Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Sabtu, 21 Januari 2017  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
2014 Semua Pasukan NATO Ditarik
[Luar Negeri]

Konferensi Afghanistan
2014 Semua Pasukan NATO Ditarik


Kabul, Pelita
Pasukan Afghanistan berkomitmen untuk mengambil alih penjagaan keamanan di negaranya pada tahun 2014 dihadapan konferensi internasional, Selasa (19/7).
Konferensi internasional untuk Afghanistan itu menyepakati komitmen itu sebagai upaya untuk menarik pasukan koalisi secara bertahap di sejumlah daerah pada akhir tahun ini.
Namun anggapan kemenangan pasukan koalisi yang dipimpim NATO dengan kekuatan 150.000 tentara masih jauh, meskipun mereka telah merangsek ke jantung pertahanan Taliban dan mengajak para pemberontok untuk meletakkan senjata.
Gambaran terbaru atas situasi keamanan setempat tercermin pada Selasa dini hari ketika rombongan Sekjen PBB Ban Ki-moon harus dipindahkan dari rencana semula yang akan mendarat di bandara Kabul ke bandara yang dijadikan markas NATO di Bagram karena ada serangan roket.
Meskipun Kabul dijaga sangat ketat, konferensi yang dihadiri oleh sejumlah Menlu dari 60 negara termasuk wakil dari Indonesia itu mendapatkan lima kali serangan di kawasan bandara dan diplomatik.
Namun tidak ada rasa takut dari mereka, kata pejabat setempat.
Dalam komunike terakhir itu disepakati bahwa pemerintah Afghanistan akan diberikan tanggung jawab untuk mengurus permasalahannya sendiri. Termasuk masalah keamanan. Sebagai jaminannya, pasukan itu akan dibekali standar pelatihan dan akuntabilitas keuangannya.
Tentara Nasional Afghanistan (ANSF) harus memimpin operasi militer di semua provinsi pada akhir tahun 2014, tulis komunike tersebut seperti dikutip Reuters.

Pertanyaan yang tersisa
Amerika Serikat berencana menarik pasukannya secara bertahap mulai Juli tahun depan dan Menlu AS Hillary Clinton menyampaikan target ini sebagai upaya untuk mengalihkan tanggung jawab lebih besar kepada pemerintah Afghanistan.
Juli 2011 memberikan pesan penting untuk mencari solusi dan membuladkan tekad. proses transisi sangat penting untuk menarik pasukan tanpa batas waktu, kata Clinton.
Karena ada batas waktu, Taliban semakin berani unjuk gigi dan mereka tahu Washington tidak ingin berlarut-larut melakukan peperangan di sana sehingga mereka tidak akan menghentikan serangannya sebelum semua pasukan asing hengkang dari bumi Afghanistan.
Komunike bersama itu juga menyepakati pengucuran 50 persen bantuan ke Afghanistan dalam dua tahun ke depan, hingga saat ini mereka baru menerima 20 persen dari komitmen bantuan internasional.
Sejak tahun 2002, lebih dari b40 miliar dolar telah dikucurkan untuk Afghanistan, separuhnya digunakan untuk membeli peralatan dan pelatihan polisi dan tentara lokal.
Saya putuskan pasukan nasional Afghanistan akan bertanggung jawa terhadap semua penegakan hukum dan operasi militer di semua provinsi pada akhir 2014, kata Karzai dalam jumpa pers.
Dalam komunike tersebut, Presiden Karzai juga didorong untuk merancang rencana perdamaian dan mengintegrasikan pasukan pemberontak yang berjumlah sekitar 36.000 dan terus melakukan dialog dengan Taliban dari kalangan moderat.
Anggota parlemen Afghanistan, Sultanzoi mengatakan, Afghanistan masih butuh bantuan militer asing sampai ada perubahan pandangan nasionalisme.
Ini bukan soal peralatan dan penguasaan tehnik semata, katanya. Namun sebuah budaya dimana tentara nasional harus mempunyai nasionalisme untuk menjamin pertahanan nasional, katanya.
Namun Menlu Inggris William Hague kepada wartawan mengatakan, Afghanistan telah bergerak menuju arah yang jelas.
Baik polisi dan tentara telah berjalan ke arah yang baik sehingga pada 2011 nanti diharapkan mencapai target perkembangan, katanya. Transisi menuju tanggung jawab sepenuhnya di tangan tentara Afghanistan harus dilaksanakan secara gradual dan melihat kapabilitas tentara Afghanistan sendiri. Namun hal itu harus dimulai segera. (rid)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Spanyol Cendurung Melarang, Inggris Membebaskan
Turki, Antara Wajah Barat dan Timur
Clinton Desak Pakistan Serius Tumpas Taliban
Spanyol Proses Larangan Cadar Inggris Tidak Akan Meniru
Israel Buldozer Rumah Petani Palestina