Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Kamis, 30 Maret 2017  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
DPRD Tolak Pembangunan Mal di Taman Ria
[Metropolitan]

DPRD Tolak Pembangunan Mal di Taman Ria

Jakarta, Pelita
Rencana pembangunan Mal di kawasan Taman Ria Senayan (TRS) mendapat tanggapan DPRD DKI Jakarta. Dewan berharap, pemerintah pusat dalam hal ini Sekretariat Negara (Setneg) legowo dan mengkaji ulang perjanjian dengan pihak swasta.
Kita berharap Setneg mengkaji ulang perjanjian dengan pihak swasta, tentang pembangunan pusat perbelanjaan di kawasan Taman Ria Senayan, ujar Muhammad Sanusi, Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Rabu (21/7).
Masih kurangnya daerah hijau dan resapan air di wilayah DKI Jakarta, harusnya menjadi pertimbangan untuk tidak melanjutkan rencana pembangunan pusat perbelanjaan tersebut.
Keberadaan gedung DPR/MPR, menurut Sanusi, merupakan tempat monumental yang menjadi rumah rakyat yang tidak sepatutnya disandingkan dengan pusat perbelanjaan komersil. Terlebih, dari kajian berbagai pihak, keberadaan pusat perbelanjaan di lokasi tersebut dikhawatirkan membawa dampak buruk. Mulai dari kemacetan hingga banjir bisa mengancam kawasan sekitar pembangunan. Saya atas nama pribadi dan juga anggota DPRD DKI berharap rencana pembangunan itu dibatalkan, katanya.
Penolakan juga datang Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Sayogo Hendrosoebroto. Ia dengan tegas menyatakan tidak setuju dengan rencana pembangunan tersebut. Meski tidak secara langsung memiliki kewenangan, Sayogo mengharapkan rencana itu dibatalkan. Pihak swasta yang berencana membangun juga harus memiliki kepakaan terhadap keberatan dari berbagai pihak. Jangan sampai mengabaikan hanya demi mengejar keuntungan semata, tandasnya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo membantah dukungannya terhadap rencana menjadikan kawasan Taman Ria Senayan sebagai kawasan pusat perbelanjaan atau mall. Justru, Fauzi Bowo berpendapat, kawasan tersebut selayaknya ditetapkan sebagai hutan kota dalam bentuk ruang terbuka hijau (RTH), bukan untuk komersial. Bahkan, akan lebih baik jika areal Taman Ria Senayan yang memiliki danau buatan di Jalan Gatot Subroto itu disatukan dengan kawasan kompleks Gedung DPR/MPR RI yang berada tepat di samping kawasan tersebut.
Fauzi Bowo juga memastikan, pengembang yang ingin membangun belum mengantongi analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) untuk membangun sebuah mal. Selain itu, ia malah mengetahui kawasan tersebut rencananya diambil alih DPR/MPR untuk dijadikan satu kawasan dengan gedung parlemen di Senayan. Kalau rencana diambil untuk disatukan dengan kawasan gedung DPR/MPR, saya dukung itu. Tetapi sebaiknya, DPR/MPR minta izin langsung ke Setneg, katanya. (kim)



 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Sembako Gratis Warnai MOPDB SMA 38 Jakarta
Siswa RSBI Tampilkan Aneka Kreativitas
Membongkar Paksa Bangunan di Jaksel
Wakil Walikota Jaktim Minta Klinik Berikan Pelayanan Optimal
Dandim 0502 Jakut Berikan Siraman Rohani