Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Selasa, 28 Maret 2017  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
PT Jamsostek Santuni Korban KecelakaanKerja Mesin Giling Kayu
[Ekonomi dan Keuangan]

PT Jamsostek Santuni Korban KecelakaanKerja Mesin Giling Kayu

Jakarta, Pelita
Kepala Biro Humas PT Jamsostek H Muhammad Sardjan Lubis menyerahkan santunan senilai Rp54,6 juta kepada ahli waris dari Septian Permana, korban kecelakaan kerja.
Kecelakaan kerja mengakibatkan Septian Permana (22) tewas masuk ke mesin giling kayu pada akhir Juni lalu. Pada Kamis (15/7), pekan lalu, di Balikpapan, Kalimantan Timur, jajaran PT Jamsostek (Persero) Kantor Cabang Balikpapan menyerahkan santunan kepada ahli waris korban kecelakaan kerja, yang tidak lain adalah istri almarhum yang bernama Triyuwani (28).
Santunan senilai Rp54,6 Juta tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Biro Humas PT Jamsostek HM Sardjan Lubis dengan didampingi Kacab Jamsostek Balikpapan Prabowo SF.
Penyerahan santunan juga disaksikan oleh pihak perusahaan dalam hal ini PT Kutai Chip Meal (KCM) serta pihak Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Kota Balikpapan.
Namun sebelum Triwahyuni menandatangani tanda terima yang diajukan oleh pihak Jamsostek, ibu kandung almarhum Septian sempat menolak santunan tersebut.
Sekalipun saya miskin, saya tidak rela jika nyawa anak ditukar dengan uang segitu. Lebih baik saya tidak menerima sekalian saja, ucap wanita berjilbab itu masih terlihat syok.
Namun setelah mendapatkan penjelasan dari Sardjan Lubis, akhirnya ahli waris dan keluarganya dapat mengerti dan menerima sekaligus membubuhkan tandatangan dalam berita acara serah terima santunan.
Pada kesempatan yang sama, PT KCM selaku pihak perusahaan tempat Septian bekerja juga menyerahkan santunan sebesar Rp29 juta.
Dengan demikian, keluarga almarhum menerima dana santunan sebesar Rp83,6 juta. Menurut Purwanto selaku HRD dari PT KCM, uang tersebut merupakan uang duka dari perusahaan dan juga dari iuran sukarela dari rekan-rekan sejawatnya.
Kecelakaan yang menimpa Septian Permana yang bekerja sejak Februari 2009 terjadi Sabtu (26/6) lalu. Septian jatuh dan terseret konveyor hingga masuk ke lubang berdiameter satu meter hingga akhirnya masuk ke mesin penghancur kayu yang berpisau tajam dan berputar cepat yang menggerus tubuhnya. (iz)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Ubud, Jadi Percontohan Penataan Ruang Kota
Puspa AgroSumber Pemasok Komoditi
Ditolak, Aturan Kenaikan TDL
Untuk StabilkanHargaKebutuhan Pokok
Sail Banda Ambon akan Diwarnai Petita Ikan Seribu Rasa