Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Selasa, 28 Maret 2017  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
700 Tewas, 347 Hilang Akibat Banjir di China
[Luar Negeri]

700 Tewas, 347 Hilang Akibat Banjir di China
Terparah Dalam Satu Dekade

Beijing, Pelita
Banjir di China tahun ini telah menewaskan 700 orang dan ratusan lainnya masih dinyatakan hilang akibat hujan yang disertai badai, kata pemerintah, Rabu (21/7).
Namun pejabat setempat menyatakan, hujan itu banyak mengenai negara di wilayah selatan, dan pihaknya memperkirakan peristiwa banjir pada tahun 1998 di sungai Yangtze akan bisa dihindari.
Total korban tewas sebanyak 701 orang sedangkan 347 lainnya masih dinyatakan hilang, kata kepala penaggulangan banjir dan wakil menteri perairan China Liu Ning kepada wartawan.
Dia menambahkan, musim hujan masih akan terjadi sampai akhir Agustus dan pada saat itu curah hujan akan semakin deras seiring dengan dimulainya musim badai Asia Timur, Selama musim ini, masih akan terjadi hujan yang lebih deras dan banjir akan lebih besar lagi. Hujan masih terus berlangsung.
Dia menyatakan Badan Meterologi memperkirakan, hujan deras juga akan turun di China sebelah utara, sehingga menyebabkan banjir di beberapa sungai besar seperti Huai, Yellow dan Songhua.
Di sungai-sungai tersebut, biasanya tidak terjadi banjir besar selama beberapa tahun dan kita berharap tahun ini juga akan tetap sama seperti tahun sebelumnya, katanya dikutip AFP.
Namun Liu tidak menjelaskan dari mana korban sebanyak 701 itu berasal sejak banjir melanda kawasan tersebut pada Juni. Namun dia mengabarkan bahwa dari jumlah total tersebut 187 di antaranya tewas dan 173 hilang dalam dua pekan terakhir.
Banjir dan longsor tersebut juga meruntuhkan puluhan ribu rumah dan sejumlah bangunan lainnya.
Banjir di China menjadi perhatian utama masyarakat di negeri itu, setiap hari TV-TV negara itu menayangan langsung bencana banjir tersebut.
Masyarakat China was-was namun tetap berharap hujan tahun ini tidak mengakibatkan banjir besar seperti pada tahun 1998 di sungai Yangtze yang menewaskan lebih dari 4.150 dan 18 juta lebih terpaksa mengungsi. Jutaan rumah runtuh akibat banjir besar.
Meski demikian, Liu dan sejumlah pejabat lainnya menegaskan pihaknya telah belajar dari peristiwa pahit banjir 1998, dan dengan selesainya pembangunan tiga bendungan pada 2006 yang sebagian besar dibuat untuk mencegah banjir, kemungkinan banjir itu akan bisa terhindarkan.
Dia juga menambahkan curah hujan tahun ini 20 persen lebih rendah dari curah hujan tahun 1998. (rid)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
2014 Semua Pasukan NATO Ditarik
Spanyol Cendurung Melarang, Inggris Membebaskan
Turki, Antara Wajah Barat dan Timur
Clinton Desak Pakistan Serius Tumpas Taliban
Spanyol Proses Larangan Cadar Inggris Tidak Akan Meniru