Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Selasa, 24 Januari 2017  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Angkutan Sungai di Barut Alami Kelangkaan BBM
[Nusantara]

Angkutan Sungai di Barut Alami Kelangkaan BBM

Muara Teweh, Pelita
Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium di Kabupaten Barito Utara (Barut) Kalimantan Tengah (Kalteng) rupanya tidak saja terjadi di jalur darat, namun saat ini juga terjadi di jalur sungai.
Sejak dua pekan terakhir terakhir para pengusaha angkutan sungai merasakan kesulitan atas kelangkaan BBM jenis premium ini yang sudah sulit didapatkan di pengecer di pinggir sungai.
Anto salah seorang pengelola loket 03 angkutan sungai jurusan Muara Teweh-Tumpung Laung-Montallat-Buntok, ditemui wartawan, Selasa (20/7) mengatakan pihaknya sangat kesulitan untuk mencari BBM jenis premium untuk keperluan speed boat yang melayani jalur angkutan sungai.
Padahal menurut Anto, pihaknya dalam sehari memerlukan bahan bakar premium ini sekitar 400 liter untuk jurusan Muara Teweh-Tumpung Laung-Montallat-Buntok. Dan akibat dari langkanya premium ini para penumpang semua jurusan bisa terlantar disebabkan BBM jenis premium sulit didapat.
Padahal sebelumnya kami selalu mendapatkan BBM jenis premium ini untuk angkutan sungai akan tetapi beberapa hari terakhir ini sulit di dapat di SPBU yang ada dalam kota Muara Teweh. Dan biasanya speed boat jurusan Muara Teweh-Buntok berangkat pukul 09.00 WIB bisa berangkat pukul 12.00 WIB, hal ini disebabkan sulitnya mendapatkan BBM itu tadi, katanya.
Dikatakannya, pihaknya juga untuk mendapatkan BBM jenis premium ini meminta surat rekomendasi dari Dinas Perhubungan, Telekominikasi dan Informatika (Dishubkominfo) setempat untuk keperluan angkutan sungai seperti speed boat, bukan untuk.
Dalam surat rekomendasi dari Dishubkominfo tersebut sudah jelas menyebutkan agar bisa diberi kemudahan untuk mendapatkan BBM jenis premium untuk pengusaha angkutan sungai jurusan Muara Teweh-Tumpung Laung-Montallat-Buntok.
Dijelaskannya, di SPBU jalan pramuka kalau para pengusaha angkutan sungai memerlukan BBM jenis premium untuk keperluan angkutan mereka (pihak SPBU-Red) langsung memberikan berapa yang kita perlukan. Akan tetapi di SPBU lainnya walaupun kita memegang surat rekomendasi untuk mendapatkan BBM dari Dinas Perhubungan mereka tidak memberikannya, dan kalau SPBU pramuka memang membantu dengan kami di sini, jelasnya.
Dikatakannya lagi, dengan sulitnya mendapatkan BBM jenis premium pihaknya terpaksa menaikan harga tiket semua jurusan. Pada saat BBM normal biasanya harga tiket dipatok sekitar Rp65.000 dan pada saat ini dinaikan sekitar Rp5.000 hingga Rp10.000 tergantung jurusan.
Kenaikan tarif ini hanya sementara sulitnya untuk mendapatkan BBM jenis premium. Penumpang juga tidak ada komplin atau protes dengan adanya kenaikan harga tiket ini, karena para penumpang juga tahu kalau BBM di tingkat pengecer sulit di dapat, kata Anto.
Sementara angkutan sungai jurusan Muara Teweh-Puruk Cahu harga tiket juga mengalami kenaikan Rp5.000- Rp10.000 untuk semua jurusan. Hal ini disebabkan karena sulitnya untuk mendapatkan BBM baik di tingkat pengecer maupun di SPBU. (uzi)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Kapolda Banten Minta Ormas Tidak Sweeping
Jamaah Haji Garut Tanya Uang Pengganti Paspor
Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko Penyakit
Sukses Mengembangkan Usaha Kopi Luwak ke Pasar Internasional
Kantor KPU Depok Didemo