Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Selasa, 28 Maret 2017  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Gelandangan dan Pengemis Serbu Jakarta
[Metropolitan]

Kinerja Dinas Sosial Dipertanyakan
Gelandangan dan Pengemis Serbu Jakarta

Jakarta, Pelita
Menjelang bulan suci Ramadhan pada Agustus mendatang, wilayah Jakarta mulai diserbu Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial seperti gelandangan dan pengemis (Gepeng), pengamen jalanan, dan PSK.
Pelita yang memantau keberadaan mereka tersebut, Rabu (21/7), menyebutkan, para PMKS mulai terlihat di beberapa titik lokasi strategis seperti di kawasan CSW, Mayestik, Kebayoran Baru, Pancoran, Lenteng Agung, Pondok Indah, kawasan Gatot Subroto, Jalan Supomo, Melawai, Blok M, Fatmawati, TB Simatupang, Jalan Raya Kebayoran Lama, Pasar Rumput, Casablanca, dan Pasar Minggu.
Demikian pula di kawasan Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Timur dan Jakarta Barat. Banyak PMKS beroperasi di perempatan jalan dan lampu merah di wilayah itu. Dinas Sosial belum juga menunjukkan kinernya terkait belum tuntasnya gelandangan dan pengemis di Ibukota.
Kita pertanyakan kinerja Dinas Sosial. Aksinya perlu ditunjukkan ke masyarakat, kata Direktur LSM Metropolitan Cabin For Wach And Empowermant (McWe) Amir Hamzah.
Menurut dia, jika ada keinginan keras dan selalu kordinasi dengan instansi terkait masalah Gepeng tidak susah ditertibkan. Yang terpenting konsisten. Setelah ditangkap berikan solusi, kasih pelatihan dengan baik. Kan ada anggaran dari APBD dari DKI dan APBD dari Kementrian Sosial, kata Amir.
Sementara itu, PMKS beroperasi bila menjelang malam di sekitar lampu merah, pusat-pusat perbelanjaan, serta memanfaatkan trotoar dan halaman pertokoan untuk tidur. Bahkan sebagian taman-taman di sejumlah lokasi strategis dimanfaatkan untuk tidur.
Gembel banyak di sini bila mulai tengah malam. Mereka tidur di sini dengan beralaskan tikar dan kardus. Mungkin mereka juga buang air besar juga kali di sini. Taman ini menjadi kotor dan bau, kata Udin, seorang warga Pancoran, sambil menunjuk taman di wilayah itu.
Bukan itu saja, seorang pengguna kendaraan pribadi bernama Jamaluddin, warga Mayestik, menyebutkan hampir setiap sore dan malam di sepanjang kawasan CSW, Melawai, Blok M, banyak bermunculan PMKS dengan meminta-minta di tengah jalan.
Sepertinya Jakarta mulai diserbu PMKS saat jelang bulan puasa nih. Dimana-mana mereka mulai beroperasi dengan berbagai cara untuk mengambil simpati para pengendara kendaraan pribadi atau umum, ujar Jamaluddin.
Apalagi bila malam tiba, puluhan pengamen jalanan dan peminta-minta berkeliaran di tugu Pancoran nongkrong di sebuah taman dan di bawah jembatan layang wilayah itu. Para PMKS itu beroperasi berkelompok atau perorangan dengan membawa anak kecil.
(naz)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
150 Pengurus Dzikir Al-Fauz Dilantik
Warga Minta Pembayaran Tanah Proyek JORR Dituntaskan
40 Warung dan Kafe di Jakut Ditertibkan
DPRD Tolak Pembangunan Mal di Taman Ria
Sembako Gratis Warnai MOPDB SMA 38 Jakarta