Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Selasa, 24 Januari 2017  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
BPIH Tahun 2010
[Assalamu'alaikum]

BPIH Tahun 2010

SETELAH dinanti-nanti cukup lama, alhamdulillah akhirnya pemerintah dan DPR RI menetapkan biaya perjalanan ibadah haji atau BPIH tahun 2010. Dibandingkan BPIH tahun 2009, untuk pelaksanaan ibadah haji tahun ini, BPIH mengalami penurunan sebesar 80 dolar AS.
Penetapan BPIH tahun ini pembahasannya cukup lama antara pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama RI dengan pihak DPR RI. Kesan alot itu tercermin dari tak kunjung selesainya pembahasan itu. Di satu sisi, berbagai biaya untuk pelaksanaan ibadah haji terus mengalami kenaikan, tapi di sisi lain umat Islam Indonesia berharap agar BPIH bisa turun. Itu, yang mungkin menjadi penyebab lamanya pembahasan masalah BPIH tahun 2010.
Turunnya BPIH memang sudah lama diharapkan oleh umat Islam Indonesia. Sebab, dari tahun ke tahun, yang terjadi adalah kenaikan BPIH. Bahkan BPIH Indonesia diberitakan yang tertinggi dibandingkan dengan negara-negara tetangga. Karena itu tidak sedikit umat Islam Indonesia yang berusaha menunaikan ibadah haji melalui negara tetangga. Tapi, tidak jarang di antara jamaah yang menunaikan ibadah haji melalui negara tentangga akhirnya terlantar atau gagal menunaikan ibadah haji. Penyebabnya macam-macam, termasuk yang tertipu oleh pihak-pihak yang memanfaatkan kesempatan dengan berbagai iming-iming kemudahan.
Kini, pemerintah telah menetapkan BPIH 2010. Harapan kami, meski ada sedikit penurunan BPIH untuk tahun ini, tapi pelayanan yang ditangani oleh pemerintah demi kelancaran, kenyamanan, keamanan, dan keselamatan jamaah haji Indonesia tetaplah harus diutamakan. Jangan karena BPIH diturunkan, pelayanan kepada jamaah haji Indonesia diberikan ala kadarnya.
Selama ini pelayanan kepada para jamaah haji, terutama saat berada di Makkah banyak dikeluhkan oleh para jamaah haji Indonesia. Kami tahu, pemerintah telah berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada jamaah haji Indonesia. Tapi untuk memberikan kepuasan kepada seluruh jamaah haji Indonesia tidaklah mudah. Mudah-mudahan dari pengalaman dan kejadian-kejadian pada pelaksanaan ibadah haji tahun-tahun lalu bisa dijadikan bahan pengkajian dan evaluasi agar pelaksanaan haji tahun ini dan tahun-tahun mendatang tidak lagi menemui kendala.
Jumlah jamaah haji asal Indonesia dari tahun ke tahun memang sangatlah besar dan memerlukan seni tersendiri untuk mengelolanya. Apalagi jamaah haji Indonesia berasal dari daerah-daerah yang terkadang untuk berkomunikasi saja bukan merupakan hal yang mudah. Tapi para jamaah itu benar-benar ingin menunaikan ibadah haji. Mereka dengan sabar menabung atau harus menjual tanah, sawah, kebun, atau perhiasan; agar bisa menunaikan ibadah haji. Saat ini pun umat Islam Indonesia yang masuk dalam daftar tunggu untuk menunaikan ibadah haji jumlahnya ratusan ribu orang.
Hal itu membuktikan bahwa umat Islam Indonesia yang ingin menunaikan ibadah haji harus melalui suatu perjuangan dan pengorbanan besar. Untuk itu, alangkah mulianya jika mereka yang sudah bersusah-payah untuk bisa menunaikan ibadah haji; memperoleh pelayanan yang sebaik-baiknya dari pemerintah. Kuncinya adalah rasa ikhlas! Insya-Allah.

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Gangguan Listrik
Sensitifitas Kerakyatan
Menegakkan Disiplin
Menyikapi Perubahan di Amerika Serikat
Rakyat Kian Menjerit