Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Jum'at, 24 Maret 2017  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Spanyol Proses Larangan Cadar Inggris Tidak Akan Meniru
[Luar Negeri]

Spanyol Proses Larangan Cadar Inggris Tidak Akan Meniru

Madrid, Pelita
Partai oposisi Spanyol mengatakan anggota dewan akan membahas pelarangan penggunaan Burqa/Cadar di ruang publik sekaligus mencoba menyusul negara Eropa lainnya yang telah melakukan langkah serupa, Minggu (18/7).
Partai Populer mengusulkan pembahasan mengenai pelarangan Burqa/ pakaian yang menutupi semua tubuh di majelis rendah pada Selasa/ Rabu, kata salah seorang anggota parlemen yang tidak mau disebut namanya.
Pemerintah Spanyol cenderung untuk melarang siapapun yang mengenakan Burqa di gedung-gedung pemerintah, kata Menteri Hukum Fransisco Caamano.
Dia menilai mengenakan Burqa tidak cocok dengan nilai-nilai kemanusiaan.
Caamano menyatakan RUU mengenai masalah agama akan membatasi penggunaan Burqa seperti di ruang pertemuan dan sekolah-sekolah.
Sejumlah negara Eropa lainnya saat ini sedang menggodog rancangan undang-undang yang melarang penggunaan Burqa seperti di perancis, Belgia dan Belanda. Di ranah majelis rendah, Perancis telah menyepakati larangan itu pada 13 Juli dan kini tinggal menunggu persetujuan Senat pada September untuk menjadi UU, seperti dikutip AP.
Terdapat sekitar satu juta Muslim di Spanyol dari total populasi penduduknya yang sebesar 47 juta. Mayoritas Muslim berada di timur-laut Catalonia dan Andalicia selatan, dan tidak banyak Muslimah disana yang mengenakan Burqa.
Sementara itu, Menteri Imigrasi Inggris Damian Green menilai larangan seperti itu tidak sesuai dengan nilai-nilai yang dianut oleh orang-orang Inggris.
Menteri Imigrasi Inggris mengatakan, Inggris tak akan mengikuti Perancis dalam mengesahkan sebuah undang-undang yang melarang perempuan Muslim mengenakan burqa yang menutup seluruh badan di tempat umum.
Damian Green kepada harian Sunday Telegraph mengatakan, langkah semacam itu tidak sesuai dengan nilai-nilai orang Inggris, untuk mengatur apa yang harus dikenakan atau tidak dikenakan orang di jalan.
Green menambahkan, masyarakat Inggris sangat toleran dan saling menghargai satu sama lain.
Awal bulan ini seorang anggota parlemen yang konservatif mengajukan sebuah RUU yang akan melarang orang menutup wajah mereka di depan umum.
Green mengatakan larangan itu diterima secara politik di Perancis karena negara itu merupakan negara sekuler yang agresif.
Komentar Green dilontarkan setelah ketua Dewan Muslim Inggris yang baru kepada Sunday Telegraph mengatakan Inggris adalah negara yang sangat menerima umat Muslim di Eropa. (rid)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Israel Buldozer Rumah Petani Palestina
ASEAN Serukan Akses Bantuan ke Gaza Dibuka
Spanyol Proses Larangan Cadar Inggris Tidak Akan Meniru
Dua Bom Serang Milisi Anti Al Qaida 46 Tewas 40 Luka Luka
Rencana Jadikan Timor Leste Pusat Suaka Dikecam