Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Sabtu, 21 Januari 2017  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko Penyakit
[Nusantara]

Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko Penyakit

PERUBAHAN iklim yang terjadi di seluruh dunia sejak beberapa tahun terakhir membawa dampak terhadap kesehatan. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) pada tahun 1996 telah memperkirakan perubahan iklim akan menyebabkan peningkatan kasus demam berdarah dengue (DBD) hingga 70 kali lipat pada tahun 2010.
Menurut, Prof dr Umar Fahmi Achmadi, MPH, PhD; Guru Besar Universitas Indonesia yang juga mantan Direktur Jenderal Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan RI; sejak beberepa waktu lalu, perubahan iklim juga berkontribusi terhadap munculnya berbagai penyakit infeksi baru seperti Avian Influenza, SARS, Leptospirosis, serta kembali maraknya kasus-kasus diare dan penyakit infeksi perut.
Kementerian Kesehatan RI menyatakan bahwa diare sudah tercatat menjadi pembunuh tertinggi kedua balita di Indonesia, bahkan sebelum timbulnya awarnes mengenai dampak perubahan iklim yang berujung pada kerusakan dan pencemaran lingkungan misalnya banjir, maka risiko timbulnya penyakit seperti diare, DBD, serta malaria diperkirakan meningkat.
Fakta tersebut menggugah Tupperware Indonesia dalam menggelar Seminar Aku Anak Sehat 2010 untuk guru sekolah dasar di tiga kota besar yakni Bandung, Surabaya, dan untuk guru-guru sekolah dasar dari Jabodetabekkra dan sekitarnya.
Para guru dalam seminar ini dibekali dengan kemampuan untuk menyosialisasikan perilaku bersih dan sehat kepada murid. Dan merupakan awal dari rangkaian Program Aku Anak Sehat yang dilakukan sebagai kegiatan CSR tahunan Tupperware.
Program yang akan berlangsung mulai bulan Agustus hingga Oktober 2010 ini bertujuan memberikan edukasi perilaku sehat kepada anak Kelas 1-3 SD dengan membiasakan mencuci tangan, tidak sembarangan membuang sampah, dan membawa bekal dari rumah (tidak jajan).
Sebagai pendidik, guru tentunya sangat berpengaruh dalam menanamkan dan menyebarkan mengenai perilaku sehat kepada anak-anak didiknya. Namun lebih penting, guru juga bisa berperan besar dalam menggalang perilaku sehat, ujar Marketing Director Tupperware Indonesia, Yanty Melianty pada seminar pekan lalu di Jakarta.
Menurut Yanty, guru juga dapat dibekali ilmu seperti cara berkomunikasi yang efektif dengan anak, standar lingkungan yang sehat, serta pengetahuan mengenai keamanan pangan dan wadah bekal yang aman.
Kami berharap dengan kegiatan ini guru bisa meneruskan pengetahuan dan ilmu yang mereka dapatkan di seminar kepada lingkungan sekitar mereka, ujarnya.
Tak hanya itu, menurut dia, ditambah dengan peningkatan risiko oleh karena perubahan iklim yang kini menjadi tantangan global, kedepannya guru akan berperan lebih penting lagi untuk melanjutkan penerapan perilaku sehat kepada generasi berikutnya.
Seminar dengan tema Standarisasi Kebersihan dan Keamanan Pangan, Wadah, serta Lingkungan Sekolah ini melibatkan lebih dari 900 guru dan menghadirkan Dr Ir Yadi Haryadi, MSc (pakar Ilmu dan Teknologi Pangan dari IPB), Direktur Surveilan BPOM Drs Suratmono MP, Kasie Dikdas Jakarta Selatan, Drs Momon Sulaeman, MPd, dan Rose Mini A Prianto MPsi, psikolog anak.
Diharapkan pada tahun ini, lebih dari 250 sekolah dasar akan berhasil dikunjungi oleh Tupperware. Untuk siswa Kelas 1-3 sekolah dasar akan dapat mengikuti film kartun edukasi Aku Anak Sehat, sedangkan sekolah akan mendapatkan dua set tempat sampah (organik, nonorganik, dan berbahaya), satu set tempat cuci tangan kaki, tiga set kata-kata motivasional, dan dua poster edukasi kebersihan untuk anak.(evi)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Sukses Mengembangkan Usaha Kopi Luwak ke Pasar Internasional
Kantor KPU Depok Didemo
DPRD Aceh Utara Temukan Banyak Proyek Bermasalah
Wani dan Irama Saling Klaim Dukungan
DPRD Lebak akan Perketat Tamu Masuk