Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Sabtu, 21 Januari 2017  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Ubud, Jadi Percontohan Penataan Ruang Kota
[Ekonomi dan Keuangan]

Ubud, Jadi Percontohan Penataan Ruang Kota

Jakarta, Pelita
Ditjen Penataan Ruang Kementerian Pekerjaan Umum mendesak seluruh kabupaten/kota segera menyelesaikan proses penyusunan peraturan daerah (Perda) mengenai rencana tata ruang wilayah dengan mengacu pada Perda RTRW di tingkat provinsi.
Dirjen Penataan Ruang Iman S Ernawi di Jakarta, Senin (19/7), menjelaskan, hal ini bisa menghambat laju pemanfaatan ruang yang tidak sesuai fungsinya.
Ia mengakui, kawasan percontohan seperti di wilayah Kota Ubud, Gianyar, Provinsi Bali, memang bagus. Jadi, wajar jika wilayah itu baru saja, meraih penghargaan The Best City in Asia. Ubud, layak menjadi contoh penataan ruang bagi kota lain, katanya.
Iman juga menjelaskan pernyataan Bupati Gianyar Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati dalam diskusi menyampaikan bahwa penataan ruang wilayah Gianyar dibagi atas lima zona pengembangan yaitu untuk zona utara dikembangkan agrowisata dan kerajinan seni. Pengembangan ini berada di tiga kecamatan yakni Payangan, Tegallalang, serta Tampaksiring.
Zona selatan yakni Kecamatan Sukawati sebagai tempat pengembangan pemasaran kerajinan tangan berada di zona selatan. Zona barat yakni Ubud dikembangkan wisata dan seni budaya. Sedangkan pada zona timur, yakni Kecamatan Gianyar dan Blahabtuh dikembangkan sarana olahraga dan wisata.
Khusus untuk zona Ubud sebagai wilayah pengembangan dan pembangunan pariwisata, pemerintah daerah juga tetap mempertahankan budaya dan seni yang ada.
Menjawab pertanyaan soal sikap bupati/walikota dalam pertemuan di Bali menolak pemberlakuan Perda RTRW Bali yang diluncurkan November tahun lalu, Iman mengakuinya.
Menurut para bupati, Perda RTRW Bali tidak sesuai dengan kondisi dan karakteristik wilayah dan kepentingan pengembangan masing-masing wilayah. Padahal, Perda RTRW Bali disusun dan dikembangkan berdasarkan dokumen tata ruang dan wilayah Jawa-Bali.
Karena itu, diperlukan proses dialog antara kabupaten-provinsi yang dijembatani melalui Keputusan Gubernur. Sehingga ada kepastian hukum tentang tata ruang yang terbaru dan sesuai dengan kondisi faktual di masing-masing wilayah.
Untuk itu, diperlukan harmonisasi atara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota sebagai jalan tengah terhadap penolakan yang dilakukan delapan kabupaten dan satu kota di Bali.
Proses itu harus segera dilakukan untuk menyelamatkan Bali dari kerusakan lingkungan, terutama dilihat dari tata ruang dan wilayahnya yang relatif sempit.
Kementerian Pekerjaan Umum menyatakan enam provinsi yang menyelesaikan aturan rencana tata ruang wilayah (RTRW) dan dituangkan dalam peraturan daerah masing-masing. Keenam provinsi itu adalah Kalimantan Selatan, Gorontalo, Lampung, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Bali. (oto)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Puspa AgroSumber Pemasok Komoditi
Ditolak, Aturan Kenaikan TDL
Untuk StabilkanHargaKebutuhan Pokok
Sail Banda Ambon akan Diwarnai Petita Ikan Seribu Rasa
Mendag Canangkan Hari Pasar Bersih Nasional