Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Sabtu, 21 Januari 2017  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Kantor KPU Depok Didemo
[Nusantara]

Kantor KPU Depok Didemo

Depok, Pelita
Puluhan aktivis Kota Depok yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat untuk Pemilu Jujur (Gempur) demo di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok di Jalan Kartini, Pancoran Mas, Depok, Senin (19/7).
Mereka menuntut KPUD menjadi lembaga independen, bersih, transparan dan tidak berpihak kepada pasangan calon walikota Depok. Mereka juga mempertanyakan independensi Ketua KPU Depok M Hasan, dan dua anggota KPU lainnya yaitu Yoyo Efendi dan Udih bin Muslih yang dinilai tidak layak menjadi anggota KPUD.
Koordinator aksi Sunardy dalam orasinya di hadapan puluhan massa mengatakan Ketua KPUD M Hasan pada 2005 pernah menjadi ketua tim pencari fakta pada salah satu pasangan calon walikota Depok (Pilkada 2005). Selain itu, pada tahun yang sama Hasan juga diduga ditetapkan sebagai tersangka terkait perkara tindak pidana sumpah palsu.
Sedangkan Yoyo Efendi dan Udih bin Muslih pada proses pemilihan calon anggota KPUD Depok tahun 2009 lalu, namanya tidak masuk dalam 10 besar. Tetapi mereka dipaksakan untuk menjadi komisioner KPUD Depok. Kami meminta dewan kehormatan KPU segera turun tangan dan mengambil tindakan terkait krisis KPUD Depok, ujar Sunardy dalam pernyataan sikapnya.
Menanggapi aksi demo tersebut, Ketua KPUD Depok Muhamad Hasan menyatakan demo masyarakat dianggap sebagai partisipasi masyarakat yang bisa jadi masukan bagi anggota KPU. Menurutnya, sesuai aturan KPU, setiap anggota KPU harus netral. Kalau ada indikasi tidak netral silakan lapor, tegas Hasan.
Sedangkan mengenai statusnya sebagai tim sukses pada pilkada 2005 lalu terjadi saat dirinya belum menjadi anggota KPU, Saat itu saya bukan tim sukses tapi konsultan, jelas Hasan.
Mengenai kasus sumpah palsu, kata Hasan itu merupakan kasus lama yang sudah selesai lima tahun yang lalu. Saya sendiri sudah diperiksa. Kalau mau menanyakan kasus jangan ke KPU tapi tanyakan pada pihak yang berwenang, ujarnya.
Sedangkan anggota KPUD Depok Udih bin Muslih menilai aksi tersebut merupakan bagian dari demokrasi. Ia menegaskan tidak akan terpengaruh adanya aksi. Saya akan tetap fokus pada persiapan dan tahapan Pemilukada ini, tegas Udih.(ck-26)


 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
DPRD Aceh Utara Temukan Banyak Proyek Bermasalah
Wani dan Irama Saling Klaim Dukungan
DPRD Lebak akan Perketat Tamu Masuk
Polrestro Tangerang Tegur 536 Pelanggar
Samsat Jaktim Bersihkan Lingkungan Pasar Ciplak