Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Sabtu, 25 Februari 2017  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Kemendiknas Siapkan Beasiswa Sekolah ke Luar Negeri
[Agama dan Pendidikan]

Kemendiknas Siapkan Beasiswa Sekolah ke Luar Negeri

Surabaya, Pelita
Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) Indonesia mengalokasikan dana sekitar Rp1 triliun untuk beasiswa dosen dan guru yang akan melanjutkan jenjang pendidikan ke luar negeri.
Pemerintah tahun 2010 ini menyiapkan beasiswa Rp1 triliun bagi dosen dan guru yang ingin kembali menuntut ilmu di luar negeri, khususnya gelar doktor, ujar Menteri Pendidikan Nasional Prof Dr M Nuh, DEA, di sela-sela pembicara Seminar Nasional Fisika II di Kampus C Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Jawa Timur, kemarin.
Mantan menteri komunikasi dan informasi periode lalu tersebut juga mengungkapkan, bahwa seorang dosen yang kuliah doktor selama setahun menghabiskan biaya hingga 30 ribu dolar Amerika termasuk biaya hidup.
Itukan artinya tidak sampai 10 persen saja. Makanya pada 2014 mendatang, pemerintah menargetkan sekitar 20 persen doktor menambah 25 ribu lagi dosen lulusan S-3, tukas Nuh seperti dilansir Antara.
Selain itu, lanjut dia, bukan hal mudah meraih gelar doktor, terutama gelar dari perguruan tinggi di luar negeri. Pasalnya, mencetak seorang doktor dibutuhkan waktu tidak singkat atau sekitar 4 sampai 5 tahun ke depan.
Oleh karena itu, ia mengatakan, pihaknya mengupayakan agar masalah bahasa ini bisa diatasi. (dik)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Garuda Turunkan Biaya Penerbangan Haji
Penyelenggaraan Haji Tak Boleh Jadi Ladang Korupsi
Pendidikan Berkarakter Diterapkan di PAUD
Pakar: Jadi Guru Tak Cukup Hanya Pintar
Gaji Guru Masih di Bawah UMP