Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Selasa, 28 Maret 2017  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Sukses Mengembangkan Usaha Kopi Luwak ke Pasar Internasional
[Nusantara]

Sukses Mengembangkan Usaha Kopi Luwak ke Pasar Internasional

BERAWAL dari keinginannya menjual biji kopi, baik lokal dan pasar internasional; pada tahun 1999 Direktur PT Coffindo, Irfan Anwar, SE; memulainya dengan mempelajari produk kopi lokal dan perdagangan kecil.
Tahun 2002 adalah awal dia mendirikan CV Primatama, lalu dilanjutkan pada 2002-2003 usaha untuk proses mencari pengetahuan hingga akhirnya pada tahun 2007 dengan didukung 33 karyawan tetap, dan lebih dari 200 tenaga kerja kontrak; ia kemudian memproses biji kopi menjadi biji kopi siap untuk ekspor di seluruh dunia. Penjualan ekspornya mencapai 95 persen dan sisanya penjualan lokal.
Menurut Irfan, untuk saat ini, perusahaan mengandalkan pasokan bahan baku kopi dari petani yang menjadi mitranya. Ke depan, dia menambahkan perusahaan akan mengembangkan jenis-jenis kopi specialty untuk dipasarkan ke luar negeri seperti kopi jawa, kopi flores, dan kopi papua.
Pada tahun 2010 ketika saya melihat pameran di luar negeri ada keinginan saya memulai bisnis kopi luwak yang dapat dijadikan kompetitor dengan negara lain seperti Brazil, Vietnam, Jepang, China, dan Korea dengan menampilkan kopi lokal dengan rasa dan kualitas serta pendistribusian yang baik, kata Irfan saat ditemui Pelita di kantor perwakilan barunya di Menara Kadin, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.
Penjualan kopi ke pasar internasional mengalami pertumbuhan yang cepat hingga tujuan ke 23 negara, sementara di Indonesia keberhasilan kopi hanya sebagai trendsetter, mengingat harganya yang relatif mahal sekitar 80-100 dolar AS/Kg.
***
KOPI Luwak yang diproduksi sendiri di perusaahannya di wilayah Sumatera Utara dengan luas area 1.200 hektar ini kini telah mendapatkan Sertifikat Organik dan Sertifikat Hukum oleh pemerintah daerah Aceh.
Awal dari pemasaran kopi ini secara konvensional, yang dijalankan adalah menjual biji kopi dari kualitas terbaik hingga kualitas di bawahnya. Jenis produk yang ditawarkan seperti Arabica Mandheling dan Arabica Linthong, ujar Irfan.
Kopi luwak ini merupakan hasil dari pengumpulan biji-biji kopi dari luwak liar yang berkembang di lahan perusahaannya, yang hidup bebas, bukan dari penangkaran tersendiri.
Luwak liar bebas untuk memilih dan memakan kopi yang ada di area perusahaannya. Kemudian biji yang merupakan hasil sekresi alami luwak liar ini dikumpulkan dan disortir untuk dipilih biji kopi terbaik.
Setelah melalui proses pengumpulan dilakukan proses produksi, yang dimulai dengan dilakukannya proses cupping atau melakukan pengontrolan kualitas dari kopi tesebut. Biji kopi dipisahkan untuk menentukan mana yang akan dijadikan bubuk (powder), biji olahan (roasted), dan masih biji hijau (green beans).
Green beans merupakan biji kopi yang masih segar belum diolah secara teknologi, hanya melewati proses manual, yakni dibersihkan kulit arinya, dan dijemur secara alami yaitu menggunakan sinar matahari.
Untuk bubuk akan melalui proses penggilingan (hulling), dan untuk olahan, dilakukan pemanggangan (roasting). Green beans merupakan biji kopi yang masih segar belum diolah secara teknologi.
Produk kopi terbaru kami yakni Original Luwak dan Indonesia Specialty Coffee. Brand Premium ini akan diusung untuk menjadi salah satu brand ternama. Dengan produk ini diharapkan dapat memenuhi dan memberikan warna baru bagi pecinta kopi khususnya dan bagi pasar modern umumnya, ungkap pebisnis muda berdarah Aceh ini.
***
IRFAN mengatakan, produksi Original Luwak perbulan 120 Kg, untuk segment gift 300-500 Kg perbulan.
Menurutnya, Indonesia Specialty Coffee memiliki sembilan variasi yakni kopi luwak, kopi luwak blend, lasuna special, mandheling long berry, sumatra super peaberry, elb green dino, jumbo eighteen plus, arabica mandheling grade 1, dan mandheling grade 3 special.
Kopi Original Luwak dan Indonesia Specialty Coffee akan memasuki pasar modern dengan langkah pertama kali Jakarta. Jakarta dipilih karena kota ini telah mengadopsi lifestyle luar negeri yakni kopi. Meminum kopi di pagi hari menjadi pilihan utama bagi sebagian besar masyarakat urban. Kami berusaha menjawab gaya hidup (lifestyle) mereka tersebut, jelasnya.
Menurut dia, dengan menjual Original Luwak melalui premium standard dan brand yang dipasangkan pada kopi tersebut, maka kopinya bukan lagi sekedar kopi yang dinikmati dengan meminumnya saja, namun juga dapat dijadikan gift (hadiah) yang dipajang.
Kami memberikan packaging yang eksklusif, yang sangat layak digunakan sebagai hadiah maupun pajangan rumah, ungkapnya.
Irfan menambahkan, Dengan pengalaman 10 tahun dalam perdagangan kopi setelah mengekspor ke-23 negara di seluruh dunia termasuk Amerika Serikat, Jepang, dan sebagainya, maka ke depannya kami menargetkan untuk melebarkan sayap bisnis ini hingga ke-20 negara lainnya.
Tidak hanya pasar luar negeri yang dilirik namun pasar dalam negeri pun turut menjadi tujuan utama dari pemasaran dan branding produk PT Coffindo yang dipimpinnya ini.(evi)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Kantor KPU Depok Didemo
DPRD Aceh Utara Temukan Banyak Proyek Bermasalah
Wani dan Irama Saling Klaim Dukungan
DPRD Lebak akan Perketat Tamu Masuk
Polrestro Tangerang Tegur 536 Pelanggar