Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Sabtu, 21 Januari 2017  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Masih Soal Gas
[Assalamu'alaikum]

Masih Soal Gas

HINGGA kemarin ledakan tabung gas elpiji masih saja terjadi di Indonesia. Korban manusia dan harta benda akibat ledakan itu juga tak bisa dihindarkan. Jika dihitung, sudah banyak jumlah korban manusia akibat ledakan tabung gas itu, baik yang meninggal dunia maupun luka-luka. Belum lagi kerugian harta benda.
Pemerintah, sebenarnya sudah mengeluarkan suatu kebijakan untuk mengerem terjadinya ledakan tabung gas tersebut. Tapi tampaknya kebijakan itu dikeluarkan setelah terjadi kasus-kasus ledakan, sehingga terkesan terlambat.
Kenapa tidak dari awal, kasus itu diantisipasi sehingga ledakan tabung gas itu tidak pernah terjadi? Atau jumlah ledakannya bisa diminimalisasi. Memang ada yang mengatakan dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia, kasus ledakan tabung gas persentasenya sangatlah kecil.
Sekecil apapun, ledakan tabung gas itu seyogyanya tidak terjadi jika langkah-langkah antisipasi, keamanan, dan keselamatan manusia dalam menggunakan tabung gas dilakukan sejak dini. Janganlah ada pernyataan bahwa persentase kasus ledakan sangat kecil dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia.
Dampak dari ledakan tabung gas elpiji itu juga sangatlah besar. Masyarakat yang sebenarnya sudah mulai mengalihkan penggunaan minyak tanah ke gas untuk memasak, kini takut menggunakan gas elpiji. Sekarang masyarakat banyak kembali menggunakan minyak tanah dan kayu bakar untuk keperluan memasak.
Akibat adanya permintaan minyak tanah yang besar dan di pasaran persediaannya sudah semakin langka, maka harga minyak tanah melambung tinggi. Di beberapa kota, kemarin terlihat masyarakat mengeluh karena harga minyak tanah mencapai Rp15.000/liter. Demikian pula halnya dengan penggunaan kayu bakar untuk keperluan memasak. Kami khawatir masyarakat yang sedang terjepit akan menebangi pohon-pohon yang baru ditanam dalam program penanaman satu miliar pohon.
Mudah-mudahan situasi dan kondisi yang terjadi di tengah-tengah masyarakat dewasa ini didengar, dilihat, dirasakan, dan dicari solusinya oleh pemerintah; sehingga persoalan-persoalan yang dialami oleh masyarakat bisa segera diatasi. Syukur-syukur jika bisa diantisipasi dan dicegah dampak negatifnya.
Pemerintah harus melakukan suatu kajian yang matang sebelum mengambil suatu kebijakan, terutama yang berkaitan langsung dengan hajat hidup rakyat Indonesia. Dulu, masyarakat juga diperkenalkan kepada bahan bakar batubara yang dibuat briket. Tapi kebijakan itu layu sebelum berkembang.
Demikian pula dengan pengalihan dari minyak tanah ke gas, tampaknya kebijakan yang dilakukan itu tanpa ada suatu pengawasan di lapangan. Jika pengawasan dilakukan secara ketat, maka tidaklah akan terjadi ledakan tabung gas, tak ada gas yang dioplos, tak ada tabung yang disuntik, tak ada tabung gas palsu, dan tak ada tabung gas selundupan.
Tapi, ya, itulah. Ibarat nasi sudah menjadi bubur. Mudah-mudahan kasus-kasus itu menjadi suatu pelajaran yang sangat berharga buat pemerintah, sehingga masyarakat terhindar dari malapetaka.
Selain itu, kita bulan depan akan memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-65. Jangan ada kesan bahwa kita baru belajar mengelola negara!

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Kian Melunturnya Nilai Toleransi
Mewaspadai Agenda Adu-Domba
Arah Perjalanan Bangsa
Haruskah Satpol PP Bersenjata Api?
Kapan Kegaduhan Segera Berakhir?