Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Senin, 23 Januari 2017  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Tujuh Kementerian Berdayakan Masyarakat di Lintas Batas
[Agama dan Pendidikan]

Tujuh Kementerian Berdayakan Masyarakat di Lintas Batas

Jakarta, Pelita
Tujuh kementerian bersinergi membuat program pemberdayaan masyarakat di Kawasan Tertinggal dan Terpencil (KATT). Program lintas sektor ini diprakarasai oleh Kementerian Pendidikan Nasional dan melibatkan Kementerian Kordinator Kesejahteraan Rakyat, Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Sosial, Kementerian Kelautan, Kementerian Agama, dan Kementerian Kehutanan.
Program ini sesungguhnya sudah dilaksanakan sejak tahun lalu. Dengan adanya kerjasama lintas sektor seperti ini semoga percepatan pembangunan kawasan tertinggal dan terpencil, khususnya masyarakat di lintas batas negara yang merupakan beranda atau halaman depan negeri ini samakin baik, ujar Dirjen Pendidikan Non Formal dan Informal, Hamid Muhammad menanggapi pelaksanaan program lintas sektor KATT di Jakarta, Rabu (21/7). Pelaksanaan program KATT dilakukan di Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, akhir pekan lalu.
Menurut Bupati Kepulauan Talaud Drs C Ganggali, ME, ada dua hal pokok yang menjadi problem daerah yang dipimpinnya, yaitu pertama ketertinggalan pada sisi pembangunan , dan kedua posisi wilayahnya yang berbatasan dengan negara Philipina.
Oleh karena itu pemerintah daerah Kabupaten Kepulauan Talaud bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dan berterima kasih kepada beberapa Kementerian yang bersinergi dalam program membantu pemerintah daerah dalam melakukan percepatan pembangunan. Secara geografis Kabupaten Kepulauan Talaud melingkupi pulau-pulau kecil yang antara pulau satu dengan pulau lainnya belum memiliki alat transportasi yang beroperasi secara rutin sebagai kendaraan masyarakat dalam melakukan aktivitas perekonomian. Hal ini menjadi skala prioritas yang dipikirkan oleh kementerian lintas sektor, tidak terkecuali program-program pembangunan sektor lainnya.
Sementara itu, Dirjen Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial, Rusli Tauhid mengemukakan bahwa saat ini banyak masalah sosial yang dihadapi oleh bangsa Indonesia, salah satu diantaranya yang paling mendasar adalah masalah kemiskinan. Sebagai upaya merespon persoalan-persoalan sosial yang ada, Kementerian Sosial pada sinergi program lintas kementerian ini memberikan bantuan untuk membangun 40 unit rumah yang bertipe sangat sederhana dan bantuan jaminan hidup. Kedua bantuan ini sasarannya diperuntukkan pada masyarakat yang berada di lokasi KATT, yaitu Desa Kakorotan Kecamatan Nanusa yang berjarak 54 mil dari ibukota Kabupaten Kepulauan Talaud.
Direktur Pendidikan Masyarakat yang diwakili oleh Drs Pahala Simanjuntak, MM menguraikan bahwa rintisan program pendidikan masyarakat di kawasan tertinggal dan terpencil merupakan kegiatan rintisan sinergi program pendidikan nonformal dalam rangka perluasan akses pendidikan pada kelompok masyarakat yang berada di kawasan tertinggal dan terpencil yang belum terlayani dengan pendidikan formal karena sulit terjangkau secara geografis dan akibat faktor kemiskinan.
Dirjen PNFI Kementerian Pendidikan Nasional menilai problem ini tidak dapat diselesaikan sendiri tanpa keterlibatan sektor lain, sehingga diperlukan adanya program baru, yaitu program Rintisan Sinergi Program PNFI lintas Sektor di kawasan tertinggal dan terpencil. Program ini dimulai sejak tahun 2009 dengan tujuh lokasi sasaran. Ketujuh lokasi sasaran itu adalah Kabupaten Sigi-Sulawesi Tengah, Kabupaten Garut-Jawa Barat, Kabupaten Sekadau Kalimantan Barat, Kabupaten Barru Sulawesi Sekatan, Kabupaten Lombok tengah-NTB, Kabupaten Pamesakan-Jawa Timur, dan Bengkulu Utara-Bengkulu.
Pada tahun 2010 sinergi program KATT dilanjutkan lagi untuk daerah lain dengan jumlah lokasi tetap pada tujuh kabupaten yang berada ditujuh Provinsin. Ketujuh lokasi itu adalah Kabupaten Kepulauan Talaud-Sulawesi Utara, Kabupaten Jayapura-Papua, Kabupaten Sampang-Jawa Timur, Kabupaten Lebak-Banten, Kabupaten Nunukan-Kalimantan Timur, dan Kabupaten Musi Rawas Sumatera Selatan.
Direktur Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal menyampaikan pula jenis-jenis bantuan PNF yang akan diberikan kepada lokasi KATT melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat. Bantuan itu meliputi bantuan penguatan kelembagaan senilai Rp30 juta, bantuan keaksaraan budaya lokal Rp50 juta, bantuan keaksaran komunitas khusus 30 warga senilai Rp11.500.000, bantuan kursus warga desa 30 warga senilai Rp36 juta, sementara bantuan untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) melalui bank dunia senilai Rp6,5 miliar untuk keseluruhan Kabupaten Talaud.
Sedangkan Asisten Deputi Urusan Perumahan dan Pemukiman Kementerian Kordinator Kesejahteraan Rakyat Ir Nyoman Shuida, MSc menambahkan, program sinergi lintas sektor di Kawasan Tertinggal dan Terpencil ini, kegiatannya dikoordinir langsung oleh Kementerian Kordinator Kesejahteraan Rakyat. Hal ini sesuai dengan Intruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2010 tentang Program Pembangunan yang Berkeadilan. Impres ini mengamanatkan kepada semua kementerian agar dapat melakukan percepatan pembangunan di daerah terpencil.
Impres Nomor 3 Tahun 2010 ini merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap masyarakat tertinggal dan terpencil, masayarakat yang berada diperbatasan, dan masyarakat yang terisolir. Untuk itu Kementerian Kordinator Kesejahteraan Rakyat mengharapkan agar pada tahun 2011, semua kemenetrian dapat melakukan syering program dengan sehingga kemiskinan, keterpencilan, keterisoliran yang menjadi faktor ketertinggalan masyarakat dapat tertangani bersama, tukasnya. (dik)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Digelar Pameran dan Pertunjukan Kebudayaan Islam China
Mendongkrak Minat Baca Saat Harga Buku Mahal
Anak Indonesia Sesungguhnya Cerdas
Kemendiknas Siapkan Beasiswa Sekolah ke Luar Negeri
Garuda Turunkan Biaya Penerbangan Haji