnas perlindungan anak, serta lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang menangani masalah perkembangan anak, katanya.
Namun, menurut dia, semua lembaga tersebut belum efektif, dan dalam aktivitasnya belum terpadu dengan program pemerintah, terutama dalam menangani kasus kekerasan terhadap anak.
Menurut Ari Sudjito, untuk melindungi anak dari perilaku dan tindakan kekerasan, yang berperan tidak hanya pemerintah, tetapi juga perlu peran masyarakat dan media massa.
Selain itu, kata dia, pemerintah juga harus terus-menerus menyosialisasikan UU Perlindungan anak.
Ia mengatakan kekerasan terhadap anak dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Di dalam keluarga misalnya, banyak anak di bawah umur yang dipekerjakan orang tuanya dengan alasan memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.
Menurut dia, media massa elektronik juga harus selektif dalam menayangkan film, sinetron maupun program siaran lainya yang kemungkinan dapat mempengaruhi perkembangan kejiwaan anak. Sebab, pengaruh negatifnya dapat menimbulkan perilaku kekerasan, dan mengganggu psikologi anak, katanya.
Ari juga mengatakan perlindungan terhadap anak harus dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah, dan kemudian masyarakat.
Lingkungan keluarga menjadi faktor utama yang mempengaruhi pembentukan jati diri, watak, dan karakter anak, katanya. (ant/dik)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Rektor UI Dapat Anugerah Doktor HC dari Inggris
Mendongkrak Minat Baca Saat Harga Buku Mahal
Tujuh Kementerian Berdayakan Masyarakat di Lintas Batas
Digelar Pameran dan Pertunjukan Kebudayaan Islam China
Mendongkrak Minat Baca Saat Harga Buku Mahal