Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Selasa, 28 Maret 2017  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Trik dan Modus Pengaturan Lelang
[Nusantara]

Trik dan Modus Pengaturan Lelang

Pelita mengamati berbagai modus pengaturan lelang yang dilakukan oleh panitia pengadaan barang/jasa pemerintah, antara lain:
1. Membatasi peserta lelang dengan menetapkan persyaratan yang sulit, misalnya: surat clearence pajak, yang memerlukan proses pengurusan ke kantor pajak paling cepat dua minggu, dan harus dilakukan pemeriksaan pajak terlebih dahulu, padahal pendaftaran lelang hanya seminggu.
2. Meminta calon pemenang untuk menyiapkan 5-7 pembanding, yang nantinya dinyatakan sebagai peserta lelang yang memenuhi prakualifikasi.
3. Menetapkan tiga perusahaan yang diatur memenuhi nilai ambang batas evaluasi teknis, sehingga menghindari potensi banting harga dari peserta lelang lainnya.
4. Memilih metode evaluasi pelelangan yang paling memungkinkan bagi panitia untuk bermain-main, dan menghindari sanggahan. Metode kualitas-biaya, baru dapat disanggah setelah diumumkan pemenangnya, padahal titik kritis permainan terjadi saat evaluasi teknis. Mereka yang dinyatakan tidak memenuhi ambang batas teknis relatif sulit untuk melakukan sanggahan.
5. Mengijinkan calon pemenang untuk mengganti dokumen lelang, jika dinilai calonnya kalah dalam beberapa aspek dari peserta lelang lainnya, misalnya mengganti tenaga ahli.
6. Tidak mengumumkan rincian skor hasil evaluasi, dan jika peserta lelang bertanya cukup dijawab: Silakan ajukan surat sanggah, dan jika sanggahan tidak benar akan kami black-list, atau kata sakti itu rahasia panitia.
7. Panitia menetapkan standar yang relatif rendah dan disesuaikan dengan kondisi calon pemenang, misalnya: tenaga ahli S-1, dan jika peserta lelang lain mengajukan S-3, maka panitia dapat berdalih S-2 dan S-3 tidak memperoleh tambahan skor nilai, bahkan dalam beberapa kasus dinyatakan tidak memenuhi passing grade, karena yang dibutuhkan cukup S-1.
8. Memasang muka kasihan, atau mempersuasi peserta lelang bahwa masih banyak kesempatan. Dalam beberapa kesempatan panitia menyampaikan: Dokumen Anda sangat bagus, tapi coba diperbaiki faktor kedekatan dengan pemilik kegiatan. (tim pelita)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Angkutan Sungai di Barut Alami Kelangkaan BBM
Kapolda Banten Minta Ormas Tidak Sweeping
Jamaah Haji Garut Tanya Uang Pengganti Paspor
Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko Penyakit
Sukses Mengembangkan Usaha Kopi Luwak ke Pasar Internasional