Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Sabtu, 21 Januari 2017  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Puspa AgroSumber Pemasok Komoditi
[Ekonomi dan Keuangan]

Puspa AgroSumber Pemasok Komoditi
Pertanian TerbesardiJatim

PASAR Induk Puspa Agro Jawa Timur (Jatim) diharapkan dapat menjadi sumber suplai atau pemasok komoditi pertanian untuk nasional dan internasional. Pasalnya, Indonesia menargetkan tahun ini bisa memasok 10 persen kebutuhan sayur dan buah ke Singapura.
Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, jika tahun ini target 10 persen itu bisa dipenuhi. Bahkan, bertekad pada 2014, Indonesia mampu menyuplai kebutuhan komoditi pertanian ke Singapura sebesar 30 persen.
Pasar Induk Puspa Agro Jatim harus bisa menjadi salah satu sumber suplai itu, tegas Hatta ketika soft launching tahap pertama Pasar Induk Agrobis (PIA) Puspa Agro Jatim, Jemundo-Sidoarjo Jatim, Sabtu (17/7).
Menurutnya, selama ini pertumbuhan ekonomi Jatim selalu di atas rata-rata nasional, dan Jatim dianggap sebagai salah satu provinsi yang luar biasa dalam mengembangkan produk pertaniannya.
Pemerintah pusat akan membantu connectivity, infrastruktur, dan jaringan agar bisa mendorong ekspor Indonesia, ujarnya. Puspa Agro ini dapat dijadikan percontohan bagi provinsi lain agar berinovasi untuk meningkatkan perekonomian di daerah masing-masing.
Puspa Agro diresmikan Menko Perekonomian Hatta Rajasa dan turut disaksikan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Menteri Pertanian Suswono dan Menteri Perikanan dan Kelautan Fadel Muhammad, serta Gubernur Jatim Soekarwo dan Bupati Sidoarjo Win Hendrarso.
Melihat potensi Jawa Timur disertai dengan berdirinya PIM Puspa Agro, Gubernur Jatim Soekarwo menilai, perdagangan Jatim dengan provinsi lain dapat mencapai Rp200 triliun hingga akhir tahun 2010.
Ia berharap setelah ini tahap kedua dan ketiga dari pembangunan pasar bisa segera terlaksana. Ini untuk menampung potensi agrobisnis Jatim yang sangat besar.
Selama ini, petani belum menikmati hasil pertaniannya. Harga perdagangan ditentukan pasar dan kerap dinikmati hanya oleh para tengkulak. Petani hanya merasakan sepertiga dari harga jual, itupun harus menunggu sampai tiga bulan.
Dengan adanya pasar ini, kita berharap petani bisa lebih menikmati harga pertanian, kata Soekarwo.
Bupati Sidoarjo Win Hendarso menambahkan, dari sisi fasilitas pasar ini akan dilengkapi dengan fasilitas pendukung. Seperti lelang komoditas agro secara online, fasilitas cold storage, pergudangan, pertokoan, pusat pelatihan dan rusunami.
Untuk tahap pertama ini ada dua los bangunan dengan jumlah sebanyak 1.085 unit. Kami berharap pasar ini akan memicu pertumbuhan ekonomi, baik di tingkat lokal Sidoarjo, regional Jawa Timur maupun secara nasional, ujarnya.
Internasional
Direktur Utama PT Jatim Graha Utama Erlangga Satriagung yakin pasar ini bisa membuka pangsa pasar sampai ke tingkat internasional.
Dengan potensi yang ada, ia berani meningkatkan target transaksi menjadi Rp15 triliun per tahun dari sebelumnya Rp10 triliun.
Pasar Induk Puspa Agro dibangun di atas lahan seluas 50 hektar dan dilengkapi fasilitas diantaranya tujuh los pasar dengan 5.000 stand. Saat ini (tahap pertama) masih dibangun dua los terdiri dari 1.045 stand di atas lahan 15 hektar.
Selain los pasar, ada juga kawasan pergudangan, cold storage, chiller, uji laboratorium, balai lelang, jembatan timbang, kawasan wisata agro seluas 12 hektar dan lima unit rusunawa twin tower yang bisa menampung 500 pedagang.
Pasar ini dibangun dengan konsep perdagangan yang komprehensif. Selain menyediakan pasar eceran, juga ada pasar grosir dan kegiatan perdagangan skala besar memanfaatkan teknologi informasi lelang.
Saat ini transaksi perdagangan antarprovinsi hingga mencapai Rp44,2 Triliun, ujarnya.
Untuk membangun pasar ini, dibutuhkan dana Rp830 miliar dari APBN dan APBD Jatim. Pada tahun pertama, PT Jatim Grha Utama, BUMD milik Pemprov Jatim yang mengelola PIA Puspa Agro Jatim menargetkan omzet sebesar Rp12 triliun hingga Rp15 triliun.
Pasar khusus perdagangan hasil-hasil bumi dan perikanan ini disiapkan menjadi salah satu pasar agribisnis kelas dunia. Karena ini pasar induk terbesar di Indonesia dan terbesar kedua di Asia Tenggara, kata Erlangga.
Sementara itu Menteri Pertanian Suswono kepada Pelita mengatakan, Indonesia sudah termasuk kategori yang terlambat di banding Thailand membangun pasar agrobisnis. Padahal Indonesia memiliki banyak jumlah produk varietas dibandingkan Thailand.
Namun, Suswono berharap dengan adanya pasar induk seperti ini petani petani bisa langsung menjual atau melelang barangnya di tempat tersebut. Dengan demikian, bisa memutuskan mata rantai tata niaga yang selama ini merugikan petani.
Dia mencontohkan, sekarang kenaikan harga produk pertanian seperti cabe merah yang berkisar antara Rp40.000-Rp50.000 sebenarnya petani hanya menikmati sepertiganya, para tengkulak yang selama ini mempermainkan harga.
Karena itu, dia berharap dengan adanya pasar induk ini tidak ada disinformasi pasar. Karena harga bisa langsung diketahui dan pembeli dapat menawar dan menguntungkan.
Pasar induk ini juga bisa menyembatani kerugian petani yang selama ini karena disinformasi pasar tersebut, tambahnya.
Bakar ikan
Pada kesempatan ini, Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad memimpin acara bakar-bakar ikan dalam rangka pembukaan Pasar Induk Agrobis (PIA) Puspa Agro Jatim dengan melibatkan ribuan orang dari gabungan kelompok tani (Gapoktan) se-Jatim. Bakar ikan itu menghabiskan enam ton arang dan 2,5 ton minyak tanah.
Museum Rekor Indonesia (MURI) mencatatkan rekor terbaru dengan memberikan penghargaan atas terselenggaranya bakar ikan sebanyak 6,5 ton ikan bandeng sepanjang 5,2 km dengan bakaran ikan terpanjang 5,5 km. Pembakar ikan melibatkan sebanyak 5.500 orang.
Penghargaan diberikan Senior Manajer MURI Paulus Pangka kepada Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Jatim Nina Soekarwo dan Direktur PT Jatim Grha Utama (pengelola Pasar Induk Agrobis Puspa Agro Jatim) Erlangga Satriagung.
Ada dua rekor MURI yang dipecahkan di PIA Puspa Agro Jatim. Kedua rekor itu adalah bakar ikan terpanjang 5,2 km dan bakaran ikan terpanjang 5,5 km. MURI menetapkan rekor setelah menentukan bahwa ikan harus menyambung kepala dan ekor, katanya. (vin)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Ditolak, Aturan Kenaikan TDL
Untuk StabilkanHargaKebutuhan Pokok
Sail Banda Ambon akan Diwarnai Petita Ikan Seribu Rasa
Mendag Canangkan Hari Pasar Bersih Nasional
Gejolak Harga Dipicu Liberalisasi Pangan