Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Sabtu, 25 Februari 2017  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Harga TBS Petani Turun Rp43,40/kg Indek K Naik
[Nusantara]

Harga TBS Petani Turun Rp43,40/kg Indek K Naik

Muara Teweh, Pelita
Penetapan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit produksi petani di Kabupaten Barito Utara (Barut) Kalimantan Tengah (Kalteng) pada periode 1-31 Juli 2010, mengalami penurunan sekitar Rp43,40/kg dari harga Rp1.295/kg menjadi Rp1.252/kg. Penetapan harga TBS dilaksanakan di aula Rimbawan Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) setempat, Selasa (20/7).
Rapat penetapan TBS tersebut dipimpin, Asisten II Setda Barut H Akhmad Koryadi SPd, Kepala Dishutbun Kabupaten Barut Ir Iwan Fikri MMA, General Manager Operasional (GMO) PT AGU Herland Frans Purba, Kepala Bidang Perkebunan Kabupaten Barut Ir Rahmadi, Petugas PBS PT AGU Rakhbudi dan beberapa Dinas Pemkab Barut serta di hadiri para Ketua Koperasi Petani Kelapa Sawit (KPKS) Sarana Pemukiman (SP) I, II, III dan IV.
GMO PT AGU Herland Frans Purba melalui Chief Accountant, Oria Newoh menjelaskan, tentang Biaya Pengolahan, Pemasaran, Penyusutan dan Biaya Tidak Langsung kepada peserta rapat dan para petani plasma yang terdiri dari SP I, SP II, SP III dan SP IV.
\"Hasil kesepakatan rapat perhitungan Indek \'K\' dan harga TBS kelapa sawit periode 1-31 Juli 2010 yakni harga jual CPO sebelum PPn Rp6.800 dan harga jual kernel sebelum PPn Rp3.150,\" katanya.
Dijelaskannya, perhitungan indek \'K\' CPO local harga FOB Rp6.800, pajak Rp618,18, biaya pemasaran Rp15,33, harga bersih/FOB Rp6.166,48, ongkos angkutan ke pelabuhan Rp283,86, harga bersih pabrik Rp5.882,63, rendemen 21.00 persen, harga TBS Rp1.235,35, prosentase volume penjualan 100 persen dan harga TBS/CPO rata-rata di pabrik Rp1.235,35.
Sedangkan Palm Kernel (PK) lokal harga FOB Rp3.150, pajak Rp286,36, biaya pemasaran Rp20,91, ongkos angkutan ke pelabuhan Rp291,94, harga bersih pabrik Rp2.550,78, rendemen 5.00 persen, prosentase volume penjualan 100 persen dan harga TBS/CPO rata-rata dipabrik Rp127,54.
Lanjut dia, dengan adanya perhitungan CPO lokal dan Palm Kernel local indek \'K\' yang di gunakan pada bulan Mei 2010 ini menggunakan indek K 78,75 persen, sedangkan harga TBS berdasarkan hasil perhitungan indek \'K\' dengan umur tanaman 10-20 tahun indek K 78,75 persen, harga CPO Rp6.800.00, OER 21,00 persen harga PK 3.150.00 KER 5.00 persen jadi harga TBS untuk bulan Juli 2010 ini menjadi Rp1.252/kg TBS dengan selisih Rp43,40/kg TBS dari harga sebelumnya Rp1.295/kg TBS.
Menurutnya, CPO turun akibat rendahnya kualitas CPO seperti FFA, kadar air dan kotoran sedangkan kernel naik banyaknya faktor dengan tingginya produksi TBS. \"Dengan adanya kesepakatan ini supaya para petani bisa sama-sama memahami dan bisa meningkatkan kualitas perkebunannya agar harga jual pada bulan yang akan datang bisa lebih bagus dan nilai jualnya pun lebih tinggi,\" pintanya.
Areal perkebunan kelapa sawit PT AGU ini diusahakan petani plasma yang berada dilokasi SP I, II, III dan IV dilahan 3.600 hektar yang dikerjakan sebanyak 1.800 Kepala Keluarga (KK) dan kebun inti mencapai 13.373 hektar dengan produksi TBS 15.000 ton/bulan.
Perusahaan yang merupakan salah satu anak perusahaan rokok Gudang Garam Kediri, Jawa Timur ini memiliki luas areal mencapai 18.087 hektar dengan produksi CPO sekitar 3.200 ton/bulan. (uzi)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Tender di Kemendagri Sangat Buruk
Zaman Gini, Rekayasa Tender Masih Marak?
Trik dan Modus Pengaturan Lelang
Angkutan Sungai di Barut Alami Kelangkaan BBM
Kapolda Banten Minta Ormas Tidak Sweeping