Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Jum'at, 24 Maret 2017  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Mendongkrak Minat Baca Saat Harga Buku Mahal
[Agama dan Pendidikan]

Mendongkrak Minat Baca Saat Harga Buku Mahal

BUKU adalah jendela dunia. Membaca buku, bisa membuat orang bertambah ilmu, pengetahuan, dan wawasan yang sangat berguna dalam kehidupannya. Tapi apa mau dikata, harga buku bacaan saat ini relatif tidak terjangkau, khususnya bagi masyarakat ekonomi lemah.
Jangankan untuk beli buku, untuk memenuhi gizi keluarga saja pas-pasan. Karena itulah Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) sedang gencar membentuk Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di berbagai wilayah di Indonesia. Bahkan yang terbaru, TBM akan diadakan juga di sejumlah mal di Indonesia. Mengusung branded TBM @mal, sasaran program ini adalah anak-anak muda.
Kami akan membangun perpustakaan-perpustakaan, baik di pusat-pusat keramaian misalkan di mal-mal termasuk juga di taman bacaan-taman bacaan atau pusat bacaan masyarakat di beberapa daerah. Itu yang kita perkuat, sehingga anak-anak kita bisa membaca secara langsung dan gratis, ujar Dirjen Pendidikan Formal, Informal dan Non Formal Hamid Muhammad didampingi Direktur Pendidikan Masyarakat, Kementerian Pendidikan Nasional (Mendiknas), Ella Yulaelawati meresmikan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kota Binjai yang dipusatkan di Binjai Super Mal (BSM), ahad lalu.
Peresmian ini merupakan yang ke-16 di Indonesia dari seluruh target TBM di ruang publik sebanyak 561 TBM. Turut hadir dalam kesempatan itu Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumut Bahrumsyah dan Kepala Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Binjai Syarifuddin Hamid menyebutkan, kegiatan tersebut merupakan program dari Kemendiknas yang bekerjasama dengan Village Mall, Yayasan Huges Indonesia, dalam rangka menuntaskan buta aksara di Indonesia, khususnya di Kota Binjai.
Selama ini pembaca selalu ditempatkan pada ruang baca, seperti perpustakaan dan pengunjungnya selalu sepi. Karena itu, pemerintah mencoba mengganti konsep dalam rangka meningkatkan minat baca masyarakat dengan menciptakan TBM di mal-mal. Bagi para orang tua dapat mengajak anak-anaknya untuk berbelanja atau pun rekreasi ke mal sambil mengisi waktunya ke TBM untuk mendapatkan pendidikan, terangnya. Setelah Kota Binjai, Hamid juga meresmikan TBM yang dipusatkan di Grand Mall Paladium Medan. Peresmian itu dirangkai dengan semiloka pendidikan masyarakat integrasi dengan aksara perdamaian.
Seusai peresmian, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian dana pembinaan bagi TBM senilai Rp200 juta. Dana itu dikelola Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Kota Binjai. Saat ini pemerintah sedang gencar mengembangkan program keterjangkauan pendidikan, terkait dengan biaya pendidikan mulai dari biaya langsung seperti SPP sampai dengan uang saku.
Oleh karena itu, lanjut dia, mengembangkan buku yang murah adalah bagian dari membangun keterjangkauan. Direktur Pendidikan Masyarakat Direktorat Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal (Dir Dikmas Ditjen PNFI) Kemendiknas, Ella Yulaelawati, mengatakan, pusat perbelanjaan atau mal akan menjadi pusat kebudayaan. Dia menyebutkan, 50 persen pengunjung adalah remaja, 25 persen di bawah remaja, dan 25 persen di atas remaja. Jadi dengan TBM multifungsi dalam artian dia bisa belajar sepanjang hayat. Bapak-bapak yang mengikuti istrinya bisa singgah di situ, kata Ella.
Ella menyebutkan, fasilitas ini akan dilengkapi dengan kid corner atau pojok anak sebagai balai belajar bersama. Selain itu, dapat dijadikan sebagai galeri untuk anak-anak yang belajar di luar sekolah memajang hasil karyanya.
Murid sekolah rumah yang belajar di komunitas home schooling bisa pajangkan karyanya di situ dan juga bisa untuk anak-anak usia dini untuk belajar. Jadi segala bentuk pembelajaran yang lebih instan, ujar Ella.
Dikatakan, rintisan TBM@mall akan dimulai di lima pengelola pusat perbelanjaan di Jakarta. Selain itu, kata dia, akan dirintis pula di Serang, Banten, dan Makassar. Nota kerjasama dengan pengelola pusat perbelanjaan sudah ada, kini sedang dirintis pembangunannya, jelasnya.
Kemendiknas akan memfasilitasi dalam bentuk dana stimulan dan bekerjasama dengan sponsor. Dia menyebutkan, untuk rintisan TBM disediakan dana hibah Rp 70 juta, sedangkan jika dilengkapi dengan pembelajaran komunitas dan aktivitas-aktivitas lain disediakan dana Rp 200 juta.

Dongkrak minat baca
Saat ini, minat baca anak Indonesia sudah sangat memprihatinkan. Berdasarkan studi lima tahunan yang dikeluarkan oleh Progress in International Reading Literacy Study (PIRLS) pada tahun 2009, yang melibatkan siswa sekolah dasar (SD), hanya menempatkan Indonesia pada posisi 36 dari 40 negara yang dijadikan sampel penelitian.
Posisi Indonesia itu lebih baik dari Qatar, Kuwait, Maroko, dan Afrika Selatan. Semakin banyak pemerintah membuat Taman Bacaan di Mall diharapkan dapat mendongkrak minat baca masyarakat, ujar Ketua Center for Social Marketing (CSM), Yanti Sugarda.
Sementara itu, berdasarkan penelitian Human Development Index (HDI) yang dikeluarkan oleh UNDP untuk melek huruf pada 2002 menempatkan Indonesia pada posisi 110 dari 173 negara. Posisi tersebut kemudian turun satu tingkat menjadi 111 di tahun 2009.
Data-data tersebut tampaknya akan terus memburuk mengingat minimnya infrastruktur dan perhatian yang ada saat ini, seperti terbatasnya jumlah bacaan yang tersedia dan jumlah guru, tutur Yanti. (dik)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Anak Indonesia Sesungguhnya Cerdas
Kemendiknas Siapkan Beasiswa Sekolah ke Luar Negeri
Garuda Turunkan Biaya Penerbangan Haji
Penyelenggaraan Haji Tak Boleh Jadi Ladang Korupsi
Pendidikan Berkarakter Diterapkan di PAUD