Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Selasa, 28 Maret 2017  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Clinton Desak Pakistan Serius Tumpas Taliban
[Luar Negeri]

Clinton Desak Pakistan Serius Tumpas Taliban
Osama Masih Sembunyi di Pakistan

Islamabad, Pelita
Menlu AS Hillary Clinton mengumumkan paket bantuan kepada Pakistan sekaligus mendesak negara itu untuk lebih serius menumpas militan, Senin (19/7).
Clinton juga yakin bahwa Osama bin Laden masih berada di Pakistan, katanya ketika mengikuti sesi tanya jawab dengan para petinggi di Pakistan, Saya percaya dia (Osama bin Laden) masih di Pakistan, dan ini akan sangat membantu jika kita bisa menangkapnya, katanya.
Tawaran Clinton itu untuk memperkuat aliansi yang sering diwarnai keguncangan dengan negara yang menjadi tempat persembunyian milisi Taliban dan kelompok yang bertanggung jawab atas penyerangan di Amerika Serikat.
Bantuan tersebut terfokus pada air dan kebutuhan energi sebagai bentuk upaya AS untuk memperkuat hubungannya dengan negara nuklir dan mengatasi perasaan anti AS setelah beberapa waktu dikesampingkan.
Washington percaya Pakistan adalah masalah integral terkait dengan perang di Afghanistan dan Gedung Putih telah lama menduga sejumlah pejabat tinggi setempat mendukung gerakan Taliban, meskipun tentara Pakistan telah melakukan operasi menumpas gerilyawan Taliban.
Clinton melakukan lawatan ke Pakistan dan bertemu dengan presiden dan perdana menteri negara itu, kepada wartawan seusai pertemuan Clinton menyatakan perlunya upaya bersama untuk menumpas terorisme, namun ihaknya menuntut langkah-langkah lebih lanjut dari Islamabad untuk mengatasi militan di wilayahnya.
Ada beberapa langkah-langkah lainnya yang kami minta dan harapkan yang bisa dilakukan oleh Pakistan, katanya dikutip AFP.
Tidak ada keraguan lagi dalam benak kita semua bahwa sebuah serangan melawan AS dilakukan oleh orang Pakistan, dan tentu saja hal itu mempengaruhi hubungan kami, imbuhnya.
Seorang warga AS keturunan Pakistan ditangkap setelah sebuah bom meledak di New York Times Square pada Mei, setelah dilakukan penyelidikan dia diduga mendapatkan latihan merakit bom dari salah seorang ahli yang mempunyai jaringan dengan kelompok gerilyawan Tehrek-e-Taliban dan Al-Qaeda.
Clinton juga membenarkan rencana Washington memasukkan jaringan Haqqani Pakistan dalam daftar teroris asing.
Jaringan Haqqani yang sedang berperang dengan pasukan koalisi di Afghanistan dianggap mempunyai hubungan kuat dengan jaringan Badan Intelijen Pakistan (ISI). Seorang pejabat tinggi AS menyatakan hubungan dekat dengan panglima tentara Pakistan, Jend Ashfaq Kayani sangat membantu dalam upaya melawan jaringan Haqqani.
Dalam kesempatan tersebut, Menlu Clinton juga menemui orang nomor satu dalam pertahanan Pakistan, Jen Ashfaq Kayani, Hubungan kami dengan Jen Kayani di luar dugaan. Kami merasa upaya ini berjalan lambat, namun secara perlahan menju ke depan (dalam melawan Haqqani), kata pejabat tersebut.
Pakistan dan AS selama ini merupakan aliansi kuat sepanjang perang dingin, keduanya memainkan perannya dalam mempersenjatai gerilyawan Muslim untuk mengusir tentara Uni Soviet di Afghanistan pada 1989.
Namun hubungan itu memudar seiring dengan serangan 11 September 2001.
kami telah melangkah melewati kebuntuan-kebuntuan dimana kita terus melakukan perundingan penting.. saya merasa senang dan kagum dengan kepemimpinan Pakistan dalam mengatasi masalah-masalah yang sulit, kata Clinton.
Pakistan saat ini menghadapi tantangan dari kelompok Taliban, serangan itu telah menewaskan 3.500 orang di seluruh negeri sejak tentara mengambil alih Masjid Merah di Islamabad pada Juli 2007.
Kunjungan Clinton kali ini juga masih diwarnai bom di kota Sarghoda, seorang pembom bunuh diri meledakkan dirinya di sebuah masjid hingga menewaskan 12 orang, Minggu (18/7).
Dalam sambutan pembukaanya dengan Menlu Pakistan Shah Mehmood Qureshi, Senin (18/7), Clinton berharap proyek bantuan AS ini dapat memperkuat fondasi dalam hubungan dengan AS.
Bantuan itu termasuk pembangunan dua bendungan, sejumlah fasilitas air minum untuk publik, proyek irigasi dan pembangunan pusat kesehatan.
Total bantuan itu sebesar 7,5 miliar dolar yang telah disepakati Kongres dalam kurun lima tahun.
Clinton juga memuji perjanjian dagang antara Afghanistan dan Pakistan, pejabat setempat memperkirakan perjanjian dagang kedua negara dapat meningkat dari 1,5 miliar dolar hingga 5 miliar dolar.(rid)


 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Spanyol Proses Larangan Cadar Inggris Tidak Akan Meniru
Israel Buldozer Rumah Petani Palestina
ASEAN Serukan Akses Bantuan ke Gaza Dibuka
Spanyol Proses Larangan Cadar Inggris Tidak Akan Meniru
Dua Bom Serang Milisi Anti Al Qaida 46 Tewas 40 Luka Luka